SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
Episode 23


__ADS_3

setelah kejadian itu Reyna mulai sedikit berubah dari sikap acuh dan mulai sedikit tersenyum.


itu juga mungkin karena kembali nya Bella.


Bella dengan senang hati membantu Reyna di toko.


Reyna juga yang memperlakukan Bella dengan sangat baik bukan nya sebagai karyawan tapi sebagai sahabat yang bersama sama mengelola butik nya. jika Reyna tidak ada atau sibuk ,


Bella bisa Menggantikan nya.


setelah pulang kantor Afrizal singgah sebentar di butik.


Reno,,, "kita ketoko Reyna yah "


iyah Tuan "jawab Reno"


"Entah kenapa Tuan Afrizal akhir akhir ini sering ke toko yah , apa ada nona Bella di Sana , biasa nya dia jarang kesana kalau ada Nyonya Reyna "


itu lah pertanyaan pertanyaan yang muncul di pikiran Reno.


Tibalah di toko bunga,


Reno membukakan pintu untuk Afrizal.


Ren,,,kalau bukan di kantor atau hanya kita berdua saja jangan perlakukan aku seperti ini . biar aku sendiri yang melakukanya.


bersikap lah layaknya kita berdua ini sahabat. "sambil menepuk pundak Reno"


Renopun hanya tersenyum saja.


mereka berdua melangkahkan kaki memasuki toko.


selamat datang Tuan, sapa sifa sambil membungkukkan badannya.


apa Reyna ada? "tanya Afrizal"


Nnyonya Reyna keluar sebentar dan akan segera kembali. "lanjut sifa"


Bella ?


"di ruangan Nyonya Tuan"


Afrizal pun melangkahkan kaki menaiki tangga ke ruangan Reyna untuk menemui Bella.


Bella "sapa Afrizal"


"Ehh Zal "


"ina Mana Bell"

__ADS_1


"lagi keluar sebentar , katanya mencari makanan ringan dan pengen makan sate katanya"


"oh gitu"


Afrizal duduk di sofa yang terdapat di pojok ruangan itu.


sambil melonggarkan dasinya., wajah kelelahan terpancar sekali di raut wajahnya.


"Zal aku buatin teh, mau gak? "


"Boleh deh Bell asalkan aku tidak merepotkanmu"


"gak lah, santai ajah "


entah kenapa perasaan Afrizal setelah dekat Bella terasa seperti diperhatikan dan dilayani. ia mengharapkan suatu saat nanti Reyna akan bisa berubah.


setelah selesai membuat kan teh ,Bella menghampiri Afrizal, terlihat raut wajahnya yang gusar seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Zal ini teh nya, silahkan di minum nanti ke buru dingin "


terima kasih Bella, ucap Afrizal dan langsung meneguknya.


setelah beberapa menit Reyna kembali ke butik dengan memegang kantung plastik berwarna hitam, ada sebuah mobil terpakir di di Sana.


siapa yah ? seperti nya aku mengenal mobil itu,


semakin mendekat maka semakin jelaslah siapa pemilik mobil itu.


Reno ada apa kemari? tatapan Reyna seperti tidak suka dan bahkan ia tahu pasti Reno bersama Afrizal.


ada Tuan Afrizal di ruangan Nyonya ,


Tuan ingin mampir sebentar kemari. ucap Reno.


mendengar itu terlihat senyuman di wajah Reyna. entah apa yang di pikiran nya saat itu.


ayo sifa , Ren kita makan.


aku bawakan ini buat kalian ada sate dan minumannya juga.


Reyna langsung meletakkan di atas meja dan sifa mengambil piring kebelakang.


aku akan memberi tahu Tuan Afrizal bahwa Nyonya sudah datang.


dan ketika Reno akan pergi melangkahkan kakinya naik ketangga, Reyna menahannya.


"biarkan saja mereka " sahut Reyna sambil memasuk kan sate kedalam mulutnya.


langkah Reno terhenti dan menoleh kearah Reyna. raut wajah Reno mulai menatap Reyna penuh menyelidik.

__ADS_1


ayo Reno,


apa kamu tidak lapar ,terus saja berdiri disitu. panggil Reyna.


kemudian sifa datang membawa piring dan meletakkan sate tersebut.


setelah terjadi beberapa penolakan dari Reno akhirnya mereka duduk di sofa yang sama sambil menikmati makanannya.


sementara di ruangan Reyna.


Afrizal tampak mengobrol asyik dengan Bella .


kleekk...Reyna masuk ke ruangan nya. sekejap ia melihat Afrizal dan Bella sangat Akrab. entah apa yang di bicarakan sampai sampai mereka tidak menyadari keberadaan Reyna.


ehmm ehmm... Reyna berdehem sontak menghentikan dua sahabat lama yang ber nostalgia itu, berhenti sejenak dan menatap di mana arah suara itu berasal.


Bella aku duluan yah. seperti nya sudah sore. sapa Reyna.


oh iyah nih Ina,


sampai asyik mengobrol aku lupa.


Zal antar Bella pulang.


aku duluan, Reyna berlalu pergi.


"ayo Bella aku antar pulang"


"gak usaha repot repot Zal, aku bisa pulang sendiri "


"jangan menolak, Supaya aku bisa tahu kau sekarang tinggal di mana"


sontak saja Afrizal menarik tangan Bella dan membawanya pergi.


degg degg degg. jantung Bella makin tidak beraturan.


saat situasi ini ia merasa berada di masa beberapa tahun silam saat mereka masih sma.


tatapan Reno menoleh ke arah tangga ia melihat Afrizal yang menggandeng tangan Bella. untung saja Reyna sudah berlalu pergi dan tidak melihat nya. toh ia juga tidak akan memperdulikannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


lanjut 😊😊😊


__ADS_2