
Bella masih tertunduk malu.
melihat itu Afrizal mengangkat dagunya kemudian akhirnya keduanya saling bersitatap. Afrizal mendekatkan bibirnya dan bertemu dengan bibir Bella.
mereka saling berciuman dan lama kelamaan ciuman itu semakin panas.
tangan Afrizal sudah membuka kancing baju Bella satu persatu. lagi lagi pandangannya tertuju melihat tubuh Bella yang sangat putih mulus itu.
ciuman itu mulai turun keleher dan meninggalkan beberapa bekas merah di Sana. desahan yang di keluarkan dari mulut Bella seakan akan menambah gairah tersendiri Bagi Afrizal.
tangan nya mulai menyentuh daerah sensitif milik Bella . setelah puas dengan adegan pemanasan Afrizal mulai mengambil posisinya.
" Ella aku akan melakukannya" bisik Afrizal yang tak mampu lagi menahan rasa itu.
setelah mendapat persetujuan dari Bella.
Afrizal mulai melancarkan aksinya. awalnya Terasa begitu sulit ,ini awal pertama Bella.
begitu terlihat raut wajah Bella yang nampak menahan sakit saat sesuatu mencoba menerobos masuk benteng pertahanannya. ada cairan yang keluar saat sesuatu itu berhasil masuk namun lama kelamaan rasa sakit itu berubah menjadi kenikmatan yang tiada Tara.
saat sudah mencapai puncak Afrizal bebisik ketelinga Bella.
"aku mencintaimu Bella"
setelah itu keduanya terbaring lemas dan berusaha mengatur napasnya kembali.
Bella pun meneteskan air mata bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.ternyata Afrizal juga mencintainya kemudian keduanya tertidur pulas.
******
"akhh dadaku sakit sekali, tenggorokkanku juga terasa kering " rintih Reyna.
Reno belum juga tertidur ia mencoba menahan kantuknya dengan menyelesaikan pekerjaan kantor. mendengar rintihan Reyna ia bergegas mendekati nya.
"Reyna kamu kenapa" Reno menuangkan air lalu memberikannya pada Reyna.
"dadaku sakit Ren.. " ucap Reyna
__ADS_1
mendengar itu Reno mengambil kan obat lalu membantu Reyna meminumkannya.
"tidurlah... aku kan menjagamu, kalau butuh apa apa panggil saja aku yah " Reno mengusap lembut kepala Reyna.
perasaan Reno ke Reyna saat ini apa yah sepertinya ada sesuatu deh,,,coba tebak hayooo,,, pasti berpikiran yang aneh aneh kann...(hahaha)
"Reno dengan ikhlas merawat Reyna karena dia istri dari sahabatnya tidak ada perasaan yang lebih untuk saat ini"
Reno menatap wajah Reyna dengan perasaan khawatir .
"aku harap kamu kuat menjalaninya Reyna. Afrizal sudah menemukan orang yang tepat yaitu Bella. aku harap tidak akan menambah rasa sakitmu lagi" batin Reno.
pagi pagi sekali Reno keluar dari kamar Reyna. kemudian turun menghampiri Bi Imah.
"Bi buatkan Nyonya Reyna Sarapan Yah,,, aku akan pulang sekarang "
"iyah... terima kasih yah sudah merawat dan menjaga Nyonya Reyna"
"sama sama Bi" kemudian Reno keluar dan berlalu pergi.
setelah selesai membuat sarapanya Bi Imah menuju kamar Reyna. nampak Reyna telah bangun dan duduk dipinggiran ranjang.
"Ren... temani aku disini" Reyna menggenggam tangan Reno. nampak ia mengalami mimpi buruk setelah sesaat ia bangun dan mengeluhkan sakit didadanya.
Reno pun mengikuti nya. ia naik ke tempat tidur dan berbaring kesamping Reyna. setelah melihat nya tertidur kembali Reno mencoba bangkit dan melepaskan genggaman tangan Reyna.
namun tiba tiba saja Reyna kembali menggenggam tangan Reno dengan Erat. terpaksa ia harus mengikuti nya kemudian tanpa sadar ia tertidur di ranjang yang sama dengan Reyna.
saat pagi pagi sekali keduanya tersadar dan dalam keadaan Reno sudah memeluk pinggang Reyna. mereka berdua sama sama kaget. bagaimana bisa seperti ini.
Reno pun meminta maaf dan Reyna memakluminya karena tadi malam Reyna lah yang meminta ia menemaninya tidur.
kemudian dia berpamitan karena di lihat nya Reyna sudah nampak Sehat.
flashback off
"di makan Nyonya sarapanya selagi hangat" pinta Bi imah.
__ADS_1
"terima kasih Bi" ucap Reyna
"Apa sudah Baikkan".
" sudah Bi " ucap Reyna dengan tersenyum kemudian dibalas senyuman oleh Bi imah.
"menurut Bibi bagaimana dengan pernikahan mereka"
tanya Reyna. (mereka berdua maksudnya Afrizal dan Bella)
"apa Nyonya tidak apa apa? " sebelum men jawab nya Bi imah memastikan bahwa Reyna akan baik baik saja nanti nya.
"iyah Bi... bahkan sangat baik" Reyna tersenyum menatap Bi imah.
"menurut Bibi Nona Bella adalah wanita yang baik , sholeha, dan cantik. Tuan Afrizal juga pasti sangat beruntung memiliki istri yang sangat pengertian seperti Nyonya Reyna" ucap Bi imah
"iyah... Bella memang wanita yang sangat pantas buat Afrizal dan aku tidak Bi. aku juga yang memaksa Mereka menikah. Bella sendirian Bi dia tidak punya siapa siapa lagi dan sepertinya Afrizal membutuhkan sosok istri yang bisa melayaninya mengurus semua kebutuhanya "
Reyna menarik napas panjang dan membuangnya kasar. dadanya mulai Terasa sakit.
"Bi tolong ambilkan Obatku di laci " pinta Reyna yang sebelah tangan nya memegang dadanya.
"obat apa ni Nyonya " tanya Bi imah yang melihat obat yang di minum Reyna jumlahnya sangat banyak dan berbagai macam jenisnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
lanjut ☺☺
jangan lupa like dan komen yah 😍