SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
50


__ADS_3

"Maafkan aku... "


Reno tiba tiba kembali tersadar dengan apa yang telah dia lakukan pada Reyna. tidak seharusnya seperti itu, namun ia juga tidak bisa membohongi nalurinya sebagai pria normal.bagaimanapun ia juga bisa merasakan gejolak yang telah lama di pendam.apalagi mereka tinggal bersama dan bahkan sering tidur bersama beberapa kali.


ayo berangkat.


ucap Reno singkat. dan kemudian menjauhkan dirinya dari Reyna, ia merasakan sangat malu saat ini.


melihat perubahan sikap dari Reno,


Reyna menghampirinya.


tidak apa apa Ren,


Reyna tersenyum.


ia kemudian memeluk pinggang Reno. dan menyandarkan kepalanya dibalik punggung nya.


terima kasih Karena sudah bersamaku selama ini, mengurusku dengan baik.


tidak seharusnya aku seperti ini, mama selalu memaksaku untuk tinggal bersama nya namun aku menolak. aku lebih nyaman jika bersamaku.


maafkan aku, aku egois Ren.


mendengar itu Reno melepaskan tangan Reyna yang memeluk erat pinggangnya dan berbalik menatapnya. Reyna tertunduk.


Ren,,, lakukan.


aku siap.


apa yang kau katakan Ina,


lakukan, aku menginginkan nya,


jangan katakan itu,


setelah melahirkan kita Akan menikah Ren, aku janji.


aku tidak bisa, aku tidak mau menyakitimu dan Baby ini.


Reno mengusap lembut perut Reyna yang sudah membesar dan tinggal menghitung hari saja ia Akan melahirkan.


sebenarnya Reyna mengatakan itu tidak bersungguh sungguh, namun ia tidak tega melihat Reno seperti itu. selama ini Reno sudah banyak memberikan dia kenyamanan dan saat selalu dia butuhkan Reno selalu ada bersama nya.


katanya mau ketaman hmm.


maafkan aku Ren,


ayolah Reyna, jangan bersedih nanti baby Akan sedih juga. Reno mencium perut Reyna.


sampai ditaman.


Ren aku mau disana,


tunjuk Reyna tepatnya dia bawah pohon yang sejuk dan terdapat kursi untik beristirahat menikmati udara segar disana. kebetulan disana tidak terlalu ramai pengunjung.


Baiklah kita kesana.


Reno menggenggam erat tangan Reyna.


sesampainya disana tempat tujuan mereka duduk dia kursi yang sudah di sediakan di taman itu.


Ren, aku suka disini tempat nya sangat sejuk.


dulu Bella sering membawaku kesini, jika hatiku sedang kacau dia menemaniku walau terkadang aku selalu kasar padanya.

__ADS_1


kenangan bersama Bella tak mungkin dengan mudah dia lupakan. ia juga bingung dengan Bella, walau Reyna selalu kasar dan kadang sering menyakiti hatinya dengan kata kata pedasnya namun Bella selalu mau berbicara dengan nya.


aku tau,


semuanya aku tau.


ucap Reno.


aku Akan berjalan jalan sebentar Ren.


ucap Reyna kemudian berdiri.


Ina....jangan jauh jauh sekitaran pohon ini saja.


maksudmu aku harus mengelilingi pohon ini, begitu?


hmm


dibalas anggukan Reno.


ia serius menatap layar ponselnya. entah apa yang mengganggu pikiran nya.


Baiklah,


ucap Reyna kecewa lalu mulai berjalan pelan dengan memegang pinggangnya yang sedikit Terasa nyeri.


setelah beberapa kali berjalan Reyna kembali duduk dan beristirahat sebentar di samping Reno.


Ren,


aku haus.


tunggu biar aku belikan, jangan kemana mana.


Zal,,, seperti nya wanita itu kesakitan.


tunjuk Bella pada seorang wanita yang sedang bersandar di tempat duduk yang berada di bawah pohon tidak jauh dari mereka berada.


iyah Ella seperti nya wanita itu sedang hamil.


ucap Afrizal kemudian memutuskan pandangan nya pada wanita itu.


aku kasihan Zal,


aku Akan kesana.


Bella berdiri ingin menghampiri wanita itu, tapi tiba tiba Baby Al menangis.


Biar aku saja.


Afrizal berdiri kemudian mendekati wanita itu.


betapa terkejutnya saat melihat siapa wanita hamil itu.


Reyna.


kaget Afrizal.


Karena kesakitan Reyna menutup matanya hingga ada suara seseorang yang menyebut namanya. kemudian perlahan ia membuka matanya dan menatapnya.


Afrizal.


Reyna buru buru berdiri dengan sekuat tenaga ia berusaha berjalan menjauhi Afrizal. Ia tidak ingin Afrizal Bertanya tentang kehamilan nya saat ini.


Reyna tunggu,

__ADS_1


Afrizal terus mengejar nya


Reyna berlari pelan Karena Afrizal mulai mendekati nya.


Reyna hati hati kau bisa terluka.


teriak Afrizal.


Reyna yang sudah mulai kelelahan dan merasakan kesakitan ia terus berlari menjauhi Afrizal. hingga sampai di mobil Reno berada namun ia tidak membawa kuncinya,


kuncinya ada bersama Reno.


Afrizal tau itu mobil Reno.


Reyna,


panggil Afrizal lagi.


melihat Afrizal mendekati nya Reyna berusaha menjauhi dan mencari taxi.


Reynaaaaa.....


brughhhhh.....


Reyna terjatuh.


terlihat ada begitu banyak darah yang keluar dari balik roknya.


mobil yang menabraknya melahirkan diri.


Reynaaa bertahanlah.


Afrizal mengangkat tubuh Reyna dan membawa kedalam mobil miliknya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


like


komen


vote


dan jadikan favorite 😍


love you 😍🥰

__ADS_1


__ADS_2