Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
22 - Serigala Betina


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Blaaaarrr….!!!!


*Blaaaarrr….!!!


*Blaaaarrr…..!!!


*Blaaaarrr.....!!!


Theo dan Sasi baru sampai di dek utama ketika pemandangan pertama yang menyambut keduanya adalah puluhan kapal yang sepertinya milik kawanan Perompak, dengan aneh menerobos keluar dari balik kedalaman laut. Sepenuh mengelilingi dan mengepung Glory Land Warship.


*Booommmmmm….!!!


*Booommmmmm….!!!


Tak hanya itu, beberapa kapal Perompak yang telah mengepung Glory Land Warship, tanpa peringatan apapun, segera menembakkan meriam begitu keluar dari dalam laut.


Melihat hal tersebut, Sasi yang mendapat wewenang khusus dari Theo tentang kontrol penuh kapal perang, tanpa menunda segera membuat segel tangan, mengaktifkan formasi pelindung yang dimiliki oleh Glory Land Warship.


"Kau sebenarnya tahu bahwa hal itu tak perlu dilakukan bukan?" Tanya Theo, sesaat setelah Sasi mengaktifkan formasi pelindung.


"Tuan, aku cuma tak suka lambung Glory Land Warship mendapat lecet sedikitpun!" Jawab Sasi singkat.


"Hahhaha….! Hanya meriam dengan daya ledak seperti itu? Aku ragu lambung Glory Land Warship akan mendapat lecet!" Tanggap Theo. Sembari memasang senyum sederhana.


Namun, meski mengatakan hal tersebut, Theo memilih membiarkan Sasi bertindak sesuai kehendak-nya. Hanya sedikit geli dengan sikap Sasi yang begitu protektif jika sudah menyangkut Glory Land Warship. Seolah kapal perang ini adalah anak atau istrinya saja.


"Boss…!!! Mereka terus berdatangan! Secara tiba-tiba keluar dari dalam laut!" Ucap Guan Zifei, memberi laporan singkat sesaat setelah melihat kehadiran Theo.


"Yahh, sebenarnya para Perompak ini sudah mengikuti kita semenjak pertama kali mendarat di laut dan berlayar!" Tanggap Theo.


"Kau sudah menyadari keberadaan mereka?" Tanya Guan Zifei, tak paham dengan tindakan Theo yang mengabaikan kawanan Perompak ini, padahal sudah tau dari awal.


"Bisa dibilang aku malah sudah menunggu mereka melakukan pergerakan untuk menyerang kita!" Jawab Theo. Sebelum melakukan gerakan melompat menuju puncak tiang layar utama.

__ADS_1


"Menggunakan Mana Angin untuk sepenuhnya membungkus seluruh tubuh kapal, kemudian memanfaatkan anggota yang memiliki atribut Mana Air untuk melakukan pergerakan menyelam di dalam laut!" Gumam Theo. Sembari melihat dengan pandangan menyapu kearah kapal-kapal Perompak yang ada di sekitar.


"Harus kuakui, kawanan Perompak ini cukup kreatif!" Tambah Theo, dengan sorot mata tertarik.


*Boooommmm….!!!


*Booommmm….!!!


*Boooommmmm….!!!


Theo masih mengamati dengan antusias, sampai kemudian, hampir seluruh kapal Perompak yang berjumlah puluhan, secara serentak menembakkan meriam-meriam yang ada di kapal masing-masing.


Tembakan dari ratusan meriam yang berasal dari puluhan kapal Perompak tersebut, menyebabkan sedikit getaran pada formasi pelindung Glory Land Warship.


"Ahhh… Bahkan ketika belum sempat menebar jala, ikan-ikan besar sudah berdatangan!" Gumam Theo. Saat tatapan matanya, menemukan satu bendera yang memiliki gambar Naga Laut sedang berenang. Bersanding dengan bendera Perompak pada salah satu puncak tiang layar utama kapal Perompak.


"Kalian orang-orang Gurun! Dengarkan aku!"


Theo baru selesai bergumam, ketika salah satu orang yang berdiri di ujung dek kapal Perompak, tiba-tiba berseru lantang.


"Kami adalah kelompok Perompak Angin Barat! Salah satu kelompok Perompak yang menjadi bagian dari Aliansi 7 Lautan!" Lanjut orang tersebut, menyerukan identitas dari kelompoknya, serta menekankan bahwa mereka adalah anggota dari Aliansi 7 Lautan.


"Hari ini, sesuai intruksi dari Kapten Perompak Angin Barat, jika tak ingin mati dengan cara yang keji, lebih baik kalian menyerah dan memberikan seluruh harta serta wanita yang ada di diatas kapal kalian!"


"Dengan begitu, mungkin ada kesempatan bagi masing-masing dari kalian, untuk dapat bertahan hidup lebih lama lagi!" Lanjut sang Perompak. Menutup semua kalimat yang ia sampaikan, dengan sebuah intruksi dan ancaman diakhir.


"Kalian menginginkan wanita kami?" Gumam Theo. Dengan masih mempertahankan seringai lebarnya.


"Sudah dengar bukan? Mereka menginginkan kalian? Kenapa tak mewujudkan saja hal tersebut?" Tanya Theo, sembari melihat kearah bawah.


Mendengar kata-kata Theo, para wanita anggota kelompok Bandit Serigala, segera memasang senyum tipis di wajahnya masing-masing.


*Tap….!!!


Tak lama kemudian, secara tiba-tiba sesosok melompat dari atas dek Glory Land Warship, mendarat diatas dek kapal Perompak. Tepatnya, berdiri di sebelah anggota Perompak yang tadi menyerukan ancaman.


*Slaaaassshhh….!!!


Dan tanpa mengatakan apapun, sosok tersebut yang tak lain adalah Gerel, dimana kini telah dalam mode Meridian Knight, memberi satu tebasan cepat menggunakan salah satu senjata Cakram kembarnya. Memenggal leher anggota Kelompok Perompak Angin Barat.


"Wanita j*alang! Beraninya kau….!!!"


Melihat salah satu rekannya dibunuh tepat didepan mata mereka, terlebih diatas kapal mereka sendiri, seluruh anggota Perompak yang berada di dek, segera memasang ekspresi wajah marah. Telah bersiap menyerang Gerel secara bersamaan. Namun, sebelum orang-orang ini bahkan sempat membuat langkah pertama….


"Nagini…!" Gumam Gerel.

__ADS_1


Memanggil keluar Nagini dari dalam tatto segel Guardian Beast yang ada punggung tangan kanannya.


"Tssaaaaaahhhhh….!!!"


Tanpa basa-basi, Nagini yang baru saja melompat keluar, segera melakukan pembantaian terhadap orang-orang yang ada diatas dek kapal Perompak.


*Booommmmmm….!!!


Disisi lain, saat Gerel dan Nagini telah mengambil inisiatif pertama untuk melakukan serangan, Hella yang tak mau kalah, masuk kedalam mode sempurna True Knightnya, memanggil keluar White Fang sang Sabertooth Salju, Hella yang telah menggengam Tombak Es, memberi serangan tusukan tajam yang membawa hawa beku intens. Dimana mendarat telak pada lumbung salah satu kapal Perompak. Memberi kerusakan berat.


"Hahahha….!!! Saatnya bermain! Kita lomba! Siapa yang membunuh paling banyak, ia adalah pemenangnya!" Seru Xoya, satu dari tiga gadis kecil kembar pengikut Shadex. Sebelum berubah kedalam mode Soul Knightnya, terbang menuju salah satu kapal Perompak.


"Itu curang!" Bentak Xafi.


"Kau bergerak lebih dulu!" Teriak Xika hampir secara bersamaan. Kemudian tanpa menunda, kedua gadis ini segera mengikuti saudarinya.


"A-aku ikut!" Teriak Syakira. Dengan langkah ragu, melompat mengikuti ketiga temannya.


Xika, Xoya, dan Xafi, dengan ekspresi wajah riang gembira, membuat kekacauan pada salah satu Kapal Perompak. Sementara Syakira, hanya bergerak kesana-kemari, tak tahu harus berbuat seperti apa. Sepenuhnya di bawah tatapan tajam pengawasan Razak yang melihat dari atas dek Glory Land Warship.


*Woooshhhh….!!!!


*Blaaaarrr….!!!


Langkah para gadis, diikuti oleh gadis-gadis lainnya, Isaa, Meirin, dan juga Hereda, menerjang maju secara bersamaan.


"Apa-apaan para wanita Gurun ini!" Ucap salah satu anggota kelompok Perompak Angin Barat. Dengan raut wajah ngeri, saat melihat aksi keji para anggota wanita Kelompok Bandit Serigala.


*Slaapp…!!!


*Slaaap…!!!


Namun, tepat ketika anggota Perompak tersebut menyelesaikan kalimat, beberapa jarum secara tiba-tiba tertancap tepat di keningnya.


"Amatir! Tak kusangka para Perompak hanya begini-begini saja!" Gumam Meria, nenek tua mantan Boss Besar kelompok Bandit Duri Kematian. Kini berdiri dihadapan anggota Perompak yang baru saja ia serang dengan satu serangan tersembunyi.


*Slaapp….!!!


*Slaapp….!!!


Meria dengan gerakan ringan, menambah beberapa jarum lagi untuk dimasukkan kedalam kepala sang lawan, sebelum dengan ekspresi wajah tak peduli, bergerak memunggungi.


"Apa wilayah kepulauan dengan lautannya yang luas, adalah tempat yang terlalu lembek? Orang-orang seperti kalian, hanya akan menjadi alas kaki jika menginjak wilayah Gurun!" Tutup Meria, seraya mengeluarkan beberapa jarum lagi, menatap para anggota Perompak lain yang berada di dek salah satu kapal pilihannya.


Disisi lain, ketika para wanita sudah mulai beraksi, wakil pemimpin pria kelompok Bandit Serigala, hanya mengamati diatas dek Glory Land Warship dengan tatapan tertarik.

__ADS_1


"Kalian menginginkan para wanita kami? Hahhahaha…!" Ucap Feizel, sembari tertawa lantang.


"Maka selamat menikmati taring-taring tajam Serigala betina ganas itu! Hahhahahah…..!"


__ADS_2