Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
207 - Cassio Bandit Serigala


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


"Kau…! Apa yang kau lakukan disini! Dan apa maksudmu ikut campur!" Bentak Jongha, saat melihat siapa yang baru saja menyerangnya.


"Cassio Sang Penjagal dari Dark Guild!" Gumam Jongha. Menatap tajam pada sosok Cassio yang tengah memanggul senjata Golok raksasa di pundak.


Cassio sendiri, hanya membalas kata-kata Jongha dengan senyum lebar nan mengerikan. Justru memanggil keluar Iblis kontraknya.


Satu sosok iblis mengerikan dengan memakai jubah hitam lebar yang sepenuhnya menutupi wajah, dimana juga memanggul sebuah sabit raksasa pada genggaman tangan, tampak keluar dari dalam garis formasi pentagram yang tercipta di bawah kaki Cassio.


*Woooshhhh….!!!


Bersama munculnya sosok iblis kontrak tersebut, aliran atribut Kegelapan intens, mulai menyebar luas. Membawa hawa dingin yang begitu menusuk tulang bagi setiap anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang berada di sekitar.


"Kikikikikiki….!!!"


Sang Iblis, mulai tertawa dengan suara serak yang terdengar sangat mengganggu. Cenderung mengerikan. Membawa perasaan takut tertentu yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata bagi siapapun yang mendengar suara tawa terkekeh-nya.


*Slaaaassshhh…!!!


Sampai kemudian, dibawah tatapan ngeri setiap orang, Iblis kontrak Cassio, melakukan gerakan mengayun sabit raksasa. Melepas sebuah tebasan yang terarah keatas langit.


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


*Slaaaassshhh…!!!


Bersama gerakan mengayun sabit tersebut, aura lingkungan sekitar segera berubah total. Pada setiap udara yang berhembus, akan terasa membawa tebasan-tebasan tipis yang bergelayut lembut.


Sang Iblis kontrak, melanjutkan aksi dengan terbang menuju belakang punggung Cassio. Melebarkan jubah hitamnya yang kumal untuk bergoyang lembut di terpa angin.


"Kikikikikiki…!!!" Terus mengeluarkan suara tawa terkekeh lirih namun menusuk tulang.


Sementara Cassio sendiri, mulai melakukan gerakan mengacungkan Golok raksasa kedepan. Bersama gerakan tersebut, deru udara yang sebelumnya tersebar membawa aura tebasan-tebasan tajam, segera tertarik hanya untuk menyelimuti seluruh tubuh Cassio. Terfokus sebagian besar pada bilah tajam Golok raksasa yang sedang ia acungkan.


Kemampuan iblis kontrak milik Cassio, adalah aliran Mana Kegelapan yang bersatu dengan Mana Udara, dimana dua atribut Mana tersebut, menciptakan satu kombinasi mengerikan dengan menambah ketajaman pada setiap serangan Cassio. Khususnya senjata Golok raksasa yang menjadi andalannya.


Cassio, mendapat julukan sebagai Sang Penjagal, karena teknik Iblis kontraknya tersebut.


"Kau tadi sempat menyebut Dark Guild bukan?"


Dibawah tatapan mata para anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang kini memandanginya dengan ngeri, Cassio mulai mengucapkan beberapa kata setelah sempat hanya diam.

__ADS_1


"Yang perlu kalian tau, Cassio Black Sang Penjagal, sudah bukan lagi anggota Dark Guild!"


"Pria yang sedang berada di hadapan kalian saat ini, adalah Cassio Sang Penjagal dari Kelompok Bandit Serigala!"


"Camkan itu baik-baik!" Tutup Cassio, dengan semakin melebarkan senyumnya yang mengerikan. Menatap tajam kearah Jongha.


Jongha sendiri, segera berubah tertegun raut wajahnya begitu mendengar kata-kata terakhir Cassio. Untuk sekali lagi, benar-benar tak menduga akan ada fakta mengejutkan lain yang menghampirinya di Medan Pertempuran Laut Ungu.


Cassio sang penjagal, keluar dari Dark Guild untuk kemudian bergabung dengan kelompok Bandit Serigala? Satu informasi yang jelas sangat tak terfikir oleh siapapun.


*Tappp…!!


*Woooshhhh…!!!


Sama sekali tak memperdulikan raut wajah tertegun Jongha, Cassio tiba-tiba melakukan gerakan menerjang kedepan.


*Slaaaassshhh…!!!


Dalam sekejap melancarkan serangan tebasan dahsyat nan tajam pada Jongha.


Serangan yang dengan tanggap diantisipasi oleh Jongha untuk memilih bergerak menghindar di detik terakhir. Sama sekali tak berniat menahan langsung serangan tebasan dari Cassio yang penuh aura ketajaman pekat saat dirinya tak benar-benar siap.


*Baaaammmm….!!!


Hanya saja, tepat di detik selanjutnya saat Jongha berhasil menghindari tebasan Cassio, sebuah pukulan tinju, dengan telak mendarat pada wajahnya.


"Sialan!" Maki Jongha. Sembari mengusap darah segar yang keluar dari sudut-sudut bibirnya.


Sasi sendiri, segera melirik kearah Cassio untuk beberapa saat setelah berhasil melancarkan serangan.


Lirikan yang disambut oleh Cassio dengan anggukan.


"Silahkan!" Jawab Cassio singkat, seraya bergerak menerjang kearah lain. Menargetkan para anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe di sekitar.


Sementara Sasi, segera kembali menerjang untuk menyerang Jongha.


*Baaammmm…!!!


*Bammmmmm…!!!


*Baaammmmm…!!!


Situasi berkembang menjadi duel satu lawan satu antara Jongha dan Sasi yang saling tukar serangan tinju satu sama lain.


Cassio sendiri, berperan sebagai penghadang. Terus memberi serangan tebasan tajam bagi siapapun anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang berniat mengganggu duel antara Sasi dengan Jongha. Cassio juga tampak beberapa kali melirik kearah kabut kegelapan pekat yang ada di belakang sembari melancarkan aksi-aksinya.


*Woooshhhh….!!!


*Woooshhhh….!!!

__ADS_1


*Booooommmm…!!!


*Booooommmm…!!!


Tak berapa lama setelah kemunculan Cassio, dua sosok lain melompat keluar dari dalam kabut kegelapan. Dua sosok yang segera melancarkan serangan dahsyat, di dua lokasi berbeda Medan Pertempuran.


"Kiiieeeekkkkkk…!!!"


Satu dari dua sosok tersebut, tak lain adalah Darsa yang menerjang bersama para Demonic Beast kontraknya untuk melancarkan serangan pada beberapa titik.


Darsa yang berdiri menunggang Demonic Beast Berbentuk Kumbang, mengendalikan para Demonic Beast kontraknya untuk membantu anggota kelompok Bandit Serigala yang sedang terdesak di luar Glory Land Warship.


Sementara satu ledakan dahsyat lain, berasal dari hujaman Gada Raksasa Thomas. Si Gendut, berdiri dengan raut wajah marah di depan Glory Land Warship.


Telah dalam mode Meridian Knightnya, juga telah mengaktifkan roh item dari senjata miliknya, dimana kini bayangan kepala Roh Naga Bumi berada di belakang punggung, Thomas mengacungkan Gada Raksasa yang telah berubah bentuk dengan ujung Gada membesar beberapa kali lipat pada kelompok Barbarian Tribe yang sebelumnya mencoba merusak formasi pertahanan kapal perang.


Kemunculan tiba-tiba Cassio, Thomas, dan juga Darsa, segera membawa perubahan atmosfer di medan pertempuran. Setiap wajah dari anggota kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya tampak letih dan juga frustasi, kini berubah kembali bersemangat. Entah kenapa merasa begitu bisa mengandalkan tiga orang yang baru saja muncul.


"Bandit Serigala! Angkat kepala kalian!" Seru Thomas lantang.


"Hooooaaarrgggghhhh….!!!"


Seruan yang di sambut dengan teriakan perang membahana di seluruh lokasi medan pertempuran sekitar Glory Land Warship.


"Akhirnya datang juga! Kalian sialan!" Seru Zhou Kang. Menjadi sedikit cerah raut wajahnya. Beban berat yang sedari tadi ia panggul, kini terangkat dari pundak Tuan Muda Klan Zhou tersebut.


"Hanya tiga orang tambahan yang nantinya juga akan masuk daftar orang-orang yang terbantai! Kenapa menjadi begitu bersemangat! Dasar kumpulan Bandit sampah!" Dengus salah satu anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe yang bertugas memimpin pasukan penggedor formasi pertahanan Glory Land Warship begitu melihat moral pasukan Bandit Serigala, tiba-tiba kembali menyala.


"Jangan gentar! Ini hanya api-api sisa yang menyala karena keputusasaan! Mereka cuma sekedar ingin mati secara heroik!" Lanjut sang anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe.


"Lanjutkan serangan! Bagaimanapun juga, kita masih unggul dalam segala aspek!" Tutupnya kemudian. Memberi intruksi.


Mendengar kata-kata sang pemimpin, seluruh anggota pasukan Barbarian Tribe, kembali memasang wajah bengis, hendak akan melanjutkan rencana pembantain.


Akan tetapi. Belum sempat mereka melakukan gerakan apapun….


"Tuan…!!! Lihat kearah kabut kegelapan!" Seru salah satu anggota Barbarian Tribe.


Bersama dengan seruan tersebut, seluruh anggota Barbarian Tribe dan juga Bandit Serigala, segera menoleh untuk melihat kearah kabut kegelapan.


Dan kejadian selanjutnya…


"Apa-apaan!" Gumam anggota satuan elite penjaga Khan yang memimpin lokasi pertempuran sekitar Glory Land Warship. Memasang raut wajah begitu buruk.


Dari dalam Kabut Kegelapan yang pekat, puluhan kapal perang dengan bendera Serigala Menyalak, bergerak menerobos keluar. Puluhan kapal perang tersebut, sepenuhnya terlindung oleh Mana Besi intens, tak tersentuh kabut Kegelapan.


Tuan Leluhur, berdiri pada dek kapal perang terdepan armada Bandit Serigala. Menyebar aliran Mana Besi murni kesegala arah.


Tim Gurun Purba, bergerak memasuki medan pertempuran.

__ADS_1


__ADS_2