SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
Episode 17


__ADS_3

hari ini sangat melelahkan banyak kejadian yang membuat pikiran nya semakin kacau. apa lagi di tambah dengan muncul nya Brian dan menceritakan kejadian sebenarnya bahwa dia di jebak oleh orang yang tidak masuk akal bagi Reyna.


banyak pertanyaan yang muncul di benaknya saat ini. Reyna memutuskan untuk pulang saja dan beristirahat di rumah. saat ini di rumah lah yang membuat pikiran nya tenang karena Afrizal masih berada di kantornya, ia mempercayakan toko pada sifa.


sesampainya di rumah, Reyna mencari Bi Imah.


Bi Imah,,, panggil Reyna yang duduk di sofa ruangan tamu dan sedikit berbaring.


mendengar panggil an Reyna Bi Imah segera keluar dari dapur dan melihat Nyonya nys sangat lelah.


Ada apa Nyonya,,, tanya Bi Imah.


Bi tolong buatkan aku teh hangat.


mendengar itu Bi Imah langsung ke dapur membuat kan teh, ia sangat khawatir dengan Reyna.


setelah selesai Bi Imah langsung mengatarkan teh itu.


Nyonya ini teh nya.


Reyna langsung meminumnya.


Bi duduk lah di sampingku,


apa aku boleh minta tolong bibi memijat kepalaku sebentar? kepalaku terasa pusing.


mendengar itu Bi Imah menganggukkan kepala kemudian duduk .


Reyna langsung berbaring di pangkuan Bi imah.


melihat itu Bi Imah tersenyum.


ternyata Nyonya Reyna punya Sisi yang lembut . tidak biasanya ia mendengar suara Nyonya Reyna yang Lembut seperti ini. biasanya suara yang datar dan jarang ber bicara.


Reyna menutup mata dan merasakan pijatan Bi Imah.


ia memikirkan saat di Restoran bersama Brian.


Brian menceritakan semua nya.


Flashback oon


cepat katakan mengapa kamu membawaku kesini "


aku tidak punya waktu untuk ini , aku sangat sibuk.


Reyna sangat kesal.


Reyna,,, aku mohon percaya padaku,

__ADS_1


aku di jebak sama keparat itu,


Brian menggennggam tangan Reyna kemudian Reyna menepisnya dengan kasar.


siapa yang kamu maksud? tanya Reyna lagi.


Si brengsek itu , yah siapa lagi kalau bukan Afrizal.


ucap Brian dengan nada meninggi.


jangan bicara sembarangan kamu Brian. terlihat Reyna sangat marah.


aku tidak berbohong.


aku sekarang baru keluar dari penjara ,


dan kamu tau siapa yang memasukkan aku ke tempat terkutuk itu ?


dia ada lah Afrizal.


dia menjebakku saat di hotel itu. Brian menahan amarahnya.


sesekali ia melihat wajah Reyna yang mulai percaya dengan perkataanya itu.


wanita itu juga suruhannya,


aku terpaksa melakukan itu ,aku di ancam.


Reyna hanya terdiam dengan apa yang di dengarnya.


ia merasa tidak percaya bahwa Afrizal melakukan hal seperti itu. tapi pikiran nya saat ini sedang dilema,


kalau Brian benar , berarti aku yang salah paham pada nya . aku masih ada rasa dengan nya. batin Reyna.


dalam hati Brian sekarang ingin membalaskan dendamnya pada Afrizal melalui Reyna.


ia sengaja memanfaatkan Reyna agar bisa melancarkan aksinya.


flashback off


Reyna sangat menikmati pijatan Lembut dari Bi Imah.


ia merindukan orang tuanya saat ini, sudah beberapa bulan ini ia belum mengunjungi mereka.


meskipun mamanya selalu mengomel setiap hari saat Reyna ada di Sana, namun namanya juga orang tua tidak akan membiarkan anak nya itu menderita.


ia juga merasa tenang berada di rumah Afrizal ketenangan di rumah ini membuat nya begitu nyaman.


meskipun sesekali ia merasa kesal namun Afrizal tidak pernah membantah atau membentak nya bahkan ia selalu mengikuti permintaan nya.

__ADS_1


"mengapa aku begitu kejam pada nya?" nemikirkan Afrizal.


perasaan Reyna tersentuh dan meneteskan air mata.


melihat itu Bi Imah Sangat Khawatir dan memberanikan diri untuk bertanya.


Nyonya tidak apa apa?


iyah Bi , saya hanya lelah saja.


ma kasih yah Bi, saya kekamar dulu.


Reyna beranjak dari tempat duduk dan menaiki tangga menuju kamar nya.


Reyna melempar tasnya ke atas sofa lalu menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri. ia berendam sebentar lalu keluar dengan masih memakai baju mandi dan masih ada handuk terlilit di kepala nya.


ia menuju tempat tidur dan membaringkan badanya.


uhh nya man sekali...


batin Reyna sambil menarik napas dalam dan mengeluarkan pelan kemudian memejamkan mata.


Reyna pun terbawa di alam tanpa sadar ia merasa tenang sekarang tanpa ada pikiran apapun. ia tertidur tanpa menggati pakayan mandi nya.


******


jam sudah menunjukan pukul 10 malam Afrizal sangat lelah hari ini. dia sangat sibuk sampai lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Tuan ayo kita pulang,


nanti pekerjaan ini biar saya lanjut kan di rumah saja,


tuan beristirahat lah... ajak Reno.


Afrizal hanya mengangguk dan langsung meraih tasnya beranjak keluar kantor.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


lanjut😊😊😊


__ADS_2