
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(House Alknight)
"Hmmmm… Luka-lukanya sangat parah! Hampir semua bagian tulang penting dalam tubuh patah!" Ucap Master Aegric. Tetua bidang Alchemy House Alknight. Ketika baru selesai memeriksa kondisi Gregoric.
Dengan ekpsresi wajah serius, pria tua ini terus memfokuskan perhatian pada Ranah Jiwa. Berharap tak ada luka serius yang juga berdampak pada Ranah Jiwa Gregor.
Disisi lain, Gregor yang tengah berbaring di ranjang perawatan, dari tadi justru tak henti memasang ekspresi wajah antusias. Meskipun dalam kondisi tubuh terluka parah, Tuan Muda Kedua House Alknight tersebut masih mampu mempertahankan kesadaran.
*Bleeeetaaaakkkk…!!!
Sampai kemudian, ketika Gregor masih memasang ekspresi wajah antusias, cenderung terlalu bersemangat, Master Aegric yang baru saja menyelesaikan pengamatan serius pada Ranah Jiwa, tiba-tiba memberi jitakan keras pada kepala Gregor.
"Aaaarrgghhhhh…!!! Master! Apa kau tak tahu kalau aku sedang dalam kondisi terluka?" Dengus Gregor. Hanya bisa mengeluh saat merasakan sakit di kepala. Jika saja kedua tangannya tak sedang terluka, ia pasti sudah mengusap ujung kepalanya dengan keras.
"Hmmmm… Konyol! Tentu saja aku tahu!" Dengus Master Aegric balik. Sembari sedikit menekan kaki kanan Gregor yang mengalami patah tulang di beberapa bagian.
"Aaaarrgghhhhh…!!! Master! Hentikan!"
Tindakan Master Aegric, tentu saja segera disambut oleh Gregor dengan kembali berteriak keras kesakitan. Memohon agar sang Master menghentikan tekanan tangan pada kakinya.
Namun, Master Aegric yang mendengar teriakkan tersebut, bukan menghentikan aksinya. Justru semakin menambah tekanan pada kaki Gregor.
"Aaaarrgghhhhh…!!!"
Gregor kembali berteriak kesakitan. Berusaha mengatakan sesuatu, namun begitu ia melihat kearah wajah Master Aegric, kakak lelaki Theo ini justru segera memasang ekspresi wajah ngeri.
Bagaimana tidak, tepat saat Gregor melihat kearah wajah Master Aegric, yang menyambutnya adalah sang Master tua, saat ini sedang menatap balik kepadanya. Sembari menambah tekanan tangan pada kaki patah Gregor, kakek tua itu memasang seringai lebar mengerikan.
__ADS_1
'Pak tua psikopat!' Gumam Gregor dalam hati. Sembari menahan sekuat tenaga rasa sakit yang mendera tubuhnya.
Ekspresi wajah antusias Gregor seketika lenyap. Diganti dengan wajah tegang ketika ia mulai menggertakkan gigi-giginya.
"Harus kuakui, kau adalah Knight dengan anugerah tubuh fisik paling tangguh yang pernah kutemui! Selain tentu saja adikmu, Theo!" Ucap Master Aegric.
"Jika itu orang lain yang menderita luka seperti yang saat ini sedang kau alami, mereka pasti sudah akan pingsan. Tak kuasa menahan rasa sakit dari puluhan tulang patah dalam tubuh!" Lanjut Master Aegric. Memuji keteguhan dan ketangguhan tubuh fisik Gregor.
Namun, meski kata-kata yang keluar dari mulut pria tua ini jelas adalah sebuah pujian, itu berbanding terbalik dengan raut wajahnya.
Master Aegric yang dalam keseharian di kenal sangat berwibawa dan memiliki kharisma teduh, karena selalu memasang wajah ramah, kali ini terlihat berubah bagai kakek tua psikopat ketika terus memasang seringai lebar menatap kearah Gregor. Sembari tanpa belas kasihan, menambah tekanan pada kaki Gregor yang terluka.
"Gregor! Sekalipun kau memiliki tubuh fisik yang tangguh, kedepan, aku sarankan untuk berhenti memaksakan diri!" Lanjut Master Aegric. Tak memperdulikan teriakan keras Gregor yang kini mulai meronta kesakitan. Tindakan yang menyebabkan rasa sakit pada sekujur tubuhnya, justru bertambah intens.
"Aaaarrgghhhhh…!!! Master! Tak bisakah kita melakukan obrolan dengan cara normal? Beri nasehat dengan cara biasa saja!" Seru Gregor. Dengan raut wajah pucat pasih.
"Aku akan melakukan itu jika sedang mengobrol dengan orang normal! Namun, jika sudah berhadapan dengan kalian tiga bersaudara, jelas cara normal tak akan berlaku!" Jawab Master Aegric.
*Kraakkk…!!!
Sekali lagi menambah tekanan di kaki Gregor. Menyebabkan satu suara retakan yang akan membuat rasa tak nyaman di telinga bagi siapapun yang mendengarnya.
"Ingat ini baik-baik! Jika kau masih bersikeras melakukan pelatihan yang terlalu membebani tubuh fisik diluar batas yang dapat di tahan, maka bukan kekuatan yang akan kau dapat! Tapi cedera yang menyebabkan cacat permanen!" Ucap Master Aegric. Melanjutkan nasehatnya.
"Hmmmm… Ingat rasa sakit ini saat di waktu yang akan datang, kau berniat kembali melakukan tindakan gegabah yang jelas diluar batas kemampuan!" Jawab Master Aegric, untuk terakhir kalinya, menguatkan tekanan pada kaki Gregor. Sebelum mulai menarik tangannya.
"Haaahhh…!!! Haaahhh…!!! Hahhh…!!" Gregor seketika mengatur nafas tersenggal saat rasa sakit di kaki sedikit mereda. Meskipun memang tetap merasakan sakit mendera sekujur tubuh.
"Itu terserah kau mau mengatakan apapun!" Ucap Gregor.
"Namun yang jelas, aku tak akan menyesali keputusan melakukan perjalanan memasuki Hutan Pinus Beku bagian dalam sebelumnnya!" Lanjut Gregor.
"Karena dalam perjalanan tersebut, aku mampu menaikkan kualitas tubuh fisikku ke level yang lebih tinggi lagi!" Ucap Gregor. Kini eskpresi antusias, kembali menghiasi wajahnya.
"Belum lagi, sebagai bonus, aku berhasil mendapatkan Kristal Beast dari Raging Ape! Raging Ape langka dengan atribut Es! Dengan itu, aku benar-benar mendapatkan panen besar!"
"Aku akan menjadi seorang Meridian Knight yang lebih tangguh lagi setelah menyerap Kristal Beast Raging Ape Ice!" Tutup Gregor. Sembari akan mulai memasang seringai lebar.
Namun, belum sempat Gregor memasang seringainya, Master Aegric mendahului. Pria tua ini memasang seringai lebar khas keluarga Alknight sembari menatap tajam kearah Gregor.
__ADS_1
"Seperti tadi kukatakan! Cara normal tak berguna untuk menghadapi kalian!" Gumam Master Aegric.
*Bleeeetaaaakkkk…!!!
Master Aegric melanjutkan dengan untuk kedua kalinya memukul keras kepala Gregor.
*Baaagggg…!!!
Diakhiri dengan pukulan keras di perut. Menyebabkan Gregor yang sempat akan kembali mengeluh, segera membelalakkan mata lebar sembari menggertakkan gigi-gigi untuk menahan sakit.
*Baaaagggg…!!!!
Disisi lain, melihat Gregor tampak masih mampu bertahan, Master Aegric sekali lagi memberi pukulan keras pada perut. Dimana kali ini menyebabkan Gregor tak mampu lagi bertahan. Jatuh tak sadarkan diri.
"Bocah keras kepala! Untungnya Ranah Jiwa mu tak mengalami luka yang serius! Dengan luka parah pada semua bagian tubuh fisik, jika Ranah Jiwamu juga terluka, maka tamat sudah riwayat jalan Knightmu!" Dengus Master Aegric.
Master Aegric tampak masih marah untuk beberapa saat. Tapi setelah beberapa waktu menatap lekat wajah Gregor yang tak sadarkan diri, senyum tipis mulai menghiasi wajah pria tua ini.
"Untuk mencapai puncak tertinggi, harus berani mengambil segala resiko! Benar begitu?" Gumam Master Aegric. Kini tiba-tiba teringat kalimat yang pernah di sampaikan Theo ketika menjelaskan rencana jangka panjang dalam upaya menyelesaikan konflik internal House Alknight beberapa tahun yang lalu.
"Sebaiknya aku memberi laporan mengenai kondisi bocah ini pada ayahnya! Agar tak terlalu khawatir!" Lanjut Master Aegric. Melangkah meninggalkan ruang perawatan.
"Kalian boleh masuk sekarang! Jika bocah ini sudah sadar, jangan biarkan ia kembali melakukan hal konyol!" Ucap Master Aegric, begitu sampai di luar ruang perawatan. Memberi pesan pada Asley dan Sasha, dua sahabat karib Gregor yang sedari awal menunggu di luar.
***
(Aula utama House Alknight)
*Bugg…!!!
*Bugg…!!!
*Buuggg…!!!
Dengan gerakan santai, Issabela dan tetua Dark Guild, melempar beberapa kepala.
"Hmmmm… Issabela, apa ini?" Ucap Lord Arduric. Mengerutkan kening menatap putrinya.
"Penyusup!" Jawab Issabela singkat. Sebelum melangkah untuk mengambil posisi duduk anggun di salah satu kursi aula utama.
__ADS_1
"Tuanku! Para penyusup ini di temukan oleh Nona Issabela pada salah satu sisi terpencil pinggiran Hutan Pinus Beku! Tampak sedang berusaha memasuki Wilayah Hutan Pinus Beku!" Ucap Tetua Dark Guild. Melanjutkan untuk memberi penjelasan pada Lord Arduric.
Satu kalimat pembuka penjelasan yang disambut oleh Lord Arduric semakin menambah kerutan di keningnya.