
apa lagi yang perlu di bahas , ingat aku sudah menikah dengan Afrizal apa kamu lupa. bentak Reyna.
tenang lah Reyna apa aku membuat mu takut.
senyum sinis Brian kemudian mendekati Reyna.
tangan dan seluruh badan Reyna merasa gemetar. ia sangat takut .
Brian membawa Reyna ke suatu tempat tepat nya di sebuah Villa yang sangat jauh dari kota.
aku tau Reyna,
kamu menikah dengan Afrizal brengsek itu tidak bahagia kan. kamu terpaksa kan. teriak Brian kasar
aku tau kamu masih mencintaiku kan Reyna Winata...
aku memang masih mencintaimu tapi melihat kelakuan mu seperti ini aku begitu muak dan jijik padamu Brian. dengan cukup tegar Reyna membalas ocehan Brian walau pun saat ini dia sangat ketakutan luar biasa.
apa kamu bilang jijik... ha ha hahaha. Brian tertawa menggelegar memenuhi ruangan itu dan mendekat kearah Reyna.
tuhan tolong aku, bagaimana ini. batin Reyna.
kemudian Reyna berlari menuju tangga berusaha melarikan diri dari Brian karena pintu depan Villa itu telah di kunci nya.
aku harus menghubungi Afrizal. ucap Reyna dengan begitu gemetarnya.
terdengar suara pijakan kaki Brian menaiki tangga, Reyna mulai ketakutan.
aduhh kenapa Ponsel Afrizal tidak aktif sihh... Reyna mulai menagis.
iyah iyah aku harus menelpon Reno.
Reyna berusaha mencari kontak Reno tapi karena dengan gemetar ,Reyna menjatuhkan Ponsel nya ke lantai dan terdengar oleh Brian.
Rupanya kau bersembunyi disitu. keluarlah Reyna , kita akan bersenang senang. Brian menuju kamar yang sudah Reyna kunci dari dalam.
setelah beberapa lama mencari kontak Reno akhirnya ketemu . Reyna langsung menghubunginnya.
namun Reno tak mengangkatnya. entah sudah ratusan panggilan di HP nya dan Reno tidak menyadarinya.
karena sebelum meeting Reno mematikan nada dering Ponsel nya.
Reyna aa buka pintu nya kalau tidak aku akan mendobraknya...
jangan membuatku marah.
teriak Brian Dari luar .
__ADS_1
aku takut... hikks hikss hikks.
Afrizal tolong aku. maafkan aku.
maafkan aku sudah sejauh ini,
aku menyesal.
brukkk brukkk brukkk... Brian mendobrak dobrak pintu dari luar.
siapapun tolong aku...hiks hiks hiks... tangis Reyna.
Setelah selesai meeting Reno keluar dan menuju ruangan nya. kemudian ia masuk dan duduk di sofa sambil berbaring dan meregganggkan otot otot nya.
bagaimana bisa Tuan meninggalkan saya sendiri dengan pekerjaan ini. bertemu beberapa klien ...
uhhh sangat melelahkan...
batin Reno dan menutup mata kemudian dia terlelap dalam tidurnya.
sejam kemudian Reno tersadar dari mimpinya itu dan melihat jam , ternyata ia telah dua jam tertidur. sekarang sudah menuju kan pukul empat sore.
Reno bergegas menuju ruangan Afrizal. dan saat masuk tidak ada siapapun di Sana.
hehh rupanya Tuan belum kembali. kata Reno sambil menutup ruangan Bosnya.
astaga panggilan dari siapa nihh.... gumam Reno.
Nona Reyna... ada apa dengan nya?
mengapa begitu banyak panggilan nya?
merasa khawatir Reno menelpon balik Reyna.
Hallo ...
tolong aku Reno tolong... suara Reyna terdengar begitu lemas.
Nyonya Reyna kenapa?
ada apa?
suara Reno mulai meninggi dan panik.
tolong ...
saya ada di Villa dan alamat nya **** .
__ADS_1
Brukkk.... terdengar suara dari seberang dan membuat Reno panik.
ia pun segera pergi ke alamat yang disebutkan Reyna.
setelah beberapa kali di dobrak akhirnya pintu itu terbuka.
Brian menarik rambut Reyna dan membawanya ke keranjang dilemparnya begitu kuat hingga Kepala membentur Sisi ranjang dan mengeluarkan darah.
ia pun tidak sadarkan diri.
dasar wanita bodoh ...
coba dari dulu kamu menyerahkan tubuhmu secara cuma cuma aku pasti tidak sekasar ini. Brian mulai mendekati Reyna.
Brian membuka kancing baju Reyna dari atas hingga kebawah dan terlihat lah tubuh Reyna yang begitu mulus dengan dalaman berwarna merah yang masih menutupi bagian dada Reyna.
kemudian ia berusaha melepaskan celana Reyna dengan kasarnya. terlihat dengan jelas tubuh Reyna saat ini membuat Brian menelan saliva nya. hanya ada dalaman yang masih tertinggal ditubuh itu.
Brian belum melancarkan aksinya dan turun kebawah . Reyna masih belum juga sadarkan diri.
hahaha aa
begitu mudah menaklukkan wanita itu.
dulu ia sering menolakku.
aku sudah tidak sabar ingin menjamahnya...
senyum bahagia Brian.
dengan cara ini ia bisa membalas Afrizal.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut ☺☺☺
__ADS_1