SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
Episode 38


__ADS_3

Reyna bangun dari tempat tidur dengan selimut yang masih melilit di tubuh nya. Reno menatap nya dengan tatapan yang penuh dengan penasaran.


Ia mencoba bangkit tapi ada sesuatu yang perih sehingga membuatnya merintih kesakitan dan susah sekali untuk berjalan. matanya melirik Reno untuk meminta bantuan untuk mengantanya ke kamar mandi namun Reno hanya diam dan mengangkat alisnya dengan tidak mengerti.


"Ren... bantuin "


"apa"


"aku mau ke kamar mandi"


"terus"


"sakit" Reyna mencoba memegang bagian perut bawahnya.


Melihat Reyna yang mengeluh kesakitan Reno segera menghampirinya. ia merasa sedikit gugup matanya tertuju ke belahan dada Reyna dengan selimut yang sedikit melorot.


"biar kubantu , tapi harus bagaimana? " Reno kebingungan.


"gendong aku " pinta Reyna


di gendong nya Reyna menuju kamar mandi . saat Reno mau keluar Reyna menahanya, dia menoleh kebelakang dan mengangkat kepala .


"apa lagi , kau tidak menjebakku untuk mandi bersamamu kan" Reno mendekat kearah Reyna. ia berusaha menggoda Reyna.


"si,,, siapkan aku air hangat, aku ingin berendam sebentar" ia mencoba memalingkan wajah nya.


terlihat senyum di wajah Reno.' pasti saat ini dia ber pikiran yang tidak tidak kan '


******


dulu saat aku memutuskan menikah dengan nya, aku merasa sangat nyaman berada di dekat nya. seiring berjalan nya waktu, aku mulai mencintainya. tapi mengapa saat cinta itu ada, aku menghadirkan seseorang diantara kami.


aku juga tidak mau membuat dia terluka saat aku harus pergi meninggalkan nya. aku pasrah.


pasrah dengan keadaan ini, aku tidak tau apakah akan sembuh dari penyakit yang kuderita kuderita ini.


aku nyaman , kemudian cinta setelah itu takut kehilangan dan terpaksa harus berkorban demi kebahagiaan orang yang kucintai.


aku bingung dengan perasaan macam apa ini, saat ini aku juga merasa nyaman dengan seseorang. perasaan ini juga sama dengan beberap tahun yang lalu.


aku juga tidak menyesal menyerahkan diriku pada nya. karena aku juga menginginkannya.

__ADS_1


********


terdengar ketukan dari luar pintu kamar mandi. membuat Reyna tersadar dari lamunannya.


"Reyna... ayo keluar apa kau tidak kelaparan ? "


"iyah... bawel banget sih "


" baik lah aku tunggu di di bawah "


"ehhh,,,Tunggu ! ambilkan pakayanku "


"keluar lah... aku juga akan keluar dari kamar ini"


setelah beberapa menit menunggu di dalam kamar mandi Reyna mencoba untuk keluar. perih yang terasa di bagian itu sudah mulai berkurang, dia pun memakai pakayannya dan duduk di sofa dekat pojokkan kamar.


"lama sekali dia "


Reno kemudian naik ke atas menuju kamar. di lihatnya Reyna yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Reyna,,, aku kan sudah menunggumu di bawah" nada suara Reno melemah.


Mendengar itu Reno menarik napas dan membuangnya kasar "hahhhk"


Dia pun turun kebawah dan mengambil nampan yang berisi dua mangkuk mi instan.


"di kulkasmu hanya tersedia ini saja, bagaimana bisa hanya ada mi instan , malam ini terakhir kau makan makanan ini. tidak sehat "


Reno ber bicara panjang lebar dan Reyna tak mendengar kan ia terlihat asyik menyantap makanan nya.


"Reynaaaa... " Reno mulai kesal.


tapi Reyna hanya melirik sebentar lalu melanjutkan kegiatannya kembali.


"aku akan bilang ini pada dokter kevin"


ternyata perkataan terakhir Reno dengan mengatakan nama dokter kevin mampu menjadi kan senjata bagi Reyna.


"iyah... aku tidak akan lagi memakan ini" Reyna kemudian berdiri meninggalkan makananya.


Reno menyusul menghampiri Reyna.

__ADS_1


"Reyna... ini demi kebaikanmu, keselamatanmu. memakan makanan seperti itu dalam jangka waktu yang lama akan merusak kesehatanmu. tidak baik juga bagi tenggorokkanmu " Reno mencoba membujuk Reyna.


"ayo makan,,,setidaknya habiskan dulu makananmu . setelah itu kamu minum obat nya yah"


Reyna kembali duduk dan mulai menyantap makanan nya begitu juga dengan Reno. dia juga tak lupa mengambil kan obat buat Reyna. perhatianya mampu membuat Reyna nyaman saat berada di dekat nya.


"tidur lah ini sudah malam "


Reno menyelimuti dan sambil mengusap kepala Reyna.


saat hendak pergi Reyna menarik sebelah tangan Reno kemudian dia berbalik.


"Temani aku Ren,,, aku takut "


"tidur lah,,, aku akan tidur di sofa kau tidak perlu takut"


" tidur lah di sini...di sampingku "


Reno hanya diam tak menjawab apapun. ini kali kedua Reyna meminta nya untuk tidur bersama dalam Seranjang.


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut 😊😊😊


di like dan komen juga yah 😍


Dan di vote 🥰

__ADS_1


__ADS_2