Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
Spin off : Jasia - Kalina (Jurang Misterius) 2


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Arrrggggghhh….!!!"


Berbeda dengan Kalina yang memasang ekspresi wajah tenang cenderung damai, Jasia yang perutnya di masuki oleh sosok api merah, berteriak keras tampak sangat kesakitan.


Ia melempar senjata cambuk api di tangannya dan mulai menggeliat di lantai lorong sambil memegang erat perutnya. Tak kuasa menahan rasa sakit teramat sangat yang saat ini ia rasakan.


*Baammm….!!!


Jasia masih berusaha keras menahan rasa sakitnya sampai tiba-tiba sebuah suara keras terdengar dari arah Kalina yang saat ini masih menutup mata dengan Ekspresi wajah damai.


Suara keras tersebut diiringi dengan riak-riak Mana api, dengan liar menyeruak keluar dari dalam tubuhnya. Hal ini merupakan pertanda yang menunjukkan bahwa Kalina baru saja berhasil naik tingkat dalam jalan kultivasinya. Dari kelas Pioneer tahap bumi, menjadi Pioneer tahap langit.


*Bammm…!!!


*Bammm….!!!


*Bammm….!!!


Belum selesai riak Mana api dari dentuman pertama yang diciptakan Kalina memudar, rentetan dentuman lain kembali terdengar menyusul. Bukan sekali, melainkan tiga kali sekaligus.


Pioneer tahap surga.


Immortal tahap awal.


Immortal tahap bumi.


Kalina secara tak terduga naik tingkat empat kali berturut-turut. Atau bisa di bilang naik kelas dari Pioneer tahap bumi, ke Immortal tahap bumi hanya dengan sekali jalan. Suatu pencapaian mustahil yang tak pernah terjadi dalam dunia kultivasi Knight Gaia Land sebelumnnya.


Diselimuti oleh ratusan riak Mana api yang bertebaran disekitar tubuhnya. Sosok Kalina yang saat ini sedikit melayang diudara, bagaikan sedang dikerumuni oleh ratusan kunang-kunang yang terbang dengan tenang menyelimuti dirinya.


Dan tepat ketika Kalina membuka mata, pemandangan pertama yang dilihatnya adalah sosok kakaknya Jasia yang saat ini masih menggeliat di lantai ruangan dengan ekspresi kesakitan. Tampak sangat menderita.


"Kakak…!!!" Seru Kalina, terlihat sangat cemas. Sebelum dengan satu hentakan kaki ringan. Terbang diangkat oleh kunang-kunang api menuju kearah Jasia.

__ADS_1


"Bagaimana ini?" Ucap Kalina dengan nada panik, ketika sudah berada di hadapan Jasia. Tak tahu harus berbuat seperti apa.


"Gadis muda…!"


Dalam kepanikan, Kalina tiba-tiba mendengar suara misterius yang berasal dari dalam Element Seednya.


"Siapa?" Tanya Kalina bingung.


"Aku adalah roh tua tak penting yang berasal dari jaman kuno! Bukankah kau tadi sempat melihat wujudku!" Ucap suara misterius, memperkenalkan diri.


"Ahhh… Salah satu senior!" Kata Kalina.


"Benar! Sekarang aku telah menjadi satu dengan Element Seed milikmu! Kedepan aku akan menjaga Element Seedmu sebagai jiwa yang menghuninya!" Jawab suara misterius.


"Jiwa Element Seed?" Tanya Kalina. Sebelum kemudian kembali mendengar suara teriakan keras dari Jasia. Membuat ia segera melupakan semua rasa penasarannya. Sangat khawatir pada kondisi sang kakak.


"Senior, penjelasannya nanti saja, tak bisakah kau melakukan sesuatu pada kakakku? Tolong bantu dia!" Pinta Kalina dengan tatapan bergetar, air mata mulai menetes di pipinya.


"Gadis muda, aku hanyalah jiwa Element Seed, selamanya terikat padamu! Jadi bila itu adalah urusan eksternal diluar tubuhmu, aku sama sekali tak bisa ikut campur!" Ucap suara misterius.


Ucapan tersebut, segera disambut dengan ekspresi wajah Kalina menjadi semakin panik. Namun, sebelum Kalina sempat kembali menanyakan sesuatu, suara misterius yang telah menjadi jiwa Element Seednya, kembali menambahi kata-katanya.


"Aku memang tak bisa membantu, tapi tentu saja kau bisa melakukannya!" Ucap Jiwa Element Seed.


"Aku? Senior! Cepat katakan padaku, bagaimana agar aku bisa membantu kakak!" Jawab Kalina cepat.


Mental gadis kecil ini tampak benar-benar mendapat tekanan besar dari proses transfer pengetahuan tersebut. Kalina yang kini memasang ekspresi kosong menatap kedepan, hendak jatuh ketanah sampai kemudian proses transfer pengetahuan selesai.


"Haahhh….!!!"


"Hahhh….!!!!"


"Hahhh….!!!"


"Itu tadi mengerikan!" Gumam Kalina, sambil menekan dadanya yang saat ini berdebar sangat cepat.


Namun, setelah mengatakan hal tersebut, Kalina dengan cepat mengambil posisi berdiri, mengulurkan tangan kanan kearah perut Jasia yang saat ini masih menggeliat di tanah sambil berteriak kesakitan.


Tanpa menunda ia mulai mengalirkan atribut Mana Api murni di dalam Element Seednya, memasuki perut Jasia. Didalam perut Jasia, aliran Mana Api murni yang saat ini dikendalikan sepenuhnya oleh Kalina, bertemu sosok api merah lain yang saat ini tampak sedang mengitari suatu objek.


"Senior!" Ucap Kalina, yang saat ini dalam bentuk roh api. Ketika melihat sosok api merah.


"Gadis muda! Maafkan aku! Diriku yang merasa sudah sangat tua dan berpengetahuan luas ini, benar-benar ceroboh karena telah meremehkan si mungil ini!"


"Tak kusangka, meskipun masih belum memiliki begitu banyak energi kehidupan, tapi ia sudah sangat kuat! Garis darah yang terkandung di dalamnya benar-benar memiliki banyak sekali percampuran energi Mana dan juga energi asing lainnya yang seharusnya tak mungkin bisa berada di dalam satu tubuh!" Ucap sosok api merah. Dengan intonasi nada menyesal.

__ADS_1


"Hmmm… Senior, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantumu!" Jawab Kalina, seraya kemudian mulai bergerak kearah sosok mungil yang di maksud api merah.


Setelah mendekati sosok mungil tersebut, Kalina mulai mengalirkan Mana Api murni untuk membungkus si mungil di hadapannya.


*Bammm…!!!


*Bammm….!!!


*Bammm…!!!


Namun, baru setengah jalan Kalina membungkus sosok mungil, objek yang berusaha dibungkusnya dengan Mana Api murni bergerak liar melakukan perlawanan. Tampak tak nyaman dengan apa yang sedang coba di lakukan Kalina. Hal tersebut menyebabkan usaha Kalina yang sudah setengah jalan, menjadi gagal. Mana Api murni menyebar kembali.


"Kau tak boleh nakal!" Dengus Kalina, kemudian sekali lagi mulai menghimpun aliran Mana Api murni disekitarnya untuk membungkus objek. Kali ini di tambah dengan energi yang lebih intens.


Usaha kedua Kalina, tampaknya membuahkan hasil, meskipun objek mungil sempat kembali melawan, namun setelah beberapa saat, ia akhirnya menyerah, dan membiarkan Kalina menyelimuti seluruh bagian objek dengan Mana Api murni.


"Senior! Sekarang!" Ucap Kalina, setelah semua proses yang ia lakukan selesai.


"Baik!" Jawab sosok api merah. Sebelum dengan cepat menerjang masuk kedalam objek mungil.


*Woooshhhh….!!!!


Derakan Mana Api murni yang menyelimuti objek mungil bertambah intens untuk beberapa saat setelah sosok api merah masuk kedalamnya. Namun hal ini hanya bertahan untuk beberapa saat sampai kemudian sosok Api merah terbang keatas. Mengikuti jalur-jalur aneh yang terpasang pada objek mungil, api merah bergerak cepat menuju Element Seed Jasia.


*Bammmm….!!!!


Dan bersamaan dengan masuknya Api Merah kedalam Element Seed Jasia, suara dentuman keras tiba-tiba terdengar. Element Seed Jasia secara tak terduga naik satu tingkat.


*Woooshhhh….!!!


Kejadian selanjutnya. Api Merah mulai membakar Element Seed Jasia, membuat wujud Element Seed berubah menjadi merah membara.


*Bammmm…!!!


*Bammm….!!!


*Baaammmm….!!!


*Bammm….!!!!


*Bammmm….!!!


Bersamaan dengan perubahan wujud Element Seed Jasia, suara dentuman keras kembali terdengar, kali ini enam kali secara berturut-turut.


Dengan ini, Jasia naik tingkat 6 kali sekaligus. Dari Pioneer tahap awal, kini menjadi Immortal tahap langit. Secara tak terduga, melewati kultivasi Kalina.

__ADS_1


"Woowww…!!!" Ucap Kalina dengan ekspresi wajah shock, saat melihat kecepatan dari kenaikan kelas tiba-tiba kakaknya yang begitu mencengangkan.


__ADS_2