SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
48


__ADS_3

Maafkan aku mam,,,


aku belum bisa, jangan paksa aku, biarkan waktu yang menentukan semua nya.


sampai kapan Reyna???


anakmu akan tumbuh tanpa seorang ayah, apa yang kamu tunggu?


kamu memang keras kepala, pikirkan ini buat anakmu.


mama selalu saja memaksaku,


tidak bisakah mama mendukungku,


dan tunggu anak ini lahir, aku akan memutuskan nya.


Reyna berdiri menuju kamarnya meninggalkan Reno dan mamanya.


Ren,,,


maafkan mama,


mama belum bisa membujuk nya.


tidak apa ma,


biarkan Reyna yang memutuskan, jangan memaksanya.


Ia juga tidak bisa apa apa, dan tidak mungkin memaksa Reyna.


Reno pov


Dulu,


saat pertama kali melihatnya aku mulai menyukainya, walaupun cuek tapi entah mengapa aku selalu ingin melihat wajahnya.


tapi tanpa aku sadari,


orang yang sudah aku anggap sodara ku sendiri menyukainya, aku mengalah karena tidak mungkin aku mengambilnya dan merebut nya.


ketika aku sudah sudah mulai melupakan nya dan sudah bersusah payah membuka hatiku untuk orang lain, tiba tiba dia datang meminta ku menemuinya.


bukan hanya sekali bahkan beberapa kali dia memintaku untuk menemaninya kembali, rasa nyaman itu tak dapat aku sembunyikan .


dan semakin lama semuanya berantakan dan tak terkendali kan.


bukan masalah yang mudah, dia sakit dan memintaku mengurusnya sampai aku sudah terbiasa bersamanya, dan sampai saat ini dia bersamaku.


__________________


Ren,,,


aku akan kerumah sakit,


oh iyah aku lupa Ina, hari ini kan jadwal periksa kandungan mu kan.


maaf yah, aku sibuk ada meeting mendadak bersama klien dan Afrizal tidak bisa menghadirinya.


Reno merasa sangat bingung.


gak papa kok Ren, aku berangkat sendiri dan mampir sebentar ke toko untuk menemui sifa.


sudah lama aku tidak kesana.


kamu hati hati yah Ina, aku akan menelpon dokter kevin untuk menemanimu.


kemudian Reno mengecup kening Reyna dan pergi.


ia sudah terbiasa melakukannya .

__ADS_1


maafkan aku Reno,,,


ucap Reyna, namun tak bisa di dengar oleh Reno.


di toko.


Nyonya Reyna kemana saja sifa kangen.


sifa berhambur memeluk Reyna.


iyah sifa maafkan aku.


bagaimana kabarmu


baik.


sangat baik,


wahh rupanya toko ini banyak berubah yah sifa.


dilihatnya toko itu nampak sedikit berubah dengan dekorasinya.


iyah Nyonya, soalnya Nona Bella sering kesini. dia sering menanyakan kabar Nyonya.


Nona Bella juga yang merubah ini semua.


ucap Sifa tak enak hati pada Reyna.


rupanya yang jadi pemilik toko ini sudah Bella yah.


ucap Reyna dengan sedikit datar untuk mengerjai sifa, kemudian ia duduk di sofa.


maaf Nyonya.


sifa semakin merasa bersalah.


ia tidak mungkin melarang Bella yang merupakan bosnya juga ketika Reyna tak datang ke toko dan waktu itu menghilang.


melihat reaksi dari sifa,


Reyna paham dengan pikiran nya.


Iyah sifa,


sebentar lagi aku akan melahirkan.


Reyna sudah paham dengan apa yang ada di pikiran sifa saat ini.


duduklah sifa.


Reyna menepuk sifa di sampingnya agar sifa duduk bersamanya.


mungkin ini terakhir kali aku kesini,


aku percayakan padamu. aku yakin kamu akan mengurusnya dengan baik.


apa yang Nyonya katakan.


sela sifa.


Iyah,


aku akan pergi.


pergi jauh setelah melahirkan nanti.


maafkan aku, jika aku punya salah sama kalian semua.


Reyna mulai menitikan air mata.

__ADS_1


entah mengapa moodnya hari berantakan.


Jika Bella atau Afrizal bertanya tentang ku, katakan saja aku tidak pernah kesini lagi.


baik Nyonya, hati hati yah.


Sifa melambaikan tangan nya dan di balas oleh Reyna.


______________


Hallo Ren,,,


hmm, Iyah ada apa?


masih sibuk?


kenapa?


pulang sekarang.


ada apa Reyna, aku sibuk sebentar lagi ada meeting.


ucap Reno dengan nada sedikit meninggi.


bukan ia marah tapi hari ini benar benar hari yang sangat melelahkan bahkan ia harus bolak balik perusahaan dan kerumah Afrizal hanya untuk meminta tanda tangan nya.


mendengar suara Reno yang tidak seperti biasanya Reyna merasa sakit hati ditambah lagi moodnya yang sedang kacau membuatnya menangis. hari ini ia merasa sangat cengeng mungkin bawaan dari bayinya.


yah sudah Ren,aku tidak apa apa.


ada sedikit getaran pada perkataan nya.


telepon terputus.


aku harus pulang sekarang,


Reno merasa cemas dengan perkataan Reyna yang terakhir sepertinya ia sangat membutuhkan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


like


komen


vote


dan jadikan favorit yah 🥰

__ADS_1


🙏❤


__ADS_2