Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
77 - Bunga Udumbara Lain


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Hmmmm… Tuan muda, ini akan benar-benar menarik! Pergerakan yang kalian lakukan, jelas akan menyebabkan gelombang besar di wilayah Thousand Island!" Ucap Manajer Liang. Dengan tatapan penuh minat. Kemudian tampak merenung sejenak.


"Aku bisa menyiapkan kekurangan kapal perang dalam waktu 2 minggu! Dan masalah harga, itu akan bervariatif pula, mengikuti Grade dari tiap-tiap kapal perang!"


"Untuk menyewa satu kapal perang Grade Medium…"


"Manajer Liang! Aku tak terlalu peduli dengan harga! Berapapun itu, akan kupenuhi!"


"Jika kau bisa memotong waktu 2 minggu menjadi hanya 1 minggu, maka aku bersedia membayar harga sewa kapal-kapal yang belum tersedia itu 2 kali lipat dari harga normal!" Ucap Theo. Memotong kalimat Manajer Liang yang hendak membahas masalah harga.


Kalimat penutup yang disampaikan oleh Theo, segera membuat sorot mata Manajer Liang berubah menjadi sangat cerah.


"Hahahaha… Sekarang aku tau alasan kenapa setiap manajer yang berkesempatan menjalin bisnis langsung denganmu, selalu mengatakan bahwa kau adalah orang yang menarik, juga bagus untuk mitra bisnis!" Ucap Manajer Liang.


"Potong semak belukar, dan langsung pada intinya! Satu sikap yang benar-benar memudahkan semua urusan! Bahkan itu masih kau lakukan saat menawarkan sebuah kesepakatan bisnis besar!" Lanjut Manajer Liang, tak mampu menahan senyum lebar di wajahnya.


Dengan kesepakatan bisnis telah berada tepat di depan pintunya, Manajer Liang yakin bahwa ia akan menjadi orang selanjutnya setelah Xiao Shiu, Manajer Gaia Inn cabang Ice Lotus City, dan Liu Kang, Manajer Gaia Treasure cabang kota Gurun Zordan yang akan mendapat penghargaan dari jajaran para petinggi Gaia Son Paviliun.


Penghargaan yang tak menutup kemungkinan akan berujung pada promosi ke cabang yang lebih tinggi di kota besar.


"Manajer Liang, simpan pujiannya untuk nanti ketika aku ada waktu luang, sehingga kita bisa menghabiskan waktu sekedar minum teh bersama! Saat ini, aku sedang tak punya banyak waktu! Jadi tolong langsung saja!" Tanggap Theo.


"Tentu saja, kapal perang lainnya, akan kusiapkan dalam waktu satu minggu!" Ucap Manajer Liang. Dengan senyum lebar di wajahnya.


"Baiklah! Terimakasih!" Ucap Theo singkat. Sebelum memberi salam penghormatan yang menjadi pertanda ia ingin segera undur diri.


***


(Glory Land Warship, ruang medis)


Dengan bahan obat pesanan Theo yang telah di beli oleh Guan Zifei dari Gaia Treasure, Theo tanpa menunda terlalu banyak waktu, segera melakukan proses pemeriksaan pada kondisi luka Shadex.


"Hmmmm…!!! Kau harusnya tahu bahwa lukamu ini tak sederhana!" Ucap Theo. Ketika selesai melakukan pemindaian menyeluruh menggunakan Mana Cahaya pada kondisi luka di dada Shadex.

__ADS_1


"Katakan saja, apa ada cara untuk memulihkan dengan lebih cepat?" Tanya Shadex.


"Bukankah tadi sudah kubilang aku bisa melakukannya? Jadi berhenti banyak bertanya! Dan juga berhenti memasang ekspresi wajah menyebalkan itu! Kau semakin lama terlihat seperti para wanita yang selalu berada di sekitarku saja!" Dengus Theo.


Mendengar kata-kata hinaan Theo, Shadex jelas merasa tak terima, ia sudah memasang ekspresi wajah sengit, ingin membalas ucapan Theo. Sampai tiba-tiba, rasa sakit teramat sangat mulai mendera Element Seednya.


"Bukankah sudah kubilang untuk tak terlalu banyak bicara? Jangan lupa aku telah memasang segel Kontrak Tuan-hamba pada Element Seedmu! Jadi kusarankan, jangan sekali-kali membuatku kesal!" Ucap Theo. Dengan intonasi nada dingin. Menyebabkan Shadex kini hanya bisa menggertakkan gigi-giginya dengan keras. Antara menahan sakit dan marah di waktu bersamaan.


"Apa lukamu ini berasal dari serangan langsung Dante?" Tanya Theo tiba-tiba. Mengabaikan ekspresi wajah marah Shadex.


"Serangan pedang!" Jawab Shadex singkat.


Jawaban yang disambut Theo dengan kerutan kening. Sebelum menggunakan ujung jari telunjuk yang dialiri Mana Listrik, tiba-tiba menusuk dada Shadex.


*Bzzzzzttt…!!!


Aliran Mana Listrik berwarna ungu menerobos masuk kedalam ranah jiwa Shadex ketika Theo menusukkan jari telunjuk.


Detik berikutnya, tepat ketika listrik ungu Theo telah berderak masuk kedalam ranah jiwa, aliran Mana Listrik lain dengan warna Biru gelap yang sudah berada di dalam Ranah jiwa Shadex sebelumnya, secara mendadak memberi reaksi, berderak menerjang kearah Listrik Ungu milik Theo.


*Blaaaazzzttt…!!!


"Aaaarrgghhhhh…!!!!"


Benturan antar Mana Listrik akhirnya tak terhindarkan. Berderak liar dalam ranah jiwa Shadex. Peristiwa ini, segera memberi goncangan hebat pada ranah jiwa. Menyebabkan Shadex mulai berteriak kesakitan dengan sangat keras.


"Ohhh… Umpannya dimakan!" Gumam Theo. Sebelum melakukan gerakan menarik ujung jari telunjuk dari dada Shadex.


*BBbzzzzzttt…!!!


*Blaaaazzzttt…!!!


Gerakan menarik Theo, diiringi dengan dua aliran Mana Listrik berwarna ungu dan biru tua, melonjak keluar dari dalam dada Shadex. Berderak saling hantam untuk beberapa saat sebelum akhirnya menyebar dan menghilang di udara.


"Apa itu tadi?" Ucap Shadex, dengan tatapan tak percaya ketika melihat aliran Mana Listrik dahsyat, keluar dari dalam Ranah Jiwanya.


"Yang berwarna ungu tadi punyaku!" Jawab Theo.


"Sementara yang berwana biru tua, kurasa itu adalah satu hal yang di tinggalkan Dante dalam ranah jiwamu!" Lanjut Theo.


"Bagaimana bisa? Kenapa aku tak menyadari hal seperti itu ada di dalam ranah jiwaku?" Ucap Shadex.


"Tentu saja! Karena Mana Listrik berwarna biru tua tadi, bukanlah Mana Listrik biasa! Itu bisa bergerak dalam kecepatan yang diluar akal sehat! Terus berputar di dalam ranah jiwamu! Tak membiarkan ranah jiwa untuk dapat pulih!" Jawab Theo.


"Katakan padaku, saat bertarung dengan Dante, apa kau merasakan ada beberapa hal ganjil keluar dari senjata yang ia gunakan?" Tanya Theo.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Theo, Shadex segera memasang kerutan di keningnya.


"Hmmmm… Bisa kukatakan, pedang yang ia pakai dalam pertarungan, memang memancarkan aura yang tak biasa! Selain itu, beberapa kali aku juga melihat ia tampak seperti sedang berkomunikasi dengan pedangnya tersebut!" Ucap Shadex.


"Bagaimana ia berkomunikasi?" Tanya Theo lagi.


"Dengan menggumamkan nama!" Jawab Shadex singkat.


"Ohhh… Mirip dengan Razak ketika ia hendak memproduksi Serbuk Besi?" Tanya Theo lagi. Sembari memasang senyum tipis.


Pertanyaan terakhir yang keluar dari mulut Theo, segera disambut oleh Shadex dengan ekspresi wajah mengerti.


"Jadi seperti itu! Senjata dengan roh item Bunga Udumbara!" Gumam Shadex.


"Yah! Dan melihat atributnya, hanya ada satu variant Bunga Udumbara yang cocok! Yakni Bunga Udumbara Halilintar!" Tanggap Theo. Menunjukkan ekspresi wajah penuh minat.


"Satu orang lain lagi setelah kakak dan aku yang memiliki garis takdir dengan Bunga Udumbara!" Gumam Theo.


"Ini semakin menarik! Setelah Sinbad! Dan sekarang Dante! Aliansi 7 Lautan berisi orang-orang dengan kemampuan dan takdir yang tak biasa!" Tutup Theo. Semakin melebarkan senyum di wajahnya. Membentuk satu seringai.


***


(Dunia Kecil Istana Emas, Gunung Misterius)


*Tap…!!!


*Tap…!!!


Theo dan Shadex, mendarat pada salah satu sisi gunung Misterius yang memiliki lingkungan penuh dengan aliran Mana Besi pekat, bercampur dengan aliran Mana Kegelapan.


"Jadi, ini tempat yang kau maksud?" Tanya Shadex, menatap dengan tatapan antusias pada lingkungan sekitar.


"Benar! Lampiaskan amarahmu di tempat ini! Kondisi lingkungan yang penuh dengan aliran Mana Besi, akan cocok untuk kau gunakan dalam pelatihan!" Jawab Theo.


"Selain cocok untuk berlatih, kau juga bisa sekalian mencari Kristal Beast baru!"


"Karena kulihat, Kristal Beast Belalang metalik yang sebelumnya kau serap, meskipun memang memiliki kelas lumayan tinggi, namun masih cukup standar dan biasa saja menurutku!" Lanjut Theo.


----


Note :


Menjelang awal bulan, berarti setelah ini evaluasi level tanggal 1. Jadi mohon kerjasama bantuannya kawan-kawan pembaca agar SDC vol 2 segera bisa kejar level. Dengan begitu saya tak perlu lagi terlalu terbebani masalah pendapatan.


Kalau berkenan, disempatkan periksa chapter2 sebelumnya, mungkin ada yang kelewatan gak like. Karena beberapa hari belakangan, like justru menurun di waktu yang sebenarnya saya membutuhkan dukungan lebih.

__ADS_1


Yuk saling gak pelit. Terimakasih ^^


__ADS_2