
Bella keluar kamar dan menuruni tangga satu per satu. ia berniat membantu Bi Imah untuk memasak makanan buat nanti malam.
Ternyata berada di kamar seharian membuat Bella kelaparan.
"Bibi masak apa " tanya Bella.
"Ehh.. Nyonya Bella,,, ada apa? perlu sesuatu?"
"tidak Bi,,, saya cuma mau bantuin Bibi masak"
"ehh... gak usah nyonya biar saja saja" melihat Bella yang sudah mengambil sayuran dan mulai mememotongnya.
"gak apa apa Bi,,, saya sudah biasa melakukan ini"
ucap Bella sambil melanjutkan kegiatannya.
setelah selesai dengan memasak nya Bi Imah dan Bella mulai menata makanan nya di atas meja. kemudian Bella ke atas memanggil Afrizal untuk makan malam .
"Ella,,, Reyna belum pulang " tanya Afrizal... karena sejak tadi ia tidak melihat Reyna. biasa nya Kalau sudah sore hytoko Sedang ramai dan itupun kalau hari libur saja.
"seperti nya belum zal " jawab Bella.
beberapa menit Reyna pun datang yang di antar oleh Reno. ia langsung meneju meja makan karena perutnya sangat lapar.
"Reyna... baru pulang? tanya Afrizal dengan suara yang datar.
Reyna langsung duduk dan tak menjawab pertanyaan Afrizal. ia lebih memilih diam.
" di antar siapa? " tanya Afrizal lagi.
Bella yang melihat raut wajah dan suara Afrizal yang berubah langsung meraih tangan Afrizal dan menggenggam yang berada di atas pahanya.
seperti nya Bella sudah paham akan situasi ini. akhirnya Afrizal memilih diam.
"aku di antar Reno,,, aku yang menyuruhnya untuk menjemputku di toko dan mengantarku pulang " ucap Reyna yang langsung menyelesaikan makanan nya dengan terburu buru kemudian ia pergi ke kamar nya.
"dia selalu saja begitu" ucap Afrizal.
"udah Zal,,, biarin aja dia "
______________________
Di kamar Reyna
Tok tok tok
__ADS_1
terdengar ketukan pintu dari luar. Reyna yang baru saja selesai mandi yang masih melilitkan handuk di tubuhnya dan segera membukakan pintu.
"zal....ada apa? "
"malam ini aku tidur di sini bersamamu yah "
Reyna hanya diam dan membiarkan Afrizal masuk.
Reyna segera mengambil piyama dan memakainya. kini ia duduk di meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya.
sesekali ia menoleh keranjang. di Sana Afrizal yang tetap terus menatapnya, Reyna jadi salah tingkah. tatapan itu seperti berbeda dengan sebelumnya karena selama pernikahan nya dengan Afrizal dia tidak pernah memperhatikan suaminya.
Entah mungkin tatapan itu sudah ada sejak dulu namun baru sekarang ia menyadari nya.
" mengapa kau menatapku seperti itu"
Langkah Reyna menuju tempat tidur. ia kemudian berbaring menghadap kelangit langit kamar.
"aku mencintaimu Ina " sambil memeluk Reyna.
kata kata itu terus di ucap kan Afrizal seperti tidak ada rasa bosan. jika dihitung mungkin sudah ratusan bahkan ribuan kata cinta yang dia ungkapkan.
Reyna mulai memejamkan mata. namun lagi lagi ia tidak bisa terlelap. sebab Afrizal berkali kali mendaratkan ciumannya di Bibir nya.
dia bangkit dan mulai menindih tubuh Reyna. mendapatkan perlakuan itu Reyna langsung bangun dari tempat tidur dan mendorong Afrizal.
"pergi lah... Bella lebih membutuhkanmu " ucap Reyna.
Dia meraih gelas dia atas meja dan menuangkan air karena tenggorokkannya terasa kering dan air nya kosong terpaksa Ia harus turun kebawah untuk mengisinya.
Afrizal yang masih terdiam memandang Reyna yang langsung menghilang di balik pintu. terpaksa malam ini Ia harus kembali ke kamar Bella.
"maafkan aku " gumam Reyna.
Ia membuka kulkas kemudian mengambil air dan meminumnya.
"Nyonya Reyna belum tidur"
sapa Bi Imah Yang mengagetkan Reyna.
"Bibi.... bikin kaget aja" ucap Reyna yang mengelus elus dadannya.
"butuh sesuatu ? biar Bibi ambilkan"
"gak usah, aku cuma haus aja "
__ADS_1
"baik lah Bibi ke kamar dulu yah "
"iyah Bi "
Setelah mengisi air Reyna kembali ke atas. Ia berjalan menaiki tangga kemudian melewati kamar Bella.
kamar Reyna dan Bella memang berdekatan . kalau dari tangga harus melewati kamar Bella ter lebih dahulu kemudian baru kamar Reyna. kamar itu hanya terpisah dengan satu kamar kosong di tengahnya.
samar samar Ia mendengar suara rintihan dari kamar Bella. saat Ia mendekat suara itu semakin jelas. tiba tiba saja jantung Reyna berdetak kencang makin lama makin tak beraturan. Ia mundur dan menjauh beberapa langkah dan tersandar di pintu kamar nya sendiri.
tangan nya gemetar dadanya mulai terasa sakit , tenggorokkannya mulai kering. bayangan bayangan di masa lalu berlarian di pikiran Reyna. seakan nyata dilihatnya.
trauma di masa lalu saat pria yang begitu sangat Ia cintai menghianatinya.
"suara itu...aduh dadaku, tenggorokkanku " ucap Reyna lirih.
pranngg.... suara yang begitu keras memecahkan keheningan malam . semuanya hancur berkeping keping.
Reyna jatuh tak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut 😊😊
jangan lupa like dan komen yah😍
di Vote juga.
terus beri dukungan biar aku makin semangat nulisnya🥰🥰🥰
__ADS_1