Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
58 - Pengunjung Tak Terduga


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Utusan Eleanor Tribe?" Ucap Tuan Leluhur. Sedikit mengerutkan kening sebelum kembali menatap kearah Iris.


"Aku juga tak tahu! Belum ada pemberitaan apapun sebelumnnya mengenai kunjungan ini!" Jawab Iris. Menyadari tatapan Tuan Leluhur bermaksud meminta penjelasan.


"Mencurigakan!" Gumam Tuan Leluhur. Kemudian mengalihkan tatapannya kepada Zota.


"Lebih baik kau pergi bersama gadis muda ini, serta atur beberapa orang untuk melakukan pemeriksaan!" Ucap Tuan Leluhur.


"Tapi, masalah Boss masih belum menemukan titik temu!" Jawab Zota. Merasa enggan untuk meninggalkan tempat.


"Zota! Bagaimanapun juga, saat ini hanya kau satu-satunya Wakil pemimpin Bandit Serigala yang masih ada di pulau!" Tanggap Tuan Leluhur.


"Jadi, buat dirimu berguna! Menunggu disini juga tak akan menyelesaikan masalah! Lagipula, siapa tahu orang-orang Eleanor Tribe ini membawa sesuatu yang mungkin bisa membantu kondisi bocah itu!" Lanjut Tuan Leluhur.


Mendengar kata-kata Tuan Leluhur, Zota segera mengerutkan kening untuk beberapa saat, sebelum kemudian tanpa banyak bicara meninggalkan tempat. Menemukan satu hal yang akhirnya bisa membuatnya merasa berguna. Melampiaskan sedikit rasa frustasi dan tertekan yang dari tadi ia rasakan.


"Aku ikut!" Ucap Razak. Pergi mengekor kemana Zota dan Iris berjalan. Sama seperti Zota, Razak yang merasa bersalah jika tak melakukan apapun, kini menemukan satu hal untuk sedikit bisa meringankan perasaan tertekannya.


Berakhir kini hanya menyisakan Tuan Leluhur, Sasi, Hella, dan Gerel yang masih berada diatas dek Glory Land Warship.


Tuan Leluhur sendiri, memberi tatapan singkat pada Sasi sebelum akhirnya melompat meninggalkan tempat. Dengan cepat, ia menyusuri hutan untuk bergerak kearah wilayah perbatasan yang tadi di maksud oleh anggota penjaga Bandit Serigala.


Meskipun memerintahkan Zota untuk membuat pengaturan, tampaknya Tuan Leluhur masih merasa perlu untuk mengawasi dari jauh. Sekedar berjaga-jaga.

__ADS_1


Karena bagaimanapun juga, Kelompok Bandit Serigala yang terus melakukan pergerakan agresif baik itu di wilayah Desert Tribe United maupun Thousand Island, jelas menjadi target banyak Kelompok besar.


Dan dengan kondisi tak sadarkan diri Theo saat ini, bisa di bilang bahwa keamanan markas besar, sepenuhnya tinggal berada di tangannya serta Sasi yang merupakan orang atau makhluk dengan tingkat kultivasi paling tinggi.


Sementara Gerel dan Hella, memilih tetap tinggal diatas dek Glory Land Warship. Menolak untuk meninggalkan penjagaan pada pintu masuk. Ditemani oleh Sasi yang berjaga memantau wilayah sekitar kapal perang. Paham dengan maksud lirikan Tuan Leluhur dimana ingin membagi tugas dengannya.


***


(Laut lepas pantai Pulau Serigala)


Menggunakan salah satu kapal yang masih tersisa, dimana sengaja tak di pakai dalam misi ke wilayah Laut Jingga dan Kuning untuk sekedar berjaga-jaga, Zota bersama Iris dan Razak, memimpin beberapa pasukan penjaga untuk berlayar meninggalkan pulau. Menuju kearah lepas pantai, batas pertahanan yang terpasang tiang formasi segel penghadang.


"Itu benar! Mereka adalah orang-orang Eleanor Tribe!" Ucap Iris, begitu melihat beberapa orang yang berdiri diatas dek kapal dengan bendera Pohon Rindang berkibar pada tiang utama layar. Dimana merupakan logo dari Eleanor Tribe.


"Hmmmm…! Tanyakan tujuan mereka datang kemari!" Ucap Razak. Yang berdiri disamping Zota.


"Kenapa menanyakan hal tersebut? Bukankah mereka kawan dari gadis ini?" Tanya Zota.


Bagaimanapun juga, selama proses Bandit Serigala memasuki wilayah Thousand Island, Zota sedang dalam kondisi tak sadarkan diri. Sehingga ia jelas tidak terlalu paham tentang situasi yang terjadi.


Ia bahkan sempat tak tahu dimana Kelompoknya membangun markas ketika pertama keluar dari Glory Land Warship pasca kejadian ledakan api ganas. Zota baru sedikit paham setelah menerima penjelasan singkat dari Tuan Leluhur.


"Hmmmm… Yang kutahu, meskipun Boss menyepakati kerjasama dengan Eleanor Tribe, tapi mereka harusnya tak melakukan hubungan atau intervensi apapun dengan kita! Selain menempatkan wanita itu untuk terus mengawasi!" Jawab Razak. Sembari melirik kearah Iris.


Satu lirikan yang disambut dengan Iris justru memberi Razak senyum hangat sederhana. Merasa tak tersinggung dengan kata-kata Razak yang bisa dibilang cukup tajam mengenai keberadaan Iris ditengah-tengah Kelompok Bandit Serigala.


"Jadi seperti itu!" Gumam Zota. Mengangguk singkat. Dengan insting sebagai mantan Boss Besar Kelompok Bandit, ia segera menangkap situasi yang di maksud oleh Razak.


"Kalian berdua, tak perlu terlalu khawatir! Biar aku yang menanyakan terlebih dahulu!" Ucap Iris. Sebelum secara tiba-tiba tanpa memberi penjelasan lebih lanjut, segera melompat dari atas dek kapal. Mendarat dengan mantap diatas dek kapal Elaenor Tribe.


***


(Dek kapal Eleanor Tribe)


*Tap…!!!

__ADS_1


"Salam Nona muda!" Ucap salah satu penumpang kapal Eleanor Tribe, begitu Iris mendarat.


"Salam…!" Jawab Iris singkat, sebelum melihat sekeliling untuk beberapa saat.


"Tetua ke duapuluh, apa kau yang memimpin kelompok utusan kali ini?" Tanya Iris, saat tak melihat keberadaan orang lain dengan posisi lebih tinggi dari Tetua Keduapuluh.


Mendengar pertanyaan Iris, sosok tua berkelas Emperor yang tadi sempat menyambutnya dengan memberi salam, hanya membalas dengan gelengan kepala. Sembari memasang satu senyum sederhana.


Melihat gesture jawaban dari sang Tetua, Iris tentu saja segera mengerutkan kening. Ganti menatap kearah pintu masuk ruang bagian dalam kapal.


Bersamaan dengan tatapan Iris, dari arah pintu bagian dalam, melangkah keluar satu sosok pria muda yang memiliki paras rupawan. Terlalu rupawan dimana bahkan akan membuat para wanita yang melihat wajah pria muda ini, akan menunduk karena tak percaya diri.


Dengan kulit wajah putih bersih layaknya sebuah mutiara, serta kontur wajah layaknya pahatan patung-patung dewa atau dewi, wajah rupawan pria tersebut selain sangat tampan, juga bisa dikatakan cantik. Keindahan duniawi, hanya itu satu kata yang cocok untuk mendeskripsikan sosok pemuda tersebut.


Disisi lain, melihat pria ini melangkah keluar, ekspresi wajah Iris segera berubah sangat terkejut. Tampak benar-benar tak menyangka bahwa yang akan memimpin kelompok utusan, adalah orang ini.


"Kakak…!" Seru Iris. Sebelum dengan cepat bergerak menerjang. Memeluk manja tubuh pria muda yang dipanggilnya kakak.


"Ohhh…! Adik kecilku! Masih saja bersikap layaknya bocah saat bertemu kakaknya!" Tanggap sang pemuda, seraya mengusap lembut rambut bagian belakang Iris.


Pria muda tersebut, tak lain adalah Fairley Khan. Kakak Iris, sekaligus Tuan muda pertama dari Eleanor Tribe. Calon Khan Eleanor Tribe generasi selanjutnya.


"Kakak… Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Iris. Mengangkat wajahnya yang terbenam di dada sang kakak, untuk melihat kearah wajah Fairley.


"Hmmm… Memang apa lagi, ibu yang mengutusku! Melakukan inspeksi mendadak pada Kelompok Bandit menjijikkan yang ada di sana!" Jawab Fairley, seraya menatap dengan tatapan rendah kearah kapal Kelompok Bandit Serigala.


"Inspeksi?" Gumam Iris. Dengan sedikit raut wajah khawatir.


"Apa itu diperlukan? Kesepakatan yang terjalin seharunya tak seperti itu!" Lanjut Iris.


"Tentu saja perlu! Kita perlu menunjukkan pada kelompok menjijikkan yang ada disana, siapa diantara kedua belah pihak yang memiliki posisi lebih tinggi!" Jawab Fairley, seraya dalam gerakan cepat, melepas pelukan Iris dan melompat tinggi keatas langit.


Fairley yang sedang melompat tinggi, tampak dengan sengaja menyebarkan auranya. Menyebabkan aliran Mana Air yang begitu murni, menyebar luas mengikuti kemana arah pemuda tersebut bergerak.


*Wuuussshhh…!!!!

__ADS_1


*Sraaakkkk…!!!


Aksi Fairley, diakhiri dengan gumpalan Mana aneh kuno berwarna kehijauan, menerjang keluar dari dalam tubuhnya. Secara tiba-tiba berubah bentuk menjadi juluran tanaman rambat yang segera memeluk tubuh Fairley ketika mendarat dengan indah pada dek kapal Bandit Serigala.


__ADS_2