Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
185 - Menerjang Lautan Musuh


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_______________________________________


'Bocah! Apa tantangannya?' Tanya Ernesto, begitu mendengar Theo sempat menyebut nama Kung-Peng.


Mendengar pertanyaan Ernesto, Theo tak segera memberi jawaban. Ia tampak masih menatap langit yang penuh dengan Demonic Beast berkelas Boss, dimana seluruhnya kini sedang bergerak menerjang turun.


Gelombang besar ratusan Demonic Beast yang bergerak turun secara bersamaan, tentu saja membawa hawa menekan yang begitu berat. Seluruh-nya terkunci dan membebani tubuh Theo. Membuat suasana Lembah Demonic Beast, saat ini terasa begitu mencekam.


"ROAAARR….!!!"


"KIIEEEKKKKKK….!!!"


"KWAAAKKK….!!!"


Raungan-raungan liar dari para Demonic Beast yang terlihat sedang sangat marah, semakin menambah hawa berat pada lokasi sekitar.


Namun, di bawah semua tekanan yang saat ini sedang menimpa tubuhnya, Theo yang menjadi pusat dari semua kekacauan yang tiba-tiba terjadi, saat ini tampak masih memasang sorot mata penuh ketajaman. Ia tak terlihat gentar atau takut sama sekali, bahkan seringai yang sedari tadi menghiasi wajahnya, semakin waktu justru berkembang semakin lebar.


'Bocah! Apa tantangannya?' Tanya Ernesto sekali lagi. Menjadi tak sabar serta bertambah cemas saat melihat bagaimana reaksi Theo menatap gelombang besar Demonic Beast kelas tinggi diatas langit.


"Tantangan?" Gumam Theo. Seraya mulai menghimpun aliran Mana Cahaya dalam Element Seednya. 


"Sebenarnya cukup sederhana!" Lanjut Theo.


Derak Api Surgawi, kini mulai menyala pada kedua kepalan tangan.


"Aku hanya perlu membantai gelombang yang ada di depan! Tak menyisakan satupun!" Tutup Theo.


*BOOOOMMMM….!!!!


Bersama Theo menutup kalimatnya, aliran Mana Cahaya yang sedari tadi ia himpun di dalam Element Seed, seketika meledak dalam intensitas dahsyat.


Mana Cahaya menyebar luas untuk beberapa saat, sebelum dengan kepadatan tinggi, tertarik kembali menuju tubuh Theo. Berubah menjadi ratusan Rantai cahaya berukuran besar.


*Sraaaakkkk….!!!


Aksi Theo, dilanjutkan dengan ia membentuk segel tangan. Mengeluarkan Rantai Cahaya inti berukuran tak terlalu besar dari dalam dadanya. Namun, meski memiliki ukuran tak terlalu besar jika dibandingkan dengan ratusan rantai cahaya lain, rantai inti yang terhubung langsung kedalam ranah jiwanya tersebut, memiliki intensitas kepadatan Mana Cahaya paling pekat.


*Klaanggg…!!!


*Klaanggg…!!!

__ADS_1


*Klaanggg…!!!


Suara-suara berisik, terdengar nyaring saat ratusan rantai cahaya, mulai terpasang secara otomatis pada rantai inti. Menempel sempurna, mulai berputar dalam gerakan cepat menyelimuti seluruh tubuh Theo. 


*Woooshhhh….!!!!


Teknik rantai cahaya yang telah sepenuhnya terbentuk, dilengkapi Theo dengan kobaran Api Surgawi pekat. Berubah menjadi rantai emas yang siap digunakan Theo memasuki pertempuran.


Theo sendiri, sebenarnya cukup terkejut dengan perubahan ukuran dari rantai-rantai cahaya yang ia ciptakan. Hanya saja, ia memilih untuk mengabaikan pikiran tersebut. Karena jelas sudah menemukan jawabannya. Itu pasti disebabkan oleh kenaikan level garis-garis Meridian, dimana sekarang mampu menyalurkan aliran Mana dalam kapasitas lebih banyak.


"Roh mesum, kau tau apa tugasmu! Lebih baik mulai bekerja sekarang juga!"


*Tappp…!!!


*Woooshhhh…!!!


Theo menutup aksi persiapan, dengan memberi intruksi kepada Ernesto. Sebelum secara tiba-tiba mengambil sebuah hentakan keras dengan dua kaki. Menerjang kearah atas.


'Bocah! Dari semua hal gila, ini adalah yang paling gila!' Bentak Ernesto. Saat melihat Theo bukannya bersiap dan mengambil sikap bertahan, tapi justru memilih untuk melakukan terjangan balik, tampak berniat menyambut langsung gelombang serangan yang sedang menuju kearahnya.


Makian Ernesto, nyatanya tak mendapat tanggapan apapun dari Theo. Ia terlihat masih mempertahankan seringai lebar diwajahnya. Sebelum dengan gerakan mengibas menggunakan dua tangan, Theo yang bergerak semakin dekat dengan gelombang besar Demonic Beast kelas Boss, melempar ratusan rantai emas untuk bergerak menyebar ke segala arah.


*Sraaaakkkk…!!!


*Sraakkkk…!!!


*Sraaaakkkk….!!!


*BOOOOMMMM….!!!


Sampai kemudian, bersama ratusan rantai emas telah melaju dalam kecepatan tinggi, ledakan dahsyat kembali terdengar menggema dari dalam tubuh Theo. Ledakan dahsyat tersebut, membawa letupan berbagai atribut Mana, bergeliat liar menyelimuti seluruh tubuh Theo. Teknik Rage buatan Absolute, aktif.


*Bammmm…!!!


*Bammmm…!!!


*Baaammmmm…!!!


Ketika teknik Rage buatan Absolute aktif, Theo memanfaatkan kendali akan aliran Mana Angin, untuk membuat gerakan memijak udara. Menambah intensitas arah terjangan tepat saat posisinya dan gelombang ratusan Demonic Beast, telah berada dalam situasi sangat dekat.


Tindakan Theo yang secara tiba-tiba menambah laju terjangan, menyebabkan para Demonic Beast yang berada tepat di hadapannya, segera memasang raut wajah terkejut. Mereka tak sempat memberi reaksi apapun ketika tubuh Theo yang telah di selimuti oleh aliran Mana Besi pekat dalam aplikasi teknik Iron Body, melaju lurus untuk menerobos masuk lautan musuh.


*Baammmm…!!!


*Bammm…!!!


*Baaammmm…!!!

__ADS_1


Dalam proses menerobos lautan musuh, Theo tak henti melancarkan pukulan-pukulan dahsyat pada tubuh setiap Demonic Beast yang menghalangi lintasan lajunya.


Aksi Theo ini, menyebabkan akan selalu ada anggota tubuh Demonic Beast yang hancur berceceran tertinggal di belakang tiap kali ia selesai melewati satu tempat.


Kenaikan kualitas garis-garis Meridian, berbanding lurus dengan kenaikan kualitas tubuh fisik. Theo yang telah mencapai tubuh fisik seorang Emperor tahap awal, sepenuhnya memanfaatkan keunggulan yang ia miliki untuk melancarkan serangan-serangan fisik pada lawan.


Sementara ketika Theo masih melaju semakin dalam memasuki lautan musuh, rantai-rantai emas yang berderak dalam bara ganas Api Surgawi, juga mulai melakukan aksinya. Ratusan rantai tersebut, bergerak mengetuk serta menyabet para Demonic Beast kelas Boss yang telah terkunci masing-masing.


Hanya saja, meskipun ratusan Rantai Emas tampak melaju dalam gerakan kasar, itu sebenarnya sama sekali tidak. Rantai-rantai emas, hanya mengetuk atau menyabet pada satu lokasi tertentu, yakni pergelangan tangan, atau lengan-lengan para Demonic Beast. Jelas berusaha memberi serangan yang dapat memisahkan para Demonic Beast, dengan senjata anehnya masing-masing.


Beberapa Demonic Beast yang memiliki kekuatan tubuh fisik bagus, terlihat mampu bertahan, tak sampai melepaskan senjatanya. Namun, ada juga beberapa Demonic Beast yang bukan tipe fisik, berakhir tak dapat menahan serangan rantai emas. Derak Api Surgawi, membakar hangus tangan mereka, menyebabkan terlepasnya senjata penstabil ranah jiwa yang mereka genggam.


Dan tepat ketika beberapa senjata jatuh, atau terpental menjauh dari pemiliknya, itu adalah saat yang sama dengan Theo menghentikan laju penuh beban yang sedari tadi ia lakukan.


Theo berhenti pada posisi di tengah pusat lautan musuh. Masih dengan wajah antusias dan seringai lebar, ia membentuk satu teknik pertahanan menggunakan atribut besi. Tampak sedang mencoba membeli waktu barang beberapa detik. Karena bersama Theo selesai membentuk teknik pertahanan, puluhan Demonic Beast kelas Boss, menerjang dengan liar, menghujamkan senjata masing-masing kearah teknik Theo.


*BOOOOMMMM….!!!


Ledakan dahsyat menggema keras saat puluhan serangan menghujam disatu waktu bersamaan. Teknik pertahanan Theo bergetar hebat. Tampak bisa pecah kapan saja.


Namun, di bawah tekanan intens serta getaran menggebu yang menjalar dari kubah besi yang melindungi tubuhnya, Theo dengan tenang, mulai membuat gerakan menangkupkan kedua tangan.


*Wuuungg…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


Bersama gerakan menangkup yang dilakukan Theo, dengunan keras mulai menggema, diiringi dengan derak liar Mana Listrik, mulai menjilat-jilat di dalam kubah pelindung.


Peristiwa ini bertahan untuk beberapa saat, sampai kemudian, tepat ketika Mana Listrik telah terhimpun dalam kepadatan tinggi, Theo secara tiba-tiba justru memecah sendiri kubah besi pelindungnya.


*Woooshhhh…!!!


*BLAAAAAAAZZZZTTTT….!!!


Terpecahnya kubah pelindung, diiringi dengan letupan dahsyat gelombang Mana Listrik, meledak kesegala arah. Theo mengeksekusi teknik Absolute Thunder.


Ledakan liar Mana Listrik, seketika menyebabkan kerusakan berat kemanapun itu melaju. Teriakkan-teriakan dari para Demonic Beast yang kesakitan imbas terkena dampak gelombang serangan Absolute Thunder, terdengar nyaring memenuhi seluruh Lembah.


Sampai tiba-tiba, dibawah deru lolongan para Demonic Beast….


*BOOOOMMMM….!!!!


*BOOOOMMMM….!!!


*BOOOOMMMM….!!!


Beberapa tubuh Demonic Beast, tiba-tiba meledak dengan daya ledak dahsyat. Teknik Absolute Thunder yang di eksekusi Theo, ternyata tak sepenuhnya ia tujukan untuk menyerang para Demonic Beast, karena ia jelas tahu bahwa itu tak akan cukup untuk memberi dampak besar. Hanya saja, berkat teknik tersebut, langkah para Demonic Beast menjadi tertahan untuk sementara waktu. Terjebak dalam balutan Mana Listrik pekat.

__ADS_1


Langkah tertahan para Demonic Beast inilah yang sebenarnya menjadi tujuan utama Theo. Beberapa Demonic Beast yang senjatanya sempat terlepas akibat serangan Rantai Emas, mulai tak mampu mempertahankan gejolak dalam ranah jiwa masing-masing. Tak sempat mengambil lagi senjata-senjata mereka sebelum tubuhnya berakhir meledak.


__ADS_2