SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
Episode 13


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu pun tiba dimana hari bahagia bagi Afrizal.


Afrizal menatap bayangannya di cermin seakan akan ia belum percaya bahwa hari bahagia nya akan secepat ini.


ia tersenyum kecil.


dengan memakai kemeja berwarna putih dengan jas berwarna hitam membuat nya elsenakin sangat tampan.


tok tok tok, terdengar suara ketukan dari luar membuat lamunan Afrizal seaat tersadar.


"iyah silahkan masuk"... seru Afrizal dari dalam.


"Tuan ayo kita keluar semua sudah menunggu tuan?"


ucap Reno yang membalikan badan untuk keluar duluan.


"Reno tunggu "


"Ada apa tuan?"


"sepertinya aku merasa gugup sekali,


bagaimana ini? "


nada Afrizal yang terlihat sangat bergetar.


mendengar perkataan Tuan nya Reno tersenyum .


ia mencoba meyakinkan Afrizal bahwa tidak akan terjadi apa apa.


di ruangan lain Reyna terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna putih , bagian depan agak terlihat seksi dan sedikit memperlihatkan bagian dadanya.


"aku akan menikah?


iyah sepertinya aku sudah benar benar akan menikah hari ini !


apa aku yakin?"


pertanyaan pertanyaan muncul di benak Reyna.


keraguan mulai menyelimuti perasaannya.


seharusnya dia bahagia dan menikmati hari ini, dan entah mengapa Reyna merasa cemas.


setelah semua sudah selesai Reyna di bawa ketempat pelaminan dimana dia akan melaksanakan pernikahan. terlihat banyak sekali tamu yang menghadiri acara tersebut.


Reyna merasa gugup saat mendengar suara Afrizal mengucapkan kalimat itu,


"saya terima nikahnya Reyna ********"

__ADS_1


"sepertinya ia berlatih bersungguh sungguh karena tidak ada kesalahan apapun".


Reyna menarik napas dalam..


"akhirnya sah juga"... Afrizal tersenyum sambil menatap wajah Reyna.


mereka menyalami tamu satu persatu,


ada canda yang di lontarkan kepada pengantin baru tersebut.


Reyna melirik kearah mama dan papa nya mereka terlihat sangat bahagia .


dan sesaat Reyna tersadar bahwa Afrizal menatap nya sedari tadi membuat Reyna tertunduk malu.


"ada apa sih dengan nya?


aku ingin sekali mencongkel biji matanya itu,"


batin Reyna sangat kesal.


"kapan sih acara ini Akan berakhir kaki ku sangat pegal bisa bisa kaki ku bisa lumpuh berdiri terus seperti ini"


Reyna sangat merasa kelelahan.


melihat Reyna yang merasa kesal. Afrizal tau apa yang dirasakan istri nya itu. dia langsung berbisik ketelinga Reyna .


mendengar itu Reyna hanya melirik Afrizal Sebentar dan mamalingkan wajah nya kedepan. dia berusaha terlihat seperti baik baik saja.


waktu menunjukkan pukul 10 malam, para tamu undangan pun satu persatu sudah meninggalkan acara tersebut. Reyna kembali kekamar hotel yang akan di tempatinya.


kamar yang sudah di hiasi dengan dekorasi yang sangat indah. bunga mawar merah yang berhamburan di atas tempat tidur dan bau harum khas bunga mawar. seakan mewakili perasaa nya, Reyna sangat suka mawar merah.


karena kelelahan Reyna menjatuhkan badannya di tempat tidur tanpa menggati pakayan terlebih dahulu.


sekejap ia pun terlelap dalam mimpinya.


"Nak Afrizal",, sapa mama Reyna.


dengan senyum ramah Afrizal menoleh ke arah suara tersebut.


"mama percaya kan Reyna sama kamu,


sayangi dia seperti mama menyayanginya,


walaupun dia keras kepala, bimbinglah dia,


mama yakin kamu bisa merubahnya nak. "bersabarlah"


tanpa sadar setetes cairan bening keluar dari kelopak mata mama Reyna.

__ADS_1


Afrizal meraih tangan mama mertuanya dan meyakinkan nya bahwa dia akan benar benar menjaga dan menyayangi Reyna.


seketika raut wajah mama Reyna berubah.


terpancar kebahagiaan di Sana ,dia juga tau bahwa Afrizal sangat menyayangi Reyna.


semua berpamitan termaksud orang tua Afrizal dan orang tua Reyna .


malam ini pengantin itu Akan menginap di hotel dan besok akan kembali pulang kerumah. Afrizal melangkahkan kakinya kekamar dan membuka pintu


di lihat nya Reyna yang sudah tergeletak di tempat tidur tanpa menggati pakayan nya. Afrizal tau betul Reyna sangat kelelahan, Afrizal berjalan menghampiri Reyna.


ditatapnya wajah itu yang sekarang sudah menjadi istri sahnya.


sudah sejak lama Afrizal mengagumi istri nya itu dan ingin sekali dia memeluk nya saat itu juga. Afrizal mulai mendekatkan wajah nya ke bibir Reyna,


hampir beberapa senti lagi bibir mereka akan bertemu tiba tiba Afrizal mengingat bahwa dia tidak boleh melalukan apapun tanpa izin Reyna .


Afrizal menjauhkan wajah nya dengan sekejap. lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya . setelah selesai Afrizal memakai piyama yang sudah di sediakan untuk nya.


"Reyna bangun,


"kamu harus mengganti pakayan mu dulu"


beberapa kali Afrizal membangunkan nya, namun dia tetap dengan tidur nya.


"mungkin dia sangat kelelahan sekali"


Afrizal mencium kening Reyna.


kemudian ia mengambil bantal menuju sofa dan berbaring di Sana ia tidak ingin mengganggu ketenangan istri nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut ☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2