Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
205 - Khan Eleanor Tribe


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


*Boooommmm….!!!


Tepat setelah Theo menebas tubuh Fairley menjadi empat bagian hanya dengan dua kali sabetan, ledakan aura dahsyat, segera menggema dan mengguncang seluruh medan pertempuran Laut Ungu.


"KAU….!!! KAU HARUS MATI!"


Itu adalah Khan Eleanor Tribe yang menjadi sangat marah. Dalam sekejap melepas semua aura kelas Emperor tahap Surga dalam tubuhnya. Berteriak lantang penuh amarah, menatap Theo dengan tatapan penuh nafsu membunuh.


Sementara seluruh pasukan Eleanor Tribe, baik itu anggota biasa ataupun para Tetua yang terjun dalam medan pertempuran, hanya bisa memasang wajah tercengang.


Tercengang saat mereka mengalihkan pandangan untuk melihat kearah dimana sang Khan menatap dengan tatapan penuh amarah, karena yang menyambut setiap tatapan, itu adalah empat bagian tubuh Fairley, mulai jatuh ke permukaan air laut. Tenggelam untuk beberapa saat sebelum akhirnya mengapung diatas air laut yang kini berwarna sepenuhnya merah.


Seluruh Knight yang berada di pihak Eleanor Tribe, benar-benar tak menyangka bahwa dalam situasi kelompok mereka yang sedari awal memegang kendali alur jalannya pertempuran karena memiliki jumlah pasukan yang begitu dominan, secara mengejutkan justru harus kehilangan salah satu orang terpenting bagi Tribe-nya.


Gelombang besar pasukan Eleanor Tribe, harus melihat Tuan Muda mereka mati secara mengenaskan ditempat yang seharusnya tak mungkin. Fairley, mati ketika dalam situasi berada di sekitar puluhan ribu pasukan Eleanor Tribe. Dibawah pengawasan dua Tetua utama Tribe-nya. Tetua Pertama dan Tetua Kedua.


Medan Pertempuran Laut Ungu, seketika berubah hening. Keheningan yang membawa nuansa berat nan mencekam.


Disisi lain, Theo yang baru saja mencabut nyawa Tuan Muda salah satu 10 Biggest Knight Group, terlebih Tuan Muda tersebut adalah calon pewaris kedudukan Khan generasi selanjutnya, masih tetap mempertahankan tatapan dingin-nya.


Tanpa rasa takut sama sekali, memandang dengan tatapan menyapu gelombang pasukan pihak lawan. Aura menekan penuh nafsu membunuh yang sedari tadi menerjang tubuh Theo dimana berasal dari Khan Eleanor Tribe, dibalas Theo dengan luapan hawa membunuh yang juga tak kalah intens.


"Hanya Tuan Muda sampah! Kenapa kalian begitu terpukul saat ia mati? Bahkan nyawa dari 100 orang seperti Fairley, tak akan sebanding dengan 1 nyawa orang bermartabat layaknya Guan Zifei!" Gumam Theo. Memecah keheningan.


Kalimat bernada dingin yang di ucapkan oleh Theo, tentu saja segera disambut oleh luapan pukulan ribu aura intens dari lautan musuh di sekitar. Seluruh anggota Eleanor Tribe, berubah marah raut wajahnya. Memandang dengan tatapan penuh nafsu membunuh kearah Boss Besar kelompok Bandit Serigala yang telah membunuh Tuan muda mereka. Tindakan yang jelas tak bisa dimaafkan. Sepenuhnya telah menginjak martabat Eleanor Tribe sebagai salah satu 10 Biggest Knight Group.


"Mati…!"


"Orang itu harus mati!"


"Tak ada ampun!"

__ADS_1


"Habisi!"


"Bunuh…!!!"


Teriakan-teriakan bernada bengis, menggema dari segala penjuru. Namun, saat hampir seluruh pasukan Eleanor Tribe sudah akan maju menerjang kearah dimana Theo berada. Satu aura dengan tekanan begitu berat, bergerak cepat mendahului setiap orang.


*Woooshhhh….!!!


*Baaammmm….!!!


Itu adalah Khan Eleanor Tribe yang bergerak maju mendahului seluruh anggota kelompoknya. Sang Khan, melepaskan serangan dahsyat pada Theo. Berniat menuntut balas atas kematian Sang Putra, dengan kedua tangannya sendiri.


Hanya saja, serangan telapak tangan yang di lancarkan oleh Khan Eleanor Tribe, dimana tentu saja mengandung bobot begitu berat karena dilepaskan oleh seorang Knight berkelas Emperor tahap Surga, nyatanya mampu di tahan Theo.


Menyilangkan Pedang Kembar Asmodeus di detik terakhir pada area dada, Theo sepenuhnya mampu menahan serangan pihak lawan, tak menerima kerugian sama sekali. Ia hanya berakhir terdorong cukup jauh dari lokasinya semula berdiri.


"Kau harus mati!" Gumam Khan Eleanor Tribe. Seraya kembali maju menerjang.


"Hmmmm… Kita lihat, kemana sabit sang pencabut nyawa berpihak! Karena aku juga menginginkan nyawamu!" Dengus Theo. Mempertahankan sorot mata penuh nafsu membunuh. Meskipun yang ia hadapi saat ini adalah Knight berkelas Emperor tahap Surga, dimana merupakan salah satu eksistensi puncak Gaia Land, jelas sekali tak ada bercak ketakutan dari sorot matanya.


*Bzzzzzttt…!!!


Dan bersama terjangan balik Theo, ia juga melakukan gerakan mengayun tangan. Puluhan sosok Boneka Bernyawa, terlempar keluar dari dalam Gelang ruang-waktu.


*BOOOOOMMMM….!!!


Satu suara ledakan dahsyat, terdengar menggema bersama aura sebaran liar menyebar luas saat akhirnya pukulan telapak tangan penuh bobot Khan Eleanor Tribe, bertemu bilah tajam pedang kembar Asmodeus.


*Booooommmm…!!!


*Booooommmm…!!!


*Booooommmm…!!!


Ledakan dahsyat pertama, kemudian berkembang menjadi rentetan ledakan lain saat para Boneka Bernyawa, dipimpin oleh tiga Boneka terkuat, Panglima Cinta-Kasih imitasi, Raja Naga Hitam, dan juga Raja Serigala Hitam, bergerak menyebar ke berbagai arah. Menerjang gelombang besar pasukan Eleanor Tribe yang ternyata sudah mulai menyusul Khan mereka. Berniat menggempur Theo dari berbagai sudut arah.


Para Boneka Bernyawa, mengeluarkan garis-garis formasi yang terhubung pada tubuh masing-masing. Menjadi perisai yang menciptakan satu area pertarungan khusus bagi Theo dan Khan Eleanor Tribe. Membuat jarak tertentu agar pasukan Eleanor Tribe, tak bisa bergerak lebih jauh lagi.


Hanya saja, meskipun para Boneka Bernyawa telah membuat garis formasi khusus, ternyata dalam beberapa sudut dimana berada agak jauh dari tiga Boneka Bernyawa terkuat, pasukan Eleanor Tribe yang bergerak dalam gelombang besar, mampu mengguncang keras. Para Boneka Bernyawa biasa yang terdiri dari Serigala metalik, tak kuasa menahan gempuran pihak lawan. Terutama para Tetua.

__ADS_1


Beberapa sudut formasi bertahan terlihat akan pecah, sampai kemudian….


*Booooommmm…!!!


*Booooommmm…!!!


*Booooommmm….!!!


Dari arah belakang pasukan Eleanor Tribe, serangan-serangan dahsyat mendarat dengan telak.


"Setelah membantai orang-orangku, sekarang kalian masih dengan berani mengabaikan aku?" Seru Sinbad lantang.


"Ikuti Kapten kalian!" Seru Dante. Memimpin seluruh anggota Perompak Aliansi 7 Lautan, untuk menyerang dari arah belakang.


Sementara dari arah lain, Razak dan Hella tentu tak mau ketinggalan. Bagaimanapun juga, yang sedang sepenuhnya terkepung oleh pihak lawan saat ini adalah Boss Besar mereka. Seluruh pasukan sayap kanan Bandit Serigala, bergerak menerjang bersama dengan Aliansi 7 Lautan.


Razak dan Hella, menjadi ujung tombak yang membuka laju serangan kelompok dengan melancarkan teknik-teknik berdaya hancur dahsyat.


Medan Pertempuran Laut Ungu yang pada mulanya adalah lokasi sayap kanan pertempuran antara Bandit Serigala dan Aliansi 7 Lautan, berubah menjadi bergelora dalam pergantian pihak yang bertempur satu sama lain. Armada besar Eleanor Tribe, satu dari 10 Biggest Knight Group, melawan dua kelompok besar Bandit dan Perompak yang baru membentuk aliansi.


*Tappp…!!!


*Tappp…!!!


*Tappp…!!!


Dalam situasi kacau medan pertempuran, satu sosok yang tampak tak melakukan serangan pada pihak manapun, bergerak dengan langkah lembut memijak permukaan air laut. Terus bergerak melewati para pihak yang saling bertempur. Menyelinap masuk kedalam garis formasi yang dibentuk oleh Para Boneka Bernyawa.


****** 


(Lokasi Medan Pertempuran Utama, dimana Barbarian Tribe melakukan serangan)


Jongha yang sebelumnya memimpin puluhan pasukan elite penjaga Khan Barbarian Tribe untuk melakukan langkah kombinasi menghadapi Sasi, saat ini tampak mengambil beberapa jarak dari lokasi pertarungan. Memandang tajam kearah dimana pertempuran besar antara pasukan Eleanor Tribe melawan aliansi Bandit-Perompak sembari mengerutkan kening.


"Aliansi?" Gumam Jongha.


"Dante kau ba*jingan!" Lanjut Jongha. Merasa telah dikhianati oleh Dante. Dimana sebelumnya sempat menjanjikan kerjasama bagi Aliansi 7 Lautan dengan Barbarian Tribe untuk memusnahkan Kelompok Bandit Serigala.


"Tuan, ada satu kapal mencurigakan yang mendekat dari arah belakang!"

__ADS_1


Dalam kekesalan Jongha, salah satu anggotanya memberi satu informasi.


__ADS_2