
"apa Nyonya butuh Sesuatu" tanya Bi imah.
"tidak ada Bi... terima kasih ya Bi"
setelah beberapa tahun tinggal dengan Reyna Bi imah bisa merasakan pelukan hangat Reyna yang super cuek itu. tidak pernah sedekat ini bahkan hanya bertegur sapa saja sangat jarang terjadi.
"bisa tolong ambilkan henponku Bi"
Reyna menunjuk tasnya yang ada di sofa, Bi imah pun segera meraih tas itu lalu memberikannya ke Reyna.
"Bibi bisa tinggal kan aku disini, nanti kalau aku butuh sesuatu baru aku panggil"
Bi imah pun segera keluar kamar dan menutup pintu.
"Hallo Ren... Bisa kesini tidak, tolong bawakan barangku yang tertinggal di dalam laci apartenmu. aku membutuhkannya sekarang" pinta Reyna.
"Reyna... apa kamu baik baik saja" namun yang di tanya menutup telepon nya tiba tiba.
melihat itu Reno pun menghela napas dan membuangnya kasar.
setelah menyelesaikan pekerjaan nya di kantor Reno bergegas ke rumah Reyna. tapi sebelum itu dia menelpon Afrizal menanyakan keberadaannya sekarang. takut nya nanti jika Afrizal melihat nya dirumah bisa terjadi salah paham.
"Hallo... Tuan di mana ? "
"di restoran X bersama Bella... ada apa Ren? "
"aku akan kerumah kapan tuan kembali? "
"mungkin malam ini kami akan menginap di hotel .kau pergilah ada Reyna di rumah ,dia sedang kurang enak badan ,tolong jaga dia yah Ren. "
"Baik lah "
kemudian mereka menutup telepon nya masing masing.
sebelum kerumah Reno ke apartenen nya terlebih dahulu untuk mengambil barang Reyna yang ketinggalan semalam.
"Bi Nyonya Reyna ada" tanya Reno.
"iyah Den... ini Bibi mau bawakan makan siang"
__ADS_1
"Biar aku saja Bi" Reno mengambil nampan yang berisi makanan kemudian menuju ke kamar Reyna.
"Reyna... bangun,,,makan lah " ditatapnya wajah Reyna yang sedikit pucat.
"Ren... aku sakit " ucap Reyna dengan suara seraknya.
"iyah aku tau...makanlah"
Reno pun membantu Reyna untuk bangun dan menyimpan beberapa tumpukan bantal agar Reyna bisa bersandar dengan nyaman...
kemudian ia menyuapi Reyna.
"Ren... maafkan aku sudah merepotkanmu" ucap Reyna dengan meneteskan air mata.
"seharusnya kau tidak boleh seperti ini terus, sampai kapan kau akan menyimpannya, dia suamimu dan berhak tau. Ina,,,kau telah menyembunyikan ini bertahun tahun bahkan orang tuamu pun tidak tau soal ini. kau menyiksa dirimu Sendiri Reyna. kau ingin semua orang membencimu dengan menunjukkan sikap kasarmu, itu akan membuatmu sakit. sudah lah Reyna. sudahi semua ini"
Melihat Reyna yang sudah sesegukkan dengan tangisanya Reno pun berhenti ber bicara. dan memeluk Reyna.
"sudah lah cepat selesaikan makan nya dan minum obat nya, maafkan aku Reyna.
setelah ini aku akan mengantarmu kedokter" ucap Reno sambil menyuapi Reyna.
mendengar itu Reno hanya diam saja. dia tak bisa berbuat apa apa. Reyna memang sangat keras kepala.
*******
setelah selesai makan siang Afrizal dan Bella berkeliling sebentar di sebuah mol untuk membelikan beberapa keperluan Bella.
"ini tidak perlu Zal" ucap Bella .
Afrizal membelikan Bella tas dan juga sepatu mewah untuk hadiah pernikahan nya.
Afrizal juga membelikan itu bukan hanya untuk Bella saja, dia juga berniat membelikannya untuk Reyna.
sekarang Dia sudah mempunyai dua orang istri bagaimanapun juga dia harus berusaha bersikap adil pada keduanya.
saat nya mereka kembali ke hotel tempat di mana mereka akan menginap malam ini. anggap saja ini sebagai bulan madu mereka.
setelah sampai Bella langsung masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan badan . setelah selesai gantian Afrizal yang masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Bella sudah berganti pakayan dengan piyama sedang duduk di meja rias menyisir rambut ikalnya yang panjang. ia tampak cantik sekali dengan tidak memakai hijabnya.
Afrizal yang sudah keluar dari kamar mandi hanya bisa menatap Bella dengan tatapan penuh kekaguman. selama ini dia melihat Bella hanya dengan menggunakan hijab tapi saat ia melepasnya membuat Afrizal menelan salivanya. ia terpesona dengan ke cantikan alami Bella.
Afrizal mulai menghampiri Bella dan berdiri tepat di belakang nya yang masih duduk diam memandang wajah Afrizal di cermin.
lama keduanya saling bertatapan.
Afrizal mulai menyentuh dan membelai rambut Bella dengan lembut. sesekali Afrizal menatap pantulan wajah Bella yang ada di cermin ia pun tertunduk malu dengan pipi yang sudah merah merona itu.
kemudian ia memegang kedua bahu Bella untuk menuntunya berdiri menuju tempat tidur.
sebagai laki laki normal pasti ia juga tidak bisa menahan keinginan itu terlalu lama. ia belum pernah melakukanya bersama Reyna selama pernikahan nya.
"Bella apa kamu sudah siap " bisik Afrizal
Afrizal yang masih menggunakan handuk dan masih terlilit di pinggangnya begitu dengan mudah dia menanggalkannya. melihat itu Bella hanya bisa tersipu malu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut ☺☺
jangan lupa like dan Komen yah.. 😍
__ADS_1