SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
Episode 36


__ADS_3

sudah Satu bulan berlalu. Reyna sudah mulai beraktifitas kembali. luka nya sudah sembuh meski masih terlihat ada yang membekas di Betis nya yang mulus.


hari ini Reyna akan ketoki, ia mulai bersiap siap. setelah sekian lama tidak ke toko bunganya.ia merindukan pegawai pegawai nya terutama sifa.


" pagi sifa " sapa Reyna.


"eh... pagi juga Bu Reyna... alhamdulillah Bu Reyna sudah sehat" ucap sifa senang.


"iyah... terima kasih ya, kamu sudah menjaga toko ini dengan baik.


Reyna menghampiri sifa dan memeluknya. kemudian ia menuju ke ruangan nya.


Sejak Bella menikah ia jarang ketoko kecuali Reyna yang memintanya. Bella juga lebih memilih di rumah saja untuk mengurus semua kebutuhan suaminya.


memang itu lah yang di inginkan Reyna agar Afrizal menikahi Bella . karena selama ini Reyna tak pernah melakukan apapun pada suaminya bahkan hal hal sekecil apapun.


Sore ini Afrizal meminta Reno untuk mengantarnya ketoko Reyna. perasaan rindu nya pada Reyna tak dapat di tahanya lagi. kali ini ia ingin sekali berada di dekat istrinya Reyna.


✉ " ina... Afrizal akan ke toko" Reno mengirimkan pesan.


✉"ada apa Ren " balas Reyna


✉"dia memintaku untuk mengantarnya ke toko "


✉" hmm oke"


mobil melaju dengan kecepatan sedang . Reno melihat Afrizal yang sedikit gelisah dan tatapan mata yang kosong melihat keluar jendela. entah apa yang terjadi pada nya. Renopun tak ingin ber tanya apapun dan hanya melihat dari kaca spion saja.


akhirnya tidak begitu lama mobil mereka berhenti di depan butik.


"Ren... kau pulang beristirahatlah. aku akan disini bersama Reyna . nanti aku akan menghubungimu lagi "


Afrizal kemudian turun dari mobil dan masuk kebutik. dia juga membawakan Reyna makanan.

__ADS_1


" kau lapar? makanlah... aku bawakan makanan kesukaanmu " kemudian Afrizal meletakkan makanan di meja kerja Reyna.


Reyna yang merasa bingung dan hanya bisa menatap suaminya itu dengan heran. baru kali ini Afrizal datang ketoko dengan membawakan makanan seperti ini.


"hmm Ma kasih zal"


Reyna menyantap makananya dengan sangat lahap.


karena merasa kelelahan Afrizal menuju ruangan tempat Reyna beristirahat. sebuah kamar kecil dan terdapat tempat tidur di dalam nya.


Reyna masih asyik dengan menyantap makanan nya tanpa memperhatikan Afrizal yang sudah ketiduran .


Reyna pun bergegas menuju kamar mandi. ia membersihkan diri sebentar karena seharian bekerja membuat badanya terasa lengket.


Reyna keluar dengan sudah berpakayan lengkap. saat nya ia membangunkan Afrizal agar mereka segera pulang ke rumah.


"zal... bangun ayo kita pulang " Reyna mengerak gerakkan lengan Afrizal.


"hmm " Afrizal menggeliat dan melanjutkan tidur nya kembali.


Mendengar itu Afrizal bangun dan duduk di tempat tidur. ditatapnya wajah Reyna begitu lama.


" aku merindukanmu Ina... tidakkan kau ingin bersamaku sebentar saja " ucap Afrizal menghentikan langkah Reyna.


Reyna terdiam sesaat. jantungnya mulai berdetak tak beraturan. perasaan cemas, merasa bersalah karena selama ini sudah menghidari suaminya.


"akh dadakuu "gumam Reyna meremas Dada nya yang mulai terasa sakit.


Afrizal mulai menghampiri Reyna yang diam mematung. lalu Afrizal memeluk Reyna dari belakang. tak ada perlawanan sedikit pun. entah mengapa, sepertinya Reyna sudah men cintai suaminya.


yah cinta semakin besar ada nya saat ia meminta Bella menikahi suaminya. namun baru sekarang ia menyadarinya.


" Ina... aku ingin bersamamu malam ini, tolong jangan menghindariku lagi. aku merindukanmu "

__ADS_1


setetes cairan bening lolos begitu saja dan mengenai tangan Afrizal yang masih memeluk pinggang Reyna. Afrizal menyadari ada sesuatu yang mengenai tanganya langsung memutar tubuh Reyna untuk menghadapnya.


Reyna yang masih tertunduk dan tak kuasa menampakkan wajahnya. Afrizal mulai mengangkat dagu Reyna dan tatapan merekapun bertemu.


"apa yang membuatmu bersedih hahh,,, aku hanya merindukanmu". Afrizal langsung memeluk Reyna .


Tangisan Reyna semakin kencang. sebenarnya Ia juga merindukan pelukan itu namun ia takut tak mau jatuh lebih jauh lagi. ia tak ingin Afrizal terlalu terluka saat ia pergi nanti.


Lama Afrizal tak melepaskan pelukannya. ia sangat Rindu dengan Reyna. walau pun setiap hari bertemu namun mereka seperti orang asing.


dilepasnya pelukan itu kemudian ia menatap wajah Reyna. wajah nya mulai mendekat.


bibir mereka saling bertemu. Afrizal mulai dengan ciumannya namun Reyna tak membalas sama sekali. tapi ia juga tak bisa menolak nya.


ciuman itu semakin dalam sampai Reyna hampir kehabisan napas nya. melihat Reyna yang kesulitan Afrizal langsung melepasnya..


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut ☺☺☺

__ADS_1


di like dan komen yah 🥰


di vote juga 😍


__ADS_2