
memang setiap orang selalu Menginginkan kehidupan yang indah bersama orang orang yang di sayangi.
tapi terkadang takdir sedikit begitu kejam, dia bisa mengambil nya kapan saja dia menginginkannya,
merenggut sedikit kebahagiaan tanpa belas kasih.
sejak kepergian kedua orang tuanya ia sudah berjuang sendiri melawan ketakutannya.
Bella gadis yang periang dan mudah tersenyum mampu bangkit melanjutkan kehidupan nya kembali.
****
sejak Bella berusia lima belas tahun ia sudah di tinggal kan keduanya orang tuanya, mereka mengalami kecelakaan saat mengunjungi keluarga nya yang berada di ****namun pada saat terjadi kecelakaan itu Bella tidak ikut bersama mereka ia sedang mengikuti ujian sekolah dan bersyukur dia bisa selamat dari kecelakaan maut itu.
mendengar kejadian itu Bella sangat terpukul,
kesedihan yang sangat mendalam bahkan sempat mengalami depresi.
****
"Heii..
ada apa denganmu?
mengapa kau memangis seperti ini?
ayo bangun".
suara yang begitu lembut penuh dengan kecemasan , seketika menghentikan Bella dari tangisannya.
Bella mencari sumber suara tersebut.
suara lelaki itu mampu menenangkan perasaannya.
"ada apa?
Siapa nama mu?
apa kau terluka?"
__ADS_1
tanya lelaki itu lagi.
"aku Bella"
dengan suara yang masih terisak.
"Ayo duduk disini"
"kenalkan nama ku Afrizal"
sambil mengulurkan tangan nya.
"aaaku hanya merindukan ayah dan ibuku"
Bella kembali terisak dan menceritakan tentang kehidupan nya yang sekarang Ia sangat merindukan orang tuanya, apalagi di sekolah saat ini sedang ada acara memperingati hari Ibu .
semua orang tua hadir di acara tersebut,
tapi tidak dengan orang tua Bella.
ia tidak punya siapa siapa lagi.
AFRIZAL menghela napas dalam dan membuangnya perlahan berusaha menenangkan perasaannya yang yerbawa suasana haru Bella.
ia memeluk pundak Bella dan menyandarkan ke bahunya.
"sudah lah ini semua sudah takdir,
kita hanya bisa mengikhlaskan dan mendoakan agar mereka bisa tenang di alam Sana.
jangan bersedih seperti ini lagi, tidak baik.
aku akan mendukungmu"
Butiran bening keluar dari ujung mata Afrizal dan mengenai wajah Bella.
Dia terkejut mengapa lelaki ini sangat peduli padanya, ia merasa menemukan sosok lelaki yang penyayang , bisa membuat suasana hati nya sangat nyaman saat berada di samping nya,
dan tiba tiba saja jantungnya berdetak dengan cepat.
__ADS_1
sejak mengenal Afrizal senyum ceria kembali membuat Bella bersemangat menjalani hari hari nya dengan begitu penuh arti.
Afrizal sangat baik dan perhatian .
sesekali saat pulang sekolah ia mengantar Bella Ke kosannya dan mengajaknya jalan.
Bella tinggal sendirian, di sebuah kamar yang ukurannya tidak begitu besar ,ruangan yang sangat sederhana terdapat lemari kecil dengan buku buku yang tersusun rapi , meja belajar dan kasur yang tidak begitu besar hanya cukup untuk satu orang saja.
Bella juga terpaksa menjual rumah kedua orang tuanya untuk mencukupi kehidupan nya sendiri, dia tidak mau membebani siapa siapa terutama keluarga dari orang tuanya.
mengingat keadaan mereka juga susah seperti diri nya.
sesekali ketika libur sekolah ia tidak mau melewatkan begitu saja,
ia mencari pekerjaan paruh waktu.
"Afrizal dia adalah sosok yang sangat berharga bagiku, yang selaluu menciptakan senyum di wajahku aku akan menyimpan namanya di dalam hatiku" batin Bella.
mengeluh hanya akan membuat kita semakin tertekan dan sulit menjalani hidup, tetaplah bersyukur karena sampai hari ini kita masih bisa bersujud bersimpuh dan memohon ampun padaNya.
jangan lah terlalu berlebihan menangisi kepergian seseorang, mengikhlaskan adalah jalan terbaik untuk bisa menuju kehidupan yang lebih baik tanpa bisa menyakiti siapa pun.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut 😊😊😊
like dan komen yah 😍
__ADS_1
di vote juga 🥰