SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
Episode 15


__ADS_3

Mari nyonya saya antar kekamar, sapa Bi Imah dengan ramah ,


kemudian membawa kan barang barang Reyna. pak Tejo yang membawa koper tuan Reyna. sementara Afrizal pergi ke ruangan kerja nya dan disusul oleh Reno.


Reyna langsung merebahkan dirinya di kasur yang empuk itu dan memejamkan matanya, ia berpikir hari ini lah yang tepat untuk mengatakan keinginannya pada Afrizal. segera ia keluar dan mencari keberadaan Afrizal.


*Reno bagaimana dengan gadis itu, apa kah kau menemukannya?"


tanya Afrizal.


Reyna berhenti mendengar suara Afrizal di dalam ruangan yang pintu nya tidak tertutup rapat dan dibiarkan sedikit terbuka.


"Tuan,,, sepertinya dia sengaja bersembunyi dan tidak mau anda mengetahuinya dan juga nona Reyna"


"cari tau sampai kau menemukannya,


aku khawatir padanya, dia tidak punya siapa siapa lagi dikota ini selain aku dan Reyna.


aku kasihan padanya"


perinta Tuan Afrizal.


mendengar itu Reyna bingung siapa yang mereka maksud .


"apa Afrizal menyembunyikan sesuatu dariku?"


"apa kah dia?"


akhhh peduli apa aku padanya, batin Reyna sangat kesal.


Reyna pun berlalu pergi dan gagal memberitahukan keinginannya pada Afrizal.


"ah...sebaiknya aku ke halaman depan saja, di Sana bisa menghilangkan mood ku yang rusak"


disamping taman mawar itu ada sebuah kursi santai, Reyna langsung duduk dan memandangi mawar merah kesukaannya itu.


dari atas balkon kamar Afrizal menatap istri nya dengan perasaan bahagia ,dia sangat bersyukur pada Tuhan telah mempersatukannya dengan wanita yang dia cintai. meski ia harus berusaha mengambil hati Reyna karena ia sadar sampai saat ini Reyna belum sama sekali mencintainya.

__ADS_1


"aku akan berusaha sampai kamu menyadari bahwa kamu mencintaiku sama seperti aku mencintaimu. batin Afrizal.


karena hari ini hari pertama pernikahan Afrizal belum ke kantor dan akan memilih di rumah saja. ia sudah mem percaya kan urusan kantor pada asistennya Reno. dan sesekali Afrizal memeriksa pesan Email yang di kirimkan Reno.


"Reyna kembali ke kamar , ia tidak mendapati Afrizal di Sana .


kemana dia?


Reyna memutari kamar itu dan ia melihat di bagian samping ternyata di Sana ada balkon karena ia belum hafal betul lingkungan kamar itu. Reyna mengintip keluar.


hey apa kau mengintip ku?


serentak Reyna kaget, dan membulatkan matanya.


kenapa dia bisa tau , huhh"


ucap Reyna dengan nada pelan.


kesini, panggil Afrizal.


ada apa?


"katakan" ucap Afrizal dengan sangat lembut.


"tidak ada, tidak jadi,"Reyna dengan nada kesal nya.


dan berlalu pergi


"ada apa dengan nya?


setiap aku mengajak nya bicara dia sangat marah sekali. batin Afrizal.


ia selalu menanggapi sikap Reyna yang acuh dengan tetap sabar dan tersenyum. ia yakin suatu saat pasti istri nya bisa berubah.


setelah selesai Afrizal masuk ke dalam kamar. ia mendapati istri nya telah ter tidur di ranjang.


ia kembali ke ruangan kerja nya.

__ADS_1


"Tuan saat nya makanan siang". ucap Bi Imah..


"baik Bi... aku akan membangunkan istri ku dulu"


"istriku bangun"


mengusap lembut kepala Reyna.


"iyah... kamu duluan saja kebawah nantu aku menyusul"


dengan nada khas baru bangun tidur. saat di meja makanan Afrizal menunggu istri nya dengan belum memulai makanan nya.


Reyna menyendok makanan nya sendiri dan menyantap nya diliriknya Afrizal sekejap dan ia merasa heran.


mengapa dia belum makan juga , apa yang dia tunggu? batin Reyna.


akhirnya Afrizal mengambil makananya sendiri, ia sempat berfikir istri nya akan melayani nya saat di meja makan.


Afrizal hanya tersenyum melihat istri nya sangat menikmati makan nya dengan lahap.


setelah selesai makan Reyna berdiri dan meninggalkan meja makan menuju ke sofa dan menyalakan tv. ia meninggalkan Afrizal di meja makan sendirian tanpa menunggu nya selesai makan.


melihat itu Bi Imah hanya bisa terdiam dan ber tanya tanya dalam hati nya.


"ada apa dengan tuan Dan nyonya saat ini". batin Bi Imah.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


lanjut 😊😊😊


__ADS_2