
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Akhirnya, aku berhasil mendarat di dalam kawah!" Seru Sinbad antusias. Sembari menatap tajam kesatu lokasi yang berada di belakang Demonic Beast berbentuk Kura-kura. Tepatnya pada sebuah gundukan tanah kecil yang berada tepat ditengah danau lava.
Gundukan tanah kecil tersebut, terlihat sangat mencolok karena meskipun terletak di tengah danau lava, dimana memiliki hawa serta lingkungan sangat panas, namun justru memiliki permukaan yang membeku total.
Kebekuan total yang terjadi pada gundukan tanah kecil, disebabkan oleh sebuah benda yang saat ini tergeletak ditengah lokasi tersebut.
Benda berbentuk oval layaknya sebuah telur dengan warna dominan putih salju itu, terus mengeluarkan aliran Mana Es intens yang terasa sangat kuno.
Menyebar dan membekukan sekitar, sebelum terhenti hanya ketika menyentuh aliran lava panas dan juga entah bagaimana di serap oleh Demonic Beast berbentuk Kura-kura.
Kombinasi antara hawa panas lingkungan kawah yang dipenuhi lava, dengan penyerapan yang setiap saat dilakukan oleh Demonic Beast Kura-kura. Menyebabkan jangkauan dari sebaran aliran Mana Es kuno, akhirnya selalu berhenti di sekitar gundukan tanah kecil.
Bisa dikatakan bahwa yang selama ini selalu membuat Demonic Beast berbentuk Kura-kura menjadi marah dan bersikap agresif ketika ada mahluk lain yang bergerak mendekati kawah, itu adalah keberadaan telur tersebut.
Sang Demonic Beast yang bertahan hidup dan terus bertambah kuat dengan setiap saat menyerap aliran Mana Es kuno, merasa para makhluk yang mendekat, merupakan ancaman bagi benda berharga yang sedang ia jaga. Tak ingin ada makhluk lain yang berusaha untuk mencuri telur berharganya.
"GROOOOOAAAAHHH…!!!!"
Rasa protektif yang dimiliki oleh Demonic Beast Kura-kura, semakin meningkat tajam begitu melihat Sinbad yang tadi berusaha ia lenyapkan, ternyata kini justru berhasil mendarat dengan selamat pada sisi tebing bagian dalam kawah gunung berapi. Membuat sang Demonic Beast berteriak liar penuh amarah sembari menatap tajam kearah Sinbad.
"Ohhhh…!!! Menyeramkan sekali!" Ucap Sinbad. Saat ini justru tatapannya tak lepas dari telur yang ada di tengah danau lava.
Sebelum kemudian, setelah beberapa saat, akhirnya ganti melihat kearah Demonic Beast Kura-kura.
"Kau pasti sudah berada disini untuk menyerap Mana Es kuno selama ratusan, atau bahkan ribuan tahun! Bisa dilihat dari aliran Mana dalam tubuhmu yang akhirnya berhasil melakukan sebuah mutasi!" Ucap Sinbad. Sembari memasang sebuah tatapan penuh ketajaman, juga mulai kembali menyunggingkan satu senyum lebar menawan di wajahnya.
"Oleh karena itu, tolong jangan bersikap egois! Waktunya pergantian shift! Sekarang giliranku!" Seru Sinbad lantang.
Bersamaan dengan seruannya, aliran dari empat atribut dual Element Seed yang ada disekitar tubuhnya, mulai bergetar hebat ketika ia kembali melakukan gerakan menyilangkan dua bilah pedang.
*Daaanggg…!!!
Aliran Mana Besi memadat dengan sangat cepat.
*Bzzzzzttt…!!!
__ADS_1
*Syyuuuuttt…!!!
Diiringi juga dengan bertambah intensnya derak Mana Listrik pada pedang kanan, serta lumeran Mana Lumpur pekat pedang tangan kiri.
*Kraaakkkk…!!!
Aksi Sinbad, diakhiri dengan ia melakukan teknik gerakan Mana Es, membekukan apapun itu yang ia pijak. Tak terkecuali lava yang menyelimuti seluruh danau kawah.
"Hahahha…!!! Sebagai bonus, mungkin aku juga akan mengambil Kristal Beast milikmu! Menjadikan kekuatan dari Mana mutasi, berada dalam genggaman tanganku!" Seru Sinbad. Mulai berubah kedalam mode Soul Knight. Tampak benar-benar memberikan semua yang ia punya, dalam pertarungan menghadapi sang raja gunung berapi.
Sosok Sinbad yang kembali berubah layaknya dewa Surgawi, bergerak menerjang cepat kearah Demonic Beast berbentuk Kura-kura.
"GRRROOOAAAAHHHHH…!!!!"
Disisi lain, Demonic Beast Kura-kura yang melihat Sinbad bergerak semakin mendekati telur berharganya, tentu saja segera bertambah marah. Berteriak liar sembari memadatkan aliran Mana mutasi yang ada di sekujur tubuhnya.
Dengan tatapan mata liar yang terlihat penuh kecerdasan, sang Demonic Beast mengatur aliran Mana mutasi, untuk hanya bergerak memutar disekitar wilayah gundukan tanah kecil. Benar-benar berniat melindungi telur yang ada diatasnya.
Sementara untuk menahan Sinbad, sang kura-kura berenang maju kedepan. Memamerkan taring-taring tajam di dalam mulutnya. Bersiap melakukan serangan fisik.
*Woooshhhh…!!!
Tindakan sang Demonic Beast, tentu saja tak membuat Sinbad sedikitpun mengurangi laju terjangannya. Justru mulai memadatkan aliran Mana Besi yang tercipta di depan, untuk sekali lagi membentuk lonceng besar.
Sampai akhirnya…
*DENTANG…!!!
***
(Wilayah lain, Pulau Api Getaran)
*DENTANG…!!!
Suara nyaring imbas benturan keras antara kepala Demonic Beast Kura-kura, dengan lonceng Sinbad, bahkan bisa terdengar sampai di sekitar pantai.
"Apa itu…!" Gumam seorang wanita yang saat ini terlihat bersembunyi di balik bebatuan karang.
Dengan ekspresi wajah terkejut, ia menatap tajam kearah puncak salah satu gunung berapi, dimana merupakan sumber dari suara keras yang baru saja terdengar.
Wanita ini yang awalnya bergerak dalam kesunyian total, benar-benar menyembunyikan hawa keberadaannya, seketika dengan tak sengaja membocorkan sedikit riak Mana dalam tubuhnya. Bersikap waspada karena sangat terkejut saat tiba-tiba mendengar dentang keras sebuah lonceng.
*Tapp…!!!
*Tapp…!!!
"Hmmmm… Kita kedatangan tamu!"
__ADS_1
Kesalahan kecil yang di lakukan oleh sang wanita, menyebabkan keberadaannya segera terdeteksi oleh dua orang Knight berkelas King yang merupakan anggota Perompak Aliansi 7 Lautan, dimana merupakan pasukan penjaga wilayah perbatasan.
"Hmmmm…!!!"
Menyadari kedatangan dua anggota Aliansi 7 Lautan, sang wanita segera memasang ekspresi wajah waspada. Kali ini tak lagi menahan auranya. Ia tahu bahwa situasi pertempuran, jelas tak terhindarkan.
"Dari pakaian yang ia kenakan, sepertinya wanita ini adalah anggota Eleanor Tribe yang entah bagaimana bisa menyusup sampai sini!" Ucap salah satu anggota Perompak penjaga perbatasan.
"Yahhh…! Tidak di ragukan lagi!" Tanggap kawan di sebelahnya.
"Tapi untuk memastikan, lebih baik kita lepas semua pakaian wanita ini! Cari token tanda pengenal yang di miliki setiap anggota kelompok Tribe! Dengan begitu, semua akan jelas!" Lanjut sang kawan. Sebelum ekspresi wajahnya mulai berubah penuh nafsu.
"Kau benar! Hahahahhaha…!" Sahut pria satunya lagi. Dengan sorot mata tak henti menatap pada beberapa sudut lekuk tubuh indah wanita di hadapannya.
Mendengar kata-kata percakapan dari dua orang pria tersebut, sang wanita anggota Eleanor Tribe segera memasang ekspresi wajah marah bercampur jijik.
"Kalian para Perompak memang sekumpulan sampah!" Bentak anggota Eleanor Tribe. Sebelum mulai berubah kedalam mode Soul Knightnya.
"Hahahhaha…! Kita lihat apa kau masih akan menyebutku sebagai sampah setelah jari-jari ajaib ditanganku ini, mulai melakukan aksi!" Jawab salah satu Perompak. Kemudian berubah kedalam mode Meridian Knight.
"Ohooo…! Jika masalah jari ajaib, aku juga tak kalah ahli!" Sahut kawan di sebelah pria sebelumnya. Ikut berubah kedalam mode Meridian Knight.
Dua orang ini hendak maju menerjang kedepan, sementara sang wanita anggota Eleanor Tribe, sedang berfikir keras menemukan celah yang bisa ia gunakan untuk kabur. Sampai secara tiba-tiba…
*Woooshhhh…!!!
*Tap…!!!
Seseorang melakukan terjangan cepat. Mendahului dua Perompak penjaga perbatasan, bergerak melewati tubuh wanita anggota Eleanor Tribe, sebelum melakukan pendaratan ringan tepat di belakangnya.
*Bzzzzzttt…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Pendaratan ringan yang dilakukan oleh sosok yang muncul secara tiba-tiba ini, berakhir dengan satu suara derak listrik, sebelum pada detik berikutnya, terdengar pula suara tebasan.
*Duggg…!!!
Bersama dengan suara tebasan tersebut, kepala wanita anggota Eleanor Tribe yang melakukan misi menyusup ke wilayah Pulau Api Getaran, terlepas jatuh dari lehernya. Mendarat pada pasir pantai.
"Sekali lagi aku melihat ada yang bermain-main dengan penyusup, maka itu adalah saat ketika kepala lain terlepas dari lehernya!" Ucap sosok tersebut, yang tak lain adalah Dante. Menatap dengan tatapan penuh nafsu membunuh pada dua orang anggota penjaga perbatasan.
---
Note :
Agak sibuk hari ini, jadi mohon maaf cuma bisa up satu chapter.
__ADS_1