
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Laut Biru. Beberapa hari pasca penaklukan Wilayah Laut Hijau)
Kelompok Bandit Serigala yang telah berhasil menaklukkan wilayah Laut Hijau, akhirnya kembali melakukan pergerakan ke wilayah Laut selanjutnya yang bersebelahan dengan Laut Hijau, yakni Laut Biru.
Namun, berbeda dengan ketika menyerbu ke wilayah Laut Hijau, Theo kini hanya membawa sebagian pasukan untuk melancarkan ekspansinya.
Menggunakan informasi tentang kekuatan Perompak wilayah Laut Biru dari San Juan, Theo hanya membawa satu kapal perang Grade Superior, berisi 1000 pasukan Kelompok Bandit Serigala. Yang jika ditambah dengan kumpulan Kelompok Perompak Laut Hijau komando San Juan yang juga ikut serta dalam misi tersebut, dimana berjumlah sekitar 1000 orang, maka secara total Theo hanya membawa 2000 pasukan.
San Juan dengan yakin mengatakan bahwa jumlah tersebut akan cukup untuk menaklukkan wilayah Laut Biru, karena di dalam wilayah tersebut, jumlah Kelompok Perompak besar yang eksis tak lain adalah 15 Kelompok. Yang mana karena kebanyakan Kelompok Perompak memiliki jumlah anggota sekitar 100 orang, maka jumlah total pasukan Perompak yang akan mempertahankan wilayah Laut Biru, berkisar antara angka 1500 orang.
Berdasarkan informasi tersebut, Theo yang memang karena satu alasan tertentu tak ingin membawa terlalu banyak orang, dimana berkaitan erat dengan rencana lebih jauh, memutuskan meninggalkan sebagian besar pasukan di wilayah Laut Hijau.
Menyerahkan pucuk pimpinan sementara kepada Guan Zifei, Feizel, Shadex, dan Zota. Dimana mendapat intruksi dari Theo, untuk membawa seluruh armada bergerak mengambil posisi siaga penuh pada lokasi yang berbatasan langsung dengan wilayah Laut Ungu. Tempat dimana markas besar Aliansi 7 Lautan berada.
"Boss…! Kenapa tak langsung bergerak dalam dua barisan penuh? Dengan begitu, setelah menaklukkan Laut Biru, kita bisa melancarkan serangan ganda pada wilayah Laut Nila atau langsung ke wilayah Laut Ungu! Bersama Eleanor Tribe di Laut Putih, kita jelas bisa menggempur Aliansi 7 Lautan dari dua arah berbeda!" Ucap Zhou Kang. Sedikit tak paham dengan langkah Theo yang menurut pemikirannya, terkesan prematur dan tak efisien.
Zhou Kang sendiri, bersama Razak, adalah dua orang penting Kelompok Bandit Serigala yang di pilih Theo menemani proses penaklukan wilayah Laut Biru.
"Hmmmm… Aku punya alasan khusus untuk tak melakukan itu!" Jawab Theo singkat. Menatap kearah sebuah pulau, tempat salah satu target kelompok Perompak besar Laut Biru berada.
"Target kita telah terlihat!" Ucap San Juan.
"Tepat di belakang Pulau itu, terdapat sebuah wilayah yang memiliki kondisi alam cukup tak biasa! Disebut perairan tenang! Karena tak memiliki gelombang besar layaknya wilayah laut lepas pantai pada umumnya!" Lanjut San Juan.
"Pada perairan tenang tersebutlah para Perompak besar Laut Biru saat ini sedang berkumpul! Menghimpun kekuatan dalam upaya ancamam ekspansi Kelompok Bandit Serigala dan Dark Guild di wilayah Laut Kuning!" Tutup San Juan.
*Boooommmm…!!!
*Booommmmm…!!!
*Boooommmm…!!!
Tepat ketika San Juan menyelesaikan penjelasannya, rentetan serangan meriam berdaya ledak tinggi, terlontar dari arah pulau. Bersama dengan tembakan meriam itu pula, puluhan kapal Perompak juga mulai berlayar dari arah balik pulau.
"Waahhh… Sambutan yang cukup hangat!" Ucap Zhou Kang. Saat melihat armada kapal Perompak tak jauh di hadapannya.
"Boss…! Kita siap bergerak untuk melakukan serangan balik kapan saja! Tinggal menunggu intruksimu!" Ucap San Juan. Seraya membuat gerakan tanda isyarat pada puluhan kapal Perompak Laut Hijau yang sudah bersiap melancarkan tembakan meriam balik.
"Tunggu beberapa saat lagi! Biarkan mereka bergerak semakin dekat! Intruksikan agar tak ada yang melancarkan serangan sebelum aku membuka terlebih dahulu! Hanya tembak serentak begitu aku selesai!" Jawab Theo.
__ADS_1
"Razak! Kau tahu apa yang harus dilakukan!" Lanjut Theo, kini ganti melihat kearah Razak.
"Baik…!" Jawab Razak singkat.
*Bangg…!!!
Sebelum mulai memukulkan kedua ujung tinju Gauntlet besi.
"Iron! Aku memanggilmu!" Gumam Razak. Memproduksi Serbuk Besi.
Sementara Theo, masih menatap kedepan, pada puluhan kapal Perompak Laut Biru yang semakin mendekat. Sembari memainkan gelang ruang-waktu.
"Zhou Kang, kau akan ambil alih setelah ini! Bersama San Juan, ingat untuk melaksanakan intruksi yang tadi sempat kukatakan padamu!" Ucap Theo. Tanpa menoleh kearah Zhou Kang.
"Hmmmmm… Intruksi yang cukup aneh! Tapi tentu saja aku akan melakukannya!" Jawab Zhou Kang.
*Booommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
*Booooommmm…!!!
Rentetan serangan meriam kembali menghujami garis pertahanan armada kapal Kelompok Bandit Serigala ketika kapal-kapal Perompak Laut Biru, semakin bergerak mendekat.
"Razak! Sekarang!" Ucap Theo, seraya membuat gerakan mengayunkan tangan.
*Woooshhhh…!!!
Bersama dengan gerakan mengayunkan tangan Theo, Raja Naga Hitam melompat keluar dari dalam Gelang Ruang-waktu. Diiringi dengan Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih juga ikut melompat keluar.
"Groooooaaaahhh…!!!"
Raja Naga Hitam terbang tinggi menembus awan sembari berteriak liar. Sebelum kembali bergerak menukik turun.
*Tap…!!!
Sementara Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, melakukan pendaratan ringan sebelum menginjak air laut, melompat untuk duduk pada singgasana di punggung Raja Naga Hitam.
*Woooshhhh…!!!
Raja Naga Hitam bergerak cepat menerjang kearah armada kapal Perompak Laut Biru. Membawa aura seorang Emperor yang begitu menekan dari arah punggung ketika Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, tak henti menyebar aura miliknya.
*Baaaammmm…!!!!
*Boooommmm…!!!
Dalam sekali terjang, tubuh raksasa Raja Naga Hitam menghujam salah satu kapal Perompak yang berada di posisi paling depan. Hujaman tubuh Raja Naga Hitam, seketika menghancurkan dek kapal tersebut, sebelum diakhiri dengan kapal itu meledak, hancur berantakan saat Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, melepaskan satu serangan gelombang aura berwana emas.
*Tap…!!!
*Tapp…!!!
__ADS_1
*Taap…!!!
Para perompak Laut Biru masih dibuat tercengang dengan kemunculan dua sosok aneh berkekuatan luar biasa yang secara tiba-tiba melancarkan serangan pada salah satu kapal mereka, sampai tiba-tiba, menggunakan Aliran Serbuk Besi yang dibentuk oleh Razak menjadi jalur-jalur khusus, Theo dan Razak bergerak mendekat dari sisi lain.
"Teknik kedua Dosa Kemalasan!" Gumam Theo. Yang telah menganggam erat Palu Raksasa Belphegor dengan kedua tangan.
"Sikap Dunia Tanpa Gerakan!" Seru Theo kemudian. Tanpa peringatan apapun, mengeksekusi teknik kedua Dosa Kemalasan.
*Wuuungg…!!!!
*Baaammmm…!!!
*Baaammmm…!!!
*Baaaammm…!!!
Palu Raksasa Belphegor yang memancarkan aliran Mana Besi pekat, terlontar dari kedua tangan Theo ketika Sikap Dunia Tanpa Gerakan aktif. Melaju dalam satu arah lurus dan segera menghancurkan beberapa lambung kapal Perompak Laut Biru yang berada pada jalur serangan.
Sementara itu, tepat ketika Raja Naga Hitam, Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih, serta Theo telah melakukan serangan pembuka, Razak mulai merubah aliran Serbuk Besi menjadi bentuk lain. Sebuah jaring-jaring rantai besi raksasa, terkait satu sama lain, menutup pergerakan armada kapal Perompak Laut Biru di salah satu sisi.
"Makhluk menyeramkan apa itu? Dan lagi, patung aneh yang ada dipunggungnya, memiliki pancaran aura kelas Emperor!" Gumam San Juan, dengan tatapan mata bergetar, melihat kearah Raja Naga Hitam dan Panglima Cinta-Kasih.
"Karena telah memutuskan untuk bergabung dengan Kelompok Bandit Serigala, siapkan dirimu untuk sering terkejut!" Jawab Zhou Kang. Seraya mulai memberi tanda isyarat.
Dengan isyarat Zhou Kang, puluhan meriam yang dari tadi telah siap, serentak di tembakkan.
*Booommmm…!!!
*Booommmm…!!!
*Booommmm…!!!
Namun, puluhan tembakan meriam ini, tak ada satupun yang mengenai kapal-kapal pihak musuh. Terlihat jelas dengan sengaja di buat meleset. Hanya menyasar pada wilayah tertentu sisi-sisi armada kapal Perompak Laut Biru.
"Ingat! Jangan sampai ada yang mengenai pihak lawan! Selain dua makhluk panggilan Boss Besar, dan juga Boss Besar sendiri, tak ada yang boleh menyerang musuh!" Teriak Zhou Kang. Memberi intruksi aneh, dimana merupakan perintah langsung dari Theo.
Dengan serangan tiga arah, Kelompok Bandit Serigala tampak menggiring pasukan Perompak Laut Biru untuk hanya bergerak pada satu jalur. Yakni menuju kewilayah Laut Nila.
"Kita tak punya kesempatan! Mundur kewilayah Laut Nila untuk bergabung dengan Aliansi 7 Lautan!" Teriak salah satu Kapten Perompak Laut Biru.
Bersama itu, seluruh armada kapal Perompak Laut Biru, bergerak dalam gelombang besar dan kecepatan penuh menyusuri satu-satunya jalur yang masih terbuka.
Satu langkah yang disambut oleh Theo dengan mulai memasang senyum tipis nan licik.
"Semakin banyak yang lolos dan memasuki wilayah Laut Nila, maka itu semakin bagus!" Gumam Theo.
----
Note :
Seven Deadly Child Vol 1 mendapat audiobook dari pihak MT. Jika berkenan, silahkan berkunjung untuk mendengarkan suara merdu kak Ceria sebagai Dubber. ^^
__ADS_1