
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Asmodeus, apa yang akan terjadi jika aku mengaktifkan Teknik ketiga Dosa Nafsu saat masih berada di kelas King?" Tanya Theo tiba-tiba. Kepada Asmodeus.
"Simpanan Manamu akan terserap kering Master! Dan teknik hanya akan bertahan selama 30 detik paling lama!" Jawab Asmodeus cepat.
"Hmmmm… Kurasa 30 detik sudah cukup!" Gumam Theo. Seraya mulai memejamkan mata.
*Wuuungg…!!!
Suara dengungan keras yang di barengi dengan satu hembusan aura intens yang begitu menekan, tiba-tiba menyeruak keluar dari dalam tubuh Theo. Menyebar luas hingga mencakup seluruh bagian pulau Serigala.
"Teknik ketiga Dosa Nafsu!" Ucap Theo kemudian. Kembali membuka kedua mata.
Bersama dengan itu, tubuh Theo segera diselimuti aliran Mana Listrik Ungu pekat yang mengalir deras dari dalam kedua pedang kembar Asmodeus. Diiringi juga sosoknya mulai berubah bentuk. Perlahan semakin mirip dengan ciri-ciri khas tubuh Asmodeus.
Ekor ular panjang, muncul di bagian belakang tubuh Theo, sisik-sisik ular berwana ungu indah, timbul di beberapa bagian kulit tubuhnya. Diakhiri dengan dua tanduk raksasa, mencuat diatas kepala.
"Sikap Surga Penuh Gairah!" Gumam Theo.
Suara Theo sendiri, terdengar berderak dengan aneh, khas seperti suara derakan listrik. Dimana sepertinya memang imbas dari mulut Theo yang kini dipenuhi oleh aliran Listrik Ungu.
Membuat setiap ia mengucapkan kata, akan mencuat keluar percikan-percikan Listrik Ungu dari dalam mulutnya.
Tak hanya itu, dua tanduk besar yang kini mencuat di atas kepala Theo, juga mulai berderak dan mengeluarkan listrik ungu pada ujung-ujungnya. Listrik Ungu yang kemudian saling terkait satu sama lain.
Sosok Theo yang saat ini terlihat bagaikan iblis petir, segera membuat setiap penonton yang sebelumnya takjub dengan teknik Sintesis Nature Fruit Fairley, ganti menatap kearah Theo dengan tatapan mata bergetar.
"Aura yang sangat mendominasi! Ini bahkan membekap seluruh wilayah pulau!" Gumam Tuan Leluhur.
"Hmmmm…! Bukan hanya aura! Lihatlah langitnya!" Tanggap Sasi.
Satu kalimat yang segera menyebabkan setiap orang yang masih tertegun menatap kearah Theo, kini mendongakkan kepala.
"Tidak mungkin! Tekniknya bahkan memberi efek gejolak alam! Menciptakan fenomena alam sedemikian rupa!" Gumam Tuan Leluhur. Saat melihat diatas langit Pulau Serigala, hamparan awan hitam padat, mulai berkumpul.
"Hmmmm… Itulah kenapa Gerbang Dosa disebut sebagai Ancient Thing terkuat! Karena Ancient Thing jenis pertama ini, dapat memicu pergolakan dari aliran Mana Penciptaan alami suatu wilayah!"
"Satu aliran Mana misterius yang juga muncul ketika seorang mampu membuat Sumpah Langit!" Tutup Sasi.
__ADS_1
"Gerbang Dosa? Ancient Thing? Aliran Mana Penciptaan?" Gumam Tuan Leluhur, dengan ekspresi wajah tak paham saat Sasi selesai mengucapkan kalimatnya.
Tuan Leluhur hendak akan bertanya lebih lanjut, sampai tiba-tiba.
*Grrrruuuuhhhh…!!!
Suara bergemuruh, mulai terdengar dari dalam pekatnya awan hitam yang saat ini telah sepenuhnya memenuhi langit Pulau Serigala.
Satu suara gemuruh yang membuat setiap orang merasa tertekan dan merinding bulu kuduknya masing-masing. Menatap ngeri keatas langit, dimana kepulan awan hitam mulai bergolak hebat.
*BOOOOOOMMMMM…!!!!
Sampai akhirnya, saat setiap orang masih menatap ngeri keatas langit, sebuah suara dentuman yang di barengi dengan luapan petir bergelora, tiba-tiba meledak dengan sangat keras, begitu membahana.
Peristiwa yang menyebabkan hampir semua orang disekitar lokasi, segera menutup telinga masing-masing. Beberapa yang memiliki mental lemah, bahkan bergetar ketakutan hingga jatuh tersujud.
"Inikah kekuatan dari Boss Besar kita?" Gumam salah satu anggota Bandit Serigala yang merupakan mantan Perompak. Dengan wajah pucat pasih, menatap kearah Theo.
Para mantan Perompak, kini akan berfikir ratusan atau ribuan kali sebelum ingin kembali mempertanyakan tentang kekuatan Boss Besarnya.
Bukan hanya anggota baru yang merupakan mantan Perompak, bahkan para anggota lama, juga terlihat tak kuasa menahan rasa takut di dalam hati masing-masing. Menatap ngeri kearah sang Boss Besar.
Bagaimanapun juga, ini adalah pertama kali bagi mereka, melihat wujud Theo yang seperti sekarang. Sangat amat mendominasi. Cenderung menyeramkan.
Disisi lain, Theo yang saat ini menjadi pusat perhatian dari tatapan mata setiap orang, terlihat memandang tajam kearah atas dengan sorot mata yang juga di aliri listrik ungu. Mengunci Fairley yang masih dalam posisi terbang.
"Baiklah…! Karena semua telah siap, maka hitungan mundur 30 detik dimulai! Kita selesaikan dengan cepat!" Ucap Theo.
"Dunia Penuh Gairah!" Gumam Theo. Tiba-tiba mengaktifkan teknik kedua Dosa Nafsu.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Derak puluhan Listrik Ungu muncul di berbagai arah. Dengan cepat berubah menjadi sosok puluhan Theo yang masih dalam wujud bagai iblis petir.
"Tubuh Penuh Gairah!"
Dan tepat ketika sosok puluhan iblis petir telah terbentuk, serempak sosok-sosok mengerikan ini mengaktifkan teknik pertama Dosa Nafsu.
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
*Bzzzzzttt…!!!
Sosok puluhan iblis petir berubah menjadi kerlip listrik ungu. Berderak menghilang dan muncul secara cepat. Dari berbagai sudut arah, semakin mendekat menuju keloksi dimana Fairley terbang.
__ADS_1
Kejadian ini, akhirnya menciptakan sebuah pemandangan yang sangat indah. Kerlap-kerlip listrik ungu yang terus muncul dan menghilang dengan cepat, terlihat bagai kunang-kunang berwarna ungu yang tersebar di berbagai arah.
Kunang-kunang yang sedang menari riang. Mendekati Fairley yang memiliki wujud indah seperti layaknya seorang peri.
Fairley sendiri, dimana kini jelas merasa bahwa bahaya sedang bergerak mendekat, mengintai dibalik kerlip listrik ungu indah yang berderak dari segala penjuru, tanpa menunda kembali melakukan gerakan menangkupkan kedua tangan.
Mengaktifkan teknik pertanahan terbaik yang ia miliki. Menciptakan sebuah tanaman teratai raksasa yang dengan cepat membekap seluruh tubuh Fairley. Teratai indah yang semakin menambah keindahan dari pemandangan yang tersaji.
Namun, semua keindahan yang terpampang di hadapan para penonton, hanya bertahan untuk beberapa detik saja, sebelum dengan cepat berubah menjadi kengerian.
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Kerlip-kerlip Listrik Ungu yang akhirnya sampai di lokasi Fairley, seketika berubah menjadi tebasan-tebasan mengerikan yang tanpa henti menderu, menebas tanaman teratai raksasa.
Menjadikan tanaman teratai raksasa indah yang merupakan teknik pertahanan tanpa cela milik Fairley, bagai sayuran tak penting diatas ladang yang sedang di tebas oleh petani.
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh…!!!
Suara tebasan terus menggema tanpa henti, diiringi dengan semakin terkelupasnya daun-daun teratai.
Sampai ketika tanaman teratai raksasa telah sepenuhnya terkelupas habis, tebasan-tebasan pedang kembar Asmodeus, kini ganti menebas tubuh Fairley yang dengan ekspresi wajah putus asa, berusaha mempertebal aliran Mana Tanaman di sekujur tubuhnya.
Namun, sekeras apapun usaha yang dilakukan Fairley, ia akhirnya tumbang juga ketika puluhan tebasan masih tanpa henti terus mendera. Menyebabkan banyak luka sayatan kini menghiasi tubuh Tuan muda pertama Eleanor Tribe tersebut.
*Slaaaassshhh…!!!
Bersamaan dengan satu tebasan ganas terakhir yang mengarah pada bagian dada, Fairley akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Tubuhnya yang telah bersimbah darah, kembali kewujud manusia normal.
*Woooshhhh…!!!
*Baaammmm…!!!
Jatuh dari ketinggian untuk mendarat dengan keras pada area tanah lapang di bawah.
"Kakaaakkk…!!!"
Melihat hal tersebut, Iris segera berteriak cemas. Melompat menuju lokasi dimana kakaknya jatuh.
"Hmmmm…!!! Dia benar-benar harus mendapatkan perawatan secepatnya!" Ucap Tuan Leluhur. Mengikuti Iris di belakang.
*Bzzzzzttt…!!!
__ADS_1
Sementara di sudut lain tanah lapang, kerlip listrik ungu kembali menyala. Sosok Theo muncul secara tiba-tiba. Perlahan kembali ke wujud normal. Diiringi dengan peristiwa awan hitam padat diatas langit pulau, juga berangsur menghilang.
"Tepat 30 detik!" Ucap Theo. Dengan sisa-sisa terkahir derak listrik ungu yang mencuat dari kedua mata serta mulutnya.