
pukul menunjukkan 05.30 masih sangat pagi sekali. Reyna menggeliat kecil dirasakan badannya sangat letih .
diapun membuka matanya secara perlahan ditatapnya langit langit kamar itu sepertinya berbeda dengan kamar miliknya. dia mengumpulkan kesadarannya sambil melihat kiri kanan.
mengapa banyak sekali bunga bunga di kamar ini bahkan harum nya sangat menusuk hidungku. batin Reyna.
seakan ia melupakan hari pernikahan nya .
saat matanya menoleh kesuatu tempat ia melihat seseorang yang sedang berbaring di sofa. serentak ia membalikan wajah kedepan,
"aku menikah,,,
yah menikah,,,
dengan Afrizal. oh tidaaaakkk"
sontak saja Reyna bangun dan memeriksa pakayan nya apa kah ada sesuatu yang aneh.
kemudian ia bisa bernapas lega ,mendapatkan tubuhnya masih dengan baju pengantin yang dia pakai semalam.
"ahh ini terasa membosankan sekali,
mengapa dia tidak membangunkan aku,
bodoh sekali"
celoteh Reyna dengan nada pelan.
dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
mendengar itu Afrizal tersenyum sendiri.
sebelum Reyna bangun Afrizal sudah tersadar ,namun ia tidak mau menunjukkan pada Reyna dan berpura pura tidur.
Reyna keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti pakayannya. kemudian dia menuju ke Afrizal yang masih tidur di sofa terus membangunkan nya.
__ADS_1
"hey zal bangun,
zal ayo bangun"
dengan nada khas Reyna.
Afrizal pura pura menggeliat dan dengan malasnya ia bangun ,mengacak acak rambut dengan malas. dia pergi melewati Reyna dan menuju kamar mandi dengan senyum senyum sendiri.
Afrizal juga sudah selesai bersiap siap.
"aku sudah memesan makanan dan Sebentar lagi Akan segera datang, selesai sarapan kita akan pulang"
seru Afrizal.
Reyna hanya mendengar kan namun tak ada respon sama sekali. dan masih duduk di meja rias sambil menyisir rambutnya.
tring tring...terdengar bunti Bell dari pintu.
" sepertinya sudah datang..
Reyna tolong bisa kau Bukakan pintu"
Reyna hanya melirik dan langsung membuang muka.
Afrizal tau apa maksud istri nya itu.
dan ia langsung pergi bergegas membuka kan pintu.
pelayan hotel langsung meletakan sarapan di meja . mereka berdua sarapan.
"Reyna cepat habiskan sarapanmu aku akan mengajakmu kerumah kita"
"apa kau merasa bahagia sekarang?"
tanya Afrizal.
__ADS_1
Reyna hanya mengangguk pelan yang sibuk menyantap makanan nya.
mereka pun meninggalkan hotel.
saat di perjalanan baik Reyna atau pun Afrizal tidak ada satu pun yang mengeluarkan suara. saat itu terasa hening hingga tiga puluh menit kemudian mereka sampai di sebuah rumah yang sangat mewah dan me miliki dua lantai, mobillpun memasuki pekarangan rumah yang telah di buka oleh penjaga.
Reyna merasa tertegun dengan apa yang di lihat nya di depan rumah terlihat sebuah taman yang sangat indah tentu saja disitu terdapat banyak bunga mawar merah seakan akan penghuni rumah ini tau apa yang di sukai Reyna.
melihat Reyna sedang dengan tersenyum melihat taman bunga nya itu Afrizal sangat bahagia, ia tau bahwa Reyna akan menyukai nya
"hey???
apa kah kau tidak masuk ke dalam atau kau akan terus berdiri disitu"
ucap Afrizal membuat Reyna kaget .
seketika wajah Reyna kembali datar dan masuk ke dalam.
"Selamat datang tuan nyonya"
sapa pelayan yang paling tua. dia adalah Bi Imah.
dia sudah lama bekerja dengan Afrizal hampir sudah 10 tahun. sebelum ia bekerja dengan Afrizal Bi Imah sudah bekerja dengan orang tua Afrizal.
Afrizal sudah menganggapnya sebagai orang tuanya sendiri. karena kerendahan hati nya para pelayan yang berada di rumah nya di buat senyaman mungkin seperti rumah sendiri. tentu saja mereka juga harus tau batasan batasan mereka saat di depan tuan dan nyonya nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
lanjut 😊😊😊