Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
23 - Tertegun


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh….!!!


"Tsaaaahhhh…..!!!"


Gerel yang memiliki bentuk manusia setengah ular derik ketika dalam mode Meridian Knight, saat ini tampak bagai hewan buas yang tanpa ampun membantai kawanan mangsa. Terlebih lagi, ia sedang di temani Nagini yang mana tampak jauh lebih mengerikan. Guardian Beast ini, bukan cuma memangsa lawan secara kiasan, namun benar-benar memakan beberapa orang anggota kelompok Perompak Angin Barat.


"Sialan! Kita benar-benar di bantai habis! Bagaimana bisa begini? Bukankah gadis itu hanya seorang King tahap Langit? Sama seperti kebanyakan dari kita?" Ucap salah satu anggota kelompok Perompak. Menatap ngeri kearah Gerel yang saat ini tubuhnya penuh dengan cipratan darah segar.


*Woooshhhh…!!!


*Baaammmm….!!!


Sang anggota baru saja selesai berbicara, sampai kemudian, Nagini secara tiba-tiba menyemburkan lumpur pekat yang bercampur racun. Sepenuhnya menjebak orang tersebut.


*Slaaaassshhh….!!!


Disisi lain, melihat salah satu lawannya berhasil di jerat oleh Nagini, Gerel tanpa berkedip segera menebas lehernya. Tanpa ampun memisahkan kepala targetnya dalam sekali tebasan.


"Tsaaaahhhh…..!!!"


Tak berhenti sampai disitu, Nagini yang baru saja melakukan serangan semburan lumpur, kembali mendesis dengan liar. Sebelum aliran Mana Lumpur, menyeruak keluar dari dalam sisik-sisik tubuhnya. Menyiprat keberbagai arah diatas dek kapal Perompak.


*Syuuuttt….!!!


*Syuuutttt….!!!


*Syuuuttt…..!!!


Dan pada detik berikutnya, cipratan-cipratan lumpur Nagini, secara perlahan mulai berubah menjadi ratusan sosok Nagini, namun berukuran kecil.


"K-klone! Makhluk itu bisa mengeksekusi teknik klone? Bagaimana bisa seekor Spirit Beast melakukan hal itu!" Gumam salah satu anggota Perompak. Semakin ngeri kepada sosok Nagini.


Bersamaan dengan tatapan terkejut yang ditampilkan oleh para anggota Perompak, ratusan klone Nagini yang telah selesai terbentuk dengan sempurna, mulai mendesis secara bersamaan. Menimbulkan satu suara menderu yang sangat menyeramkan serta memekakkan telinga.

__ADS_1


Suara-suara tersebut, tentu saja berakhir menjadikan suasana dek kapal, kini berubah semakin mencekam. Setiap orang segera memasang ekspresi wajah buruk. Tenggelam hatinya. Bergetar ketakutan. Tak mampu bahkan untuk berkedip menggerakkan kelopak mata.


Melihat teknik Nagini sekali lagi berhasil menjerat lawan-lawannya, Gerel tentu saja segera melakukan gerakan. Tak ingin sama sekali membuang momentum yang telah ia dapat semenjak pertama kali menginjakkan kaki diatas kapal Perompak.


*Woooshhhh….!!!


*Baaammmm….!!!


Namun, baru selangkah gadis ini melakukan gerakan, satu sosok tiba-tiba melompat keluar dari dalam ruang kapal. Memberi pukulan menyelinap kearah perut Gerel.


"Uhuuukkkk….!!!"


Gerel yang tampak terbuai oleh momentum yang dari tadi ia dapatkan, benar-benar tak menduga akan datangnya serangan menyelinap. Tertangkap lengah sehingga mendapat serangan cukup telak. Batuk darah segar beberapa kali, karena serangan yang baru saja ia terima, mengandung aliran Mana Api pekat yang menggoncang ranah jiwanya.


"Gadis sialan! Berhenti membuat kacau!" Ucap sosok yang baru saja memberi serangan. Dimana kini berdiri tegak diatas dek kapal. Menatap tajam kearah Gerel.


Sembari kemudian, dengan gerakan ayunan tangan memutar, orang tersebut melepaskan beberapa serangan semburan Mana Api, membakar seluruh klone Nagini.


"Hmmmm… Hanya sedikit Knight pengguna teknik jenis mental diatas Gaia Land! Tak kusangka hari ini aku akan bertemu satu! Terlebih, itu digunakan oleh seorang gadis muda menawan sepertimu!" Gumam sosok tersebut, menutup kalimatnya dengan tatapan tertarik kearah Gerel. Beberapa kali bahkan terlihat melirik pada area lekuk tubuh indah Gerel yang tak banyak tertutup karena kegemaran gadis ini memakai pakaian cukup terbuka.


Sementara itu, para anggota Perompak yang melihat kedatangan sosok ini, segera memasang ekspresi wajah bersemangat.


"Kapten!" Seru salah satu anggota Perompak.


"Akhirnya Kapten bergerak!" Sahut anggota lainnya.


"Hahhaha…! Dengan kehadiran Kapten yang merupakan seorang Knight berkelas King tahap Surga puncak, sekarang mari kita lihat, apakah gadis ini masih bisa tetap bertindak semaunya!" Tambah anggota lainnya lagi.


*Boooommmmm….!!!


*Boooommmmm….!!!


Hampir bersamaan dengan munculnya sosok Kapten dari Kelompok Perompak Angin Barat, pada kapal-kapal lain yang sebelumnya sedang di serang oleh anggota Kelompok Bandit Serigala, bermunculan knight-knight kelas tinggi lain yang memiliki tingkat kultivasi King tahap Surga.


Orang-orang yang baru saja muncul ini, dimana tak lain adalah para wakil Kapten dari divisi-divisi yang dimiliki oleh Kelompok Perompak Angin Barat, tanpa peringatan apapun segera melakukan langkah serangan kepada tiap-tiap anggota kelompok Bandit Serigala yang sedang mengacau diatas dek kapal divisi mereka masing-masing.


"Uhuuukkkk….!!" Xika, salah satu dari tiga gadis kembar, memuntahkan banyak darah segar ketika serangan salah satu wakil kapten, mendarat telak pada wajahnya. Sebelum setelah beberapa saat, ia akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


"Xika…!!"


Melihat saudarinya menerima serangan, Xoya, Xafi, dan juga Syakira, segera berteriak cemas. Mengerubungi tubuh tak sadarkan diri Xika.


"Kau b*jingan!" Bentak Xoya, benar-benar marah saat menyadari kondisi Xika, ternyata cukup parah. Tanpa pikir panjang, gadis ini kemudian menerjang maju kedepan, berniat menuntut balas. Tindakan Xoya, diikuti oleh Xafi. Sementara Syakira, memutuskan untuk menjaga Xika yang sedang terluka parah, tak sadarkan diri.


"Hanya dua bocah berkelas King tahap Langit awal!" Gumam wakil kapten Kelompok Perompak Angin Barat. Sebelum dengan beberapa langkah cepat, melancarkan serangan-serangan tinju kepada dua gadis kembar yang sedang menerjang kearahnya.


Sementara itu, anggota kelompok Perompak lain yang ada diatas dek kapal, mulai merasa percaya diri karena kemunculan wakil kapten mereka. Perlahan mendekati Syakira yang sedang menjaga Xika.

__ADS_1


"Gadis kecil! Kesini! Temani paman! Akan kuberi kau pengalaman yang begitu menyenangkan!" Ucap salah satu anggota Perompak. Dengan senyum lebar semakin mendekati Syakira.


"Menjauh!" Teriak Syakira, kini mulai ketakutan.


"Razaaakkkkk…..!!!"


Dalam kepanikannya, Syakira refleks berteriak memanggil nama Razak.


*Boooommmmm….!!!


Bersamaan dengan teriakan Syakira, satu pukulan yang membawa aliran Mana Besi pekat, mendarat pada dada anggota Perompak yang tadi mendekati Syakira. Pukulan tersebut, tanpa ampun membunuh pria malang itu dengan luka berlubang pada dadanya.


"Tak perlu berteriak! Lagipula, siapa suruh kau ikut-ikutan melompat ke kapal musuh? Membuat cemas saja!" Ucap Razak. Berdiri gagah memunggungi Syakira. Sudah dalam mode Meridian Knightnya.


*Baaaammmmm….!!!


Tanpa mengatakan apapun lagi, Razak melakukan gerakan saling memukulkan ujung tinju satu sama lain. Menciptakan Serbuk Besi dari Gauntlet kembar yang ia kenakan, sebelum menyelesaikan aksinya dengan membuat kuda-kuda bertarung, merubah sebaran Serbuk Besi, menjadi kepalan tinju.


*Slaaaassshhh….!!!


*Slaaaassshhh….!!!


Sementara itu, pada dek kapal yang sama, sebaran aliran Mana Besi lain, tiba-tiba menyeruak dan membentuk pisau-pisau tajam. Segera menghujami wakil kapten Kelompok Perompak yang sebelumnya sedang sibuk bertarung dan hampir mengalahkan pasangan Xoya-Xafi.


"Singkirkan tanganmu dari dua bocah itu!" Ucap Shadex. Menatap tajam kearah kapten Kelompok Perompak Angin Barat.


Situasi yang hampir sama, kini juga terjadi di atas kapal-kapal Perompak lain, para wakil pemimpin Kelompok Bandit Serigala tersisa yang sebelumnya masih diam mengamati diatas dek Glory Land Warship, akhirnya turun tangan. Terjun menyebar ke medan pertempuran.


"Orang-orang ini, kuat!" Gumam seorang wakil Kapten Perompak Angin Barat, dimana kini harus berhadapan dengan Guan Zifei.


"Tidak mungkin!"


"Tidak…!!!"


"Bagaimana bisa!"


Sang wakil kapten baru saja selesai bergumam dan mulai berubah kedalam mode Knight untuk bersiap melakukan pertempuran dengan Guan Zifei, sampai tiba-tiba, suara-suara seruan tak percaya, terdengar dari arah kapal induk utama kelompok Perompak Angin Barat. Tempat dimana sebelumnya sang Kapten, sedang bertarung dengan Gerel.


Mendengar seruan-seruan tersebut, seluruh wakil Kapten yang berada di kapal divisi masing-masing, tentu saja segera menoleh untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan ketika mereka akhirnya melihat kearah sumber suara, ekspresi orang-orang ini seketika berubah tertegun.


Bagaimana para wakil Kapten ini tak tertegun, tepat diatas dek kapal induk Kelompok Perompak Angin Barat, sesosok berambut putih dengan setelan jubah bertudung merah darah terpasang dipunggung, saat ini terlihat sedang memainkan sebuah kepala menggunakan tangan kanannya.


Sosok tersebut, yang memasang satu seringai lebar mengerikan di wajahnya, tentu saja adalah Theo, sedangkan kepala yang ia mainkan dengan lemparan-lemparan kecil, adalah kepala dari Kapten Perompak Angin Barat.


------


Note :

__ADS_1


Btw cuma mau kasih rekomendasi, karena habis jadi bahan author lain buat chat story. Mungkin kalian bisa coba baca, cukup kentang sih, bikin saya ketawa subuh2 wkwkwk... (Ada di chapter 15)



__ADS_2