SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
MEMBERANIKAN DIRI


__ADS_3

karena hari ini libur dan tidak ke kantor ,Reyna hanya bermalas malasan di rumah, ia hanya tiduran saja. setelah bosan diapun pergi menonton Tv.


Hendpon Reyna bergetar di lihat nya ada pesan masuk dan ternyata itu dari Afrizal.


✉"Reyna apa kamu punya waktu bertemu dengan ku? ada hal penting yang aku ingin bicara kan dengan mu"


✉*baik lah,


kirimkan aku alamat nya"


balas Reyna,


dari pada bosan sendiri di rumah lebih baik dia pergi dan menerima tawaran Afrizal.


"hay,


apa sudah lama menungguku?


maaaf aku ke macetan di jalan tadi"


mendengar suara Afrizal Reyna sangat kesal, bagaimana tidak ia hampir setengah jam menunggu di tempat itu.


"katakan apa yang ingin kau bicarakan"


mendengar ucapan Reyna yang datar, Afrizal menghela napas dalam dan membuangnya pelan sambil tersenyum.


"mau pesan apa ina". tanya Afrizal


"terserah apa saja".


Reyna terlihat kesal .


"ina, apa salahku,


bahkan dari dulu sampai sekarang pun kamu selalu bersikap seperti itu padaku, padahal aku selalu baik ,aku juga tidak pernah menyakitimu"


Terdengar suara Afrizal yang kurang ber semangat..


Reyna terdiam sejenak dan menatap wajah Afrizal .


"karena aku lagi malas bicara"


jawab Reyna.


"apa hanya itu Ina, sepertinya itu bukan alasan yang tepat"

__ADS_1


"iyah... Jawab Reyna lagi.


sejenak Afrizal berpikir.


"apakah harus aku katakan soal ini pada nya, sepertinya dia akan marah,


aku kan belum mencobanya?


apapun nanti jawaban nya aku akan menghargainya"


batin Afrizal


Dengan segala keberanian yang Afrizal kumpulkan akhirnya dia mampu juga mengungkapkannya.


"Reyna.


sejak dulu saat kita masih SMA aku sudah menyukaimu, bahkan sampai sekarang pun aku masih tetap menyukaimu"


"yah.. aku tau".


jawab Reyna dengan biasa saja tanpa ada rasa kaget.


seakan akan Reyna sudah tau perasaan Afrizal.


mendengar itu Afrizal memandang Reyna dengan senyum tulusnya.


"Reyna.


maukah kamu menikah dengan ku"


entah keberanian apa yang dimilikinya saat ini, membuat nya mengeluarkan kalimat seperti itu, dia seakan tidak sadar dengan ucapa nya sendiri.


mendengar itu Reyna yang asik menyantap makanan nya akhirnya tersendak membuat Afrizal sangat panik dan memberikannya segelas air. ia menatap Reyna dengan perasaan bersalah.


"Baik lah .


aku kan memikirkannya"


mendengar itu sontak Saja Afrizal menarik tangan Reyna dan mengucapkan terima kasih.


flashback on


sebelum berangkat menemui Afrizal,


Reyna di cerca banyak pertanyaan oleh mamanya yang membuat dia merasa sakit kepala.

__ADS_1


bagaimana tidak mamanya terus menanyakan siapa pacar Reyna Sekarang.


"Reyna.


mama tidak mau tau pokoknya tahun ini kamu harus menikah. sampai kapan kamu mau seperti ini terus hah. umurmu juga setiap hari semakin bertambah, apa kamu mau menjadi perawan tua seumur hidup mu"


bentak mama Reyna.


mendengar itu Reyna tak menanggapinya dan berlalu pergi.


flashback off.


dari itu setelah mendengar Afrizal mengajak nya menikah Reyna tidak begitu banyak bicara karena ia pusing dengar ceramah mamanya yang setiap hari menyuruh dia untuk segera menikah.


"Baik lah.


sepertinya Afrizal orang yang baik.


aku akan menikah dengan nya.


walau pun perasaan ini belum sepenuhnya tapi dia bisa membuatkku betah dengan dengan sikap nya. dari pada bersama mama aku bisa mati berada di rumah itu karena setiap hari aku akan mendengar omelanya"


Batin Reyna.


setiap pernikahan pasti ada saling mencintai .tapi tidak dengan Reyna, dia hanya mencari kenyamanan bagi diri nya meskipun ia tau resiko nya sangat berat yang harus ia tanggung kedepannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut ☺☺☺


like dan komen yah 😍

__ADS_1


di vote juga 🥰


__ADS_2