
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Sayap kanan)
*Traaanggg…!!!
*Boooommmm…!!!!
Serangan tombak ramping Guan Zifei, bertemu serangan pihak lawan. Dua bobot serangan yang tampak berimbang satu sama lain, menyebabkan dua orang yang melancarkan teknik. Terdorong mundur cukup jauh kebelakang.
Jelas sekali pertarungan antara Guan Zifei melawan Naga Keenam Aliansi 7 Lautan, berlangsung dalam situasi imbang.
"Hmmmm… Harus kuakui, kau adalah lawan paling tangguh yang pernah kuhadapi sejak menginjakkan kaki di wilayah East Region!" Gumam Guan Zifei. Sembari memainkan tombak ramping kesayangannya.
Kata-kata Guan Zifei, nyatanya hanya disambut oleh Naga Keenam Aliansi 7 Lautan yang menjadi lawannya, dengan mulai memasang ekspresi wajah sangat serius.
Dalam beberapa kali benturan yang terjadi pada pertarungan antara dirinya dan Guan Zifei, dimana Naga Keenam bisa merasakan bagaimana bobot serangan tak biasa yang dilancarkan oleh pihak lawan, Sang Naga yang awalnya sedikit menganggap remeh anggota Klan Guan tersebut, kini tak berani lagi mempertahankan sikap meremehkan.
"Lawan paling tangguh! Karena kebetulan, aku belum pernah berhadapan secara langsung dalam situasi pertarungan satu lawan satu dengan Boss Besar!" Tutup Guan Zifei. Seraya bergerak menerjang kedepan.
*Taapp…!!!
"Hmmmmm…"
Naga Keenam mendengus untuk sesaat. Sebelum kemudian ikut menerjang untuk menyambut Guan Zifei.
*Taaap…!!!
***
(Lokasi lain sayap kanan)
*Boooommmm…!!!
*Boooommmm…!!!
*Booommmm…!!!
"Hahhahaha…!!! Ini sungguh menegangkan!" Seru Feizel lantang. Sembari melancarkan serangan beruntun menggunakan kedua tinjunya yang saat ini terlihat menyala dengan api membara.
Saat Guan Zifei masih bertarung sengit melawan Naga Keenam, Feizel yang juga berada di sayap kanan medan pertempuran, tampak sedang berada pada situasi unggul dalam duelnya melawan Naga Ketujuh Aliansi 7 Lautan.
Jelas sekali Naga ketujuh yang merupakan True Knight bersenjata Gada kembar, bersama Spirit Beast kontrak A*njing Laut-nya, tak mampu mengimbangi kekuatan tubuh fisik Feizel, dimana adalah seorang Meridian Knight beratribut Besi.
__ADS_1
Sosok Feizel yang telah menyerap Kristal Beast dari Demonic Beast bergaris darah Ancient, Kerbau Ganas Neraka, saat ini terlihat begitu perkasa. Ukuran tubuhnya bertambah beberapa kali lipat lebih besar. Dengan dua tanduk yang mencuat diatas kepala.
Ditambah teknik Menempa Tubuh Membara yang ia aktifkan selama jalannya pertarungan, Feizel tampil begitu mendominasi. Tak memberi ruang gerak apapun bagi lawannya.
Setiap Naga Ketujuh membuat gerakan kombinasi bersama Spirit Beast kontraknya, itu selalu berakhir dengan satu tangan Feizel yang membara, menahan salah satu serangan, sementara tangannya yang lain, menghujamkan pukulan keras. Tak hanya satu pukulan, namun beberapa pukulan tinju sekaligus dalam satu waktu.
Situasi seperti itu bertahan untuk waktu tertentu. Sampai kemudian, Naga Ketujuh yang mulai kebingungan. Akhirnya melangkah mundur untuk mengambil jarak dari lawannya. Memikirkan solusi.
Namun, ketika Naga Ketujuh belum sempat menemukan solusi apapun, Feizel justru ganti menerjang maju. Melancarkan pukulan beruntun untuk mengincar Spirit Beast kontrak pihak lawan.
Spirit Beast berbentuk A*njing Laut milik Naga ketujuh, berakhir terluka parah. Luka parah yang juga berimbas pada sang Master. Karena bagaimanapun juga, jalinan kontrak jiwa yang terhubung pada ranah jiwa masing-masing, menyebabkan seorang True Knight, berbagi luka dengan Spirit Beast kontraknya.
"Hahhahahhaa…!!! Jika kau di sebut sebagai seorang Naga, maka apa sebutan yang layak untukku? Raja Naga?" Seru Feizel. Mulai melempar kalimat bernada provokasi untuk semakin memancing pihak lawan.
*Taaappp…!!!
*Boooommmm…!!!
Feizel, menutup kalimatnya, dengan kembali melakukan terjangan. Untuk kesekian kalinya mendaratkan satu pukulan keras pada kepala Spirit Beast kontrak Naga Ketujuh.
"Sialan…!!!" Bentak Naga Ketujuh. Akhirnya kehilangan ketenangan. Menerjang balik kearah Feizel.
"Hehehe…!!"
*Booooommmm…!!!
Terjangan Naga Ketujuh, disambut oleh Feizel dengan melayangkan tinjunya.
***
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Naga Kedelapan Aliansi 7 Lautan, seorang pria kurus bertangan kanan buntung, Soul Knight dengan kelas Emperor tahap awal beratribut Air, tampak sedang melempar teknik serangan tebasan Mana Air tajam yang dilancarkan secara beruntun tanpa jeda kepada pihak lawan. Meria.
Serangan tebasan pedang dari Naga Kedelapan sendiri, berasal dari tangan kanan buntungnya yang ia bentuk menjadi seperti pedang raksasa.
Berbanding terbalik dengan situasi pertarungan Feizel, Meria yang saat ini sedang menghadapi Naga Kedelapan Aliansi 7 Lautan. Terlihat sangat kewalahan. Nenek tua itu berada dalam situasi sepenuhnya tertekan, imbas dari tubuh tuanya yang tak mampu mengimbangi kecepatan gerak dari Naga Kedelapan.
Rentetan serangan tebasan yang dilancarkan oleh Naga Kedelapan, sedikit demi sedikit mulai mendarat pada tubuh rentah Meria begitu nenek tua tersebut, secara perlahan kehabisan simpanan Mana. Melambat pergerakannya.
Sudah sangat jelas bahwa itu hanya menunggu waktu saja sampai Naga Kedelapan memenangkan duel.
Situasi di sayap kanan, berkembang menjadi tergantung pada seberapa cepat Feizel dan Naga Kedelapan menyelesaikan lawannya masing-masing. Siapa yang berhasil mengalahkan lawan lebih dahulu, akan memberi dampak besar pada hasil akhir pertempuran sayap kanan.
Jika itu Feizel, maka ia bisa segera memberi uluran tangan pada Meria. Membuat pertarungan menjadi 2 lawan 1. Dilanjutkan dengan membantu Guan Zifei setelah mengalahkan Naga Kedelapan.
Namun, tentu saja kemungkinan situasi yang sama, juga berlaku bagi Aliansi 7 Lautan. Jika Naga Kedelapan bisa mengalahkan Meria terlebih dahulu. Maka pihak mereka yang akan memiliki peluang besar untuk bisa memenangkan pertempuran sayap kanan.
***
__ADS_1
(Medan pertempuran utama. Sekitar Glory Land Warship)
"Aku hanya akan mengawasi, sama sekali tak ikut campur dalam pertarunganmu! Apa itu tak masalah?" Tanya Sasi. Kepada Razak yang saat ini sedang berdiri pada sisi dek Glory Land Warship. Menatap lekat kearah kedalaman laut.
"Tentu saja tak masalah Master! Malah itu memang yang kuinginkan!" Jawab Razak singkat.
"Bagus…!" Tanggap Sasi.
"Hanya saja, aku perlu memberi peringatan terakhir! Jangan remehkan lawanmu kali ini! Dia sangat kuat!" Tutup Sasi.
"Murid paham!" Gumam Razak. Sebelum ekspresi wajah bocah tersebut tiba-tiba bertambah semakin serius ketika sorot matanya yang teguh, seperti menangkap sesuatu dari arah kedalaman laut.
*Woooshhhh…!!!
Dan, bersama perubahan ekspresi yang di tunjukkan oleh Razak. Sosok Dante melompat keluar dari dalam laut. Telah dalam posisi menarik Katana-nya yang kini berderak liar dengan aliran Mana Listrik biru. Menyebar kesegala arah.
*Bzzzzzttt…!!!
*Baaammmmm…!!!
Dante mendarat dengan pijakan keras pada laut beku. Menatap tajam kearah Razak. Sembari mengarahkan ujung Katana-nya pada sang Bocah.
"Iron…!"
*Baaaammmm…!!!
Aksi provokatif Dante, disambut Razak dengan kembali memukul kedua ujung tinju Gauntlet ganda. Mulai memproduksi Serbuk Besi Bunga Udumbara.
*Woooshhhh…!!!
*Klang…!!!
*Klang…!!!
*Klang…!!!
Serbuk besi yang telah tercipta, dalam sekejap dibentuk menjadi kepalan tinju besi oleh Razak. Namun tak seperti sebelumnya, ukuran dari kepalan tinju besi, kini layaknya kepalan tangan pria dewasa normal. Hanya saja, itu tak berjumlah satu, namun ratusan.
"Menempa Tubuh Surgawi!" Gumam Razak. Melakukan kuda-kuda serangan.
Disisi lain, bertepatan dengan Razak tadi mulai menyiapkan tekniknya, Dante yang menjadi pihak lawan, juga melakukan persiapan yang sama.
Wakil Kapten Perompak Naga Laut tersebut telah menyarungkan kembali Katana-nya. Sedang dalam posisi memasang kuda-kuda serangan. Tangan kanan Dante, menggenggam erat gagang Katana.
Bersama sikap yang di pasang Dante, derak listrik biru, menjilat liar pada seluruh badan Katana. Juga pada kedua tanduk Qilin diatas kepalanya.
Dan, detik berikutnya ketika persiapan yang di lakukan Razak serta Dante telah selesai…
"Ratusan Tinju Dewa Besi!" Seru Razak lantang. Membuat gerakan memukul kedepan.
"Halilintar Penguasa Tunggal!" Seru Dante. Menarik bilah Katana, melepas tebasan kedepan.
---
__ADS_1
Note :
Absen, jangan lupa woee...