Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
229 - Kekuatan Pada Tekanan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


*Wuuungg….!!!!


Suara dengungan keras tak berhenti untuk terus menggema. Begitu memekakkan telinga.


Dengunan keras yang terdengar, juga diiringi deru getaran mengguncang ruang.


Razak yang saat ini masih berada dalam situasi terjerembab pada lantai ruangan, hanya bisa terus memandang kearah lokasi dimana Theo sedang menghimpun suatu energi tak kasat mata.


Energi yang menjadi penyebab seluruh peristiwa mengguncang disekitar.


Sampai kemudian, ketika Razak secara lirih mendengar Theo menggumamkan sesuatu, sebaran aliran Mana tak kasat mata yang sedari tadi dihimpun oleh Theo, berkembang menjadi semakin dahsyat.


Dalam sekejap menekan balik serta mulai menundukkan deru energi tak kasat mata lain yang sebelumnya sudah ada memenuhi ruang luas, berpusat pada benda yang sempat disebut Theo sebagai Logam Mulia Ruang Angkasa.


Razak hanya sempat sedikit melihat dari arah punggung Theo muncul sesosok gadis kecil bertubuh transparan. Gadis tersebut melayang di belakang kepala Theo, sebelum sosok Boss Besar-nya, tampak mulai berubah wujud.


Hanya saja, tepat ketika Theo sudah mulai berubah wujud, tekanan energi tak kasat mata, berkembang menjadi semakin intens. Seketika menambah beban berat yang membekap tubuh Razak. Tekanan yang bertambah intens puluhan hingga ratusan kali lipat, segera membuat Razak tak kuasa lagi untuk sekedar mengangkat wajah.


*Bammmm….!!


Dengan cukup keras, wajah Razak tarbanting pada lantai ruang. Kening bocah tersebut menghujam keras pada lantai.


'Tekanan macam apa ini?' Gumam Razak dalam hati. Merasa sekujur tubuhnya seperti sedang ditindih oleh beban yang sangat berat.


*Draaaakkkk…!!!


Razak masih mencoba untuk memahami situasi, sampai tekanan yang menimpa tubuhnya, berkembang semakin menjadi. Lantai ruang, mulai remuk. Sedikit menenggelamkan tubuh sang bocah.


Menyadari bahwa itu akan berbahaya jika ia tak segera melakukan sesuatu, Razak akhirnya memutuskan untuk tak lagi mencoba ingin tahu. Dengan sigap mengalirkan seluruh simpanan Mana Besi dalam Element Seed, untuk menyelimuti seluruh tubuh. Sepenuhnya memfokuskan konsentrasi dalam usaha melindungi tubuhnya.


*Draaaakkk….!!


Tekanan tak berhenti untuk bertambah intens. Tubuh Razak, semakin tenggelam dalam lantai ruang yang remuk serta memiliki garis-garis retakan memanjang. Razak juga mulai bisa merasakan punggungnya sedang dijatuhi oleh serpihan-serpihan batu kerikil. Menandakan tak hanya lantai. Langit-langit ruangan, juga mulai hancur.


*WOOOSHHHH….!!!

__ADS_1


Dalam situasi sepenuhnya tertekan, Razak tiba-tiba kembali merasakan sebuah hembusan aliran Mana luar biasa dahsyat. Kali ini bukan aliran Mana tak kasat mata. Melainkan aliran Mana Tanah padat yang begitu menggeliat.


*Wuuungg….!!!


Aliran Mana Tanah padat yang menyebar luas, berderak untuk sementara waktu, sebelum kembali tersamarkan oleh luapan Mana tak kasat mata yang menambah bobot tekanan dalam ruangan.


*Booooommmm….!!!


*Booooommmm….!!!


*Booooommmm….!!!


Kejadian selanjutnya, itu adalah suara ledakan-ledakan keras, menggema di telinga Razak.


Ledakan-ledakan yang semakin mengguncang ruang sekitar. Menambah retakan pada lantai, menenggelamkan tubuh terjerembab Razak semakin dalam, diiringi pula dengan kini tak hanya serpihan kerikil, beberapa batu besar, jatuh pada punggung Razak.


Hanya saja, karena sempat memfokuskan seluruh aliran Mana Besi untuk melindungi tubuh, timpahan beberapa batu besar tersebut, tak memberi luka fisik apapun pada tubuh Razak. Yang membuatnya menggertakkan gigi menahan deru rasa sakit pada sekujur tubuhnya, itu adalah tekanan dari medan tak kasat mata yang memberi bobot tambahan begitu berat pada sekujur tubuhnya.


'Jika terus seperti ini, bukan hanya tubuh fisik, bahkan ranah jiwaku akan terguncang!' Gumam Razak. Memasang wajah tegang sembari terus menggertakkan gigi-gigi.


Razak yang sempat merasa bahwa perkembangan dari kekuatan tubuh fisiknya sudah berada di jalur yang tepat, untuk saat ini mulai berfikir bahwa ternyata itu benar-benar belum cukup signifikan.


Dihadapan kekuatan misterius yang tak mampu ia lihat, Razak bahkan harus berakhir terjerembab pada lantai ruang. Hanya bisa mengangkat wajah.


Dihadapan dari kekuatan yang saat ini di eksekusi oleh sang Boss Besar, itu bukan cuma menyebabkan Razak terjerembab, bahkan harus secara paksa di tundukkan kepalanya.


Razak Khan, berakhir jatuh terjerembab, bagai bersujud dengan kening menempel pada lantai. Tak mampu bahkan hanya untuk mengangkat wajah di hadapan salah satu dari sekian banyak kekuatan Theo.


'Tujuanku sebenarnya cuma ingin berjalan tepat di belakang punggungmu! Membantu untuk menjaga punggungmu sampai suatu saat melihat kau benar-benar berhasil mendaki ke puncak tertinggi!' Gumam Razak. Mulai digelayuti perasaan frustasi. Mengepalkan tinju begitu keras hingga kuku-kuku menembus kulit. Berdarah.


'Namun, setiap aku berhasil maju satu langkah mendekat, itu seperti kau berjalan dua sampai tiga langkah lebih cepat! Membuatku tetap tertinggal! Bahkan semakin jauh tertinggal!'


'Bagaimana aku bisa berharap untuk berada tepat di belakang punggungmu jika terus berjalan seperti ini?' Gumam Razak dalam hati. Seraya membuka kedua mata lebar. Memerah.


'Aku harus berjuang lebih keras! Aku harus berlatih lebih keras lagi!'


Mendorong mentalnya sendiri, Razak memaksa tubuh untuk melawan tekanan berat yang mendera. Perlahan mulai mengangkat sedikit wajahnya.


Dalam tekanan yang benar-benar membebankan tubuh fisik, Razak menolak untuk berubah wujud masuk dalam mode Meridian Knight.


Meskipun dengan memanfaatkan perubahan Qilin Besi yang nantinya dikombinasikan dengan kekuatan Iron sang roh item Bunga Udumbara Serbuk Besi ia memiliki kesempatan besar untuk bisa bangkit, namun hal tersebut tak ia lakukan.


Razak yang dari awal memasuki sumur berniat menjadikan perjalanan kali ini sebagai sarana latihan, sudah berkomitmen hanya akan menggunakan kekuatan tubuh fisik. Berusaha untuk terus menempa kekuatan tubuh fisiknya.

__ADS_1


Sebelumnya memang ia sempat menggunakan kekuatan Iron untuk menangkap pasukan mayat hidup, namun itu semua karena intruksi langsung dari Theo.


'Berkembang lebih kuat! Terus tempa tubuh fisik!' Gumam Razak. Kini berhasil mengangkat kepala. Meski harus menerima konsekuensi dari sendi serta tulang leher retak di beberapa bagian.


Dalam tekanan intens yang membahayakan tubuhnya, Razak yang melanjutkan usaha dengan memaksa berusaha mengambil posisi berdiri menggunakan tumpuan pada dua lengan dan lutut, sudah merasakan beberapa tulang pada siku, lutut, dan punggung retak.


Situasi yang membuat Razak semakin menggerakkan gigi dengan frustasi. Melotot marah. Begitu kecewa pada tubuh fisiknya yang tak mampu menahan beban. Sampai tiba-tiba, peristiwa tak terduga menghampiri sang bocah.


*Wuuussshhh….!!!


Dalam situasi benar-benar marah dan frustasi, satu hembusan aura yang terasa familiar, menghampiri indra perasa Razak. Aura tersebut, mulai bergelayut untuk menempel pada tubuh Razak. Terserap masuk dan mulai melebur dengan aliran Mana Besi yang berdenyut dalam garis-garis Meridiannya.


'Ini….' Gumam Razak. Seketika menjadi sedikit cerah raut wajahnya. Seperti telah menemukan sesuatu yang sedari tadi sedang ia cari-cari.


'Jawaban yang sudah kutunggu!'


'Aura Medan Magnet!' Lanjut Razak.


Dalam rasa pahit serta frustasi, Razak menemukan satu metode baru untuk mengembangkan kualitas Mana Besi dalam tubuhnya.


Otak Razak yang akan menjadi sangat brilian saat menyangkut tentang pelatihan serta pertarungan, segera memproses hal baru yang berhasil ia tangkap.


Dalam sekejap, Razak yang pada awalnya hanya menggunakan aura medan magnet untuk dimanfaatkan dalam situasi sekitar tubuh luar, mulai menyadari itu bisa digunakan dengan lebih efisien.


Razak mulai melebur aura medan magnet untuk masuk kedalam garis-garis Meridan. Menyatu dalam aliran yang sama dengan Mana Besi miliknya.


Dua hal berbeda yang sedang berenang di dalam garis-garis Meridan Razak, menyebabkan satu efek saling tekan antara aura medan magnet dengan aliran Mana Besi.


Otot-otot di tubuh Razak mulai membesar. Tubuhnya berkembang menjadi lebih besar. Luapan tenaga yang seperti tanpa batas, bergerak liar memompa kekuatan tubuh fisiknya.


*Booooommmm….!!!


Sampai akhirnya, Razak perlahan berhasil melawan beban yang mendera sekujur tubuh. Suara ledakan keras yang menghancurkan lantai, menjadi momen saat Razak, perlahan berdiri.


Razak dengan tubuh membesar beberapa kali lipat, otot-otot berdenyut keras seperti sedang bernafas, dengan langkah berat mulai mendaki lubang yang sebelumnya menjadi tempat ia terjerembab.


Dan tepat ketika Razak sudah mendaki hingga pada posisi bisa kembali melihat sosok Theo….


*Booooommmm….


Sebuah ledakan dahsyat yang menderu, menjadi pemandangan pertama menyambut Razak.


Logam Mulia Ruang Angkasa, dimana berukuran raksasa, hancur menjadi beberapa bagian.

__ADS_1


__ADS_2