
setelah beberapa saat, Afrizal masuk kedalam menuju tempat tidur. ditatapnya Reyna yang tertidur pulas seakan akan tidak terjadi apa apa. ia begitu mudah mengatakan sesuatu yang sulit diputuskan bagi Afrizal saat ini. ia mendekat dan duduk ditepi ranjang ditatapnya wajah seorang wanita yang sangat ia cintai dan mengecup keningnya.
"semoga kau tidak akan menyesali apa yang kau lakukan saat ini ,dan kalau itu memang keinginanmu aku akan menurutinya"
dikecupnya sekali lagi dan kemudian Afrizal mengambil jaket dan kunci mobil seperti nya ia perlu menenangkan diri sebentar.
✉ Reno, kesini temui aku, di tempat biasa.
Afrizal mengirimkan pesan dan tidak lama kemudian mendapatkan Balasan.
✉ baik lah.
setelah beberapa lama menunggu Renopun datang. ia melihat raut wajah Afrizal seperti sedang kacau .
Reno tau kalau Afrizal , datang ke tempat ini berarti ia sedang ada masalah.
di tepi danau yang sangat luas dengan indahnya cahaya bulan . udara malam ini sangat tenang dan mampu menetralisir perasaan yang sedang kacau.
ada apa tuan. sapa Reno.
"Ren. keberadaanmu disini sebagai sahabatku bukan tuanmu".
iyah maafkan aku Zal.
apa yang terjadi. Reno mendekati Afrizal dan duduk di sampingnya.
Reyna menyuruhku menikahi Bella.
apa yang harus aku lakukan Ren. apa aku harus menerimanya?
aku bingung Ren !
aku sangat mencintai Reyna!
Reyna istriku tapi dia seperti bukan seorang istri. dia selalu sibuk dengan urusannya, pekerjaan nya.
Afrizal terlihat sangat frustasi.
mendengar itu Reno menepuk pundak Afrizal seperti memberi kan kekuatan seakan ia merasa apa yang di rasakan sahabat nya saat ini .
Zal... jalani saja. kalau itu bisa membuat dua hati bahagia maka lakukan lah. mudah mudah an ini jalan terbaik untuk pernikahan kalian.
ucap Reno.
"tapi aku tidak yakin Bella akan menyetujuinnya Ren"
"aku yakin Bella akan menyetujuinnya, seperti nya dia menyukaimu zal, dan aku bisa melihat itu di matanya "
__ADS_1
"maafkan aku zal. aku tidak berdaya dan tidak bisa memberitahukan soal Reyna padamu. nanti suatu saat kamu akan tau alasannya. aku juga belum lama tau tentang apa yang di alami Reyna " batin Reno
aku ke apartemenmu saja Ren. Afrizal Bangkit dan berjalan menuju mobil.
ia hanya perlu menenangkan diri sebentar.
******
Reyna bangun pagi pagi sekali .
dan tidak mendapati Afrizal di tempat tidur. bukannya ditelpon dan sekedar ber tanya kemana ia pergi Reyna malah acuh dan tidak ingin tau.
seperti nya pagi ini ia tidak sabar ingin memberitahukan Bella soal pernikahan nya dengan Afrizal.
"Semoga saja Bella menyetujuinnya " batin Reyna
setelah sudah rapi Reyna turun yang mendapati Bi imah selesai menyiapkan sarapannya.
"tumben pagi pagi sekali Nyonya" kata Bi imah.
"iyah Bi ada urusan di toko"
Bi seperti nya Afrizal tidak pulang semalam ?
iyah Nyonya. jawab Bi imah singkat.
pagi sekali Reyna berangkat ia belum melihat toko terbuka. seperti nya Sifa dan Bella belum datang. ia pun masuk kedalam.
kemudian sifa datang dan menghampiri Reyna.
Bu Reyna. tumben pagi pagi udah datang. sapa sifa.
iyah.. saya sedang menunggu Bella.
tiba tiba yang di tunggu pun datang dan menghampiri Reyna dan Sifa.
"klw begitu sifa kedepan dulu yah" keluar dari ruangan Reyna. tinggalah Bella dan Reyna.
"Bel... ada yang mau aku bicarakan hal yang sangat penting padamu".
Inah.. apa sih , katakan saja lah,,, Sahut Bella yang tidak terlalu menanggapi perkataan Reyna karena ia sibuk mencari sesuatu di dalam laci.
Bell... apa kamu menyukai Afrizal??? tanya Reyna dengan ragu.
Bella dian sekejap dan mematung sambil menatap Reyna dengan raut wajah heran dan ber tanya tanya. ditatapnya Reyna hingga tak berkedip.
hening seketika.
__ADS_1
Bella berjalan kehadapan Reyna.
tapi Reyna tenang dengan duduk nya.
" pertanyaan macam apa ni Ina" dengan nada sedikit kesal.
"maafkan aku Bell, apa kamu menyukai Afrizal "
lagi lagi Bella tak menjawab ia memilih tak mendengar apa yang di katakan Reyna.
"Bella jawab aku"
tak ada jawaban lagi.
"Bella... diam mu berarti iya " ucap Reyna dengan tegas.
Bella menatap Reyna seketika dengan sorot mata yang tajam.
"maafkan aku Bella"
"aku ingin kau menikah dengan Afrizal "
mendengar itu Bella sangat terkejut dan menghampiri Reyna.
plakk.... Bella menampar Reyna.
ini kali pertama Bella menampar seseorang ia juga tidak yakin bisa menampar Reyna. memang ini sudah sangat lah keterlaluan. bagaimana bisa seorang istri meminta sahabat nya menikahi suaminya sendiri, sangat di luar dugaanya.
sementara banyak sebagian wanita di luaran Sana yang bersikeras tidak ingin di madu.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut ☺☺☺
__ADS_1