SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
Episode 18


__ADS_3

Dalam perjalanan Afrizal tertidur ia merasakan lelah yang luar biasa. Reno hanya bisa menatap Tuanya lewat spion mobil. ia tahu sekali Tuan Afrizal tidak bahagia dengan pernikahan nya di tambah lagi masalah baru tiba tiba muncul.


Sesampainya di depan rumah.


Tuan kita sudah sampai.. Reno mencoba membangunkan Afrizal.


iyah Ren,,,, maaf aku ketiduran. dengan nada seraknya.


di depan pintu Bi Imah menyambutnya dan membawakan tas . itu sudah terbiasa Bi Imah lakukan setiap hari,,seharusnya itu menjadi tugas seorang istri dan Afrizal tidak memaksakan itu pada Reyna.


Bi,,, Reyna sudah pulang atau belum.


tanya Afrizal sambil duduk di sofa.


Nyonya Reyna sudah kembali ke rumah dari tadi siang Tuan.


Bi Imah.


nyonya terlihat sangat lelah sekali dan ...???


Bi Imah tidak melanjutkan perkataanya.


ada apa Bi,,,? tanya Afrizal sambil melonggarkan dasinya.


ia sudah bisa menebak apa yang terjadi pada istri nya .


tadi siang ketika Nyonya pulang dan menyuruh saya memijit kepala nya, kata Nyonya dia merasa sangat pusing dan Nyonya menangis.


kata Bi Imah dengan sedikit ragu ragu.


Baik lah Bi ,Afrizal kekamar dulu yah. aku sudah makan malam di kantor tadi.


Reyna pun melewatkan makan malamnya.


sambil melangkah kan kakinya menuju ke kamar.


ceklekk... pintu kamar terbuka Afrizal masuk kedalam mencari keberadaan Istri nya , matanya tertuju di ranjang. ada yang berbaring di Sana.

__ADS_1


Afrizal mendekatinya.


Deg deg deg. jantung Afrizal memacu begitu cepatnya. ia melihat Reyna malam ini begitu seksi dengan baju mandi yang masih terlihat di tubuhnya. terlihat belahan dada Reyna , sedikit bergeser terlihat sangat putih dan mulus , bagian paha yang sedikit terbuka. Afrizal menelan salivanya.


selama pernikahannya ia belum pernah melihat bentuk tubuhnya istrinya yang terbuka seperti itu. lelaki normal mana yang tidak bisa menahan keinginan itu.


lama ia berdiri menatap istri nya itu entah perasaan seperti apa yang membawanya mendekati Reyna. ia duduk di samping Reyna dan menyentuh bibir Reyna dengan jarinya. baru pertama kali ia merasakan sentuhan bibir Lembut seperti ini.


ia mendekatkan bibir nya dan mencium Lembut bibir istri nya itu. tanpa sadar Afrizal menetaskan air mata dan mengenai pipi Reyna.


mengingat kejadian tadi siang saat Reyna bertemu dengan Brian.


aku sangat menyayangimu,


sampai kapan pernikahan ini akan bertahan,


bukan seperti ini yang aku inginkan,


apa yang membuatmu membenciku,


aku juga bisa memahami perasaanmu,


dan tidak pernah memaksamu untuk melayaniku,


aku membiarkanmu bebas melakukan apa saja,


kumohon jangan tinggal kan aku Reyna.


memeluk tubuh Reyna. kemudian ia mengangkat tubuh istri nya dan mengatur posisinya.


Reyna yang tersadar dari Afrizal mencium nya, ia pun berpura pura tertidur dan membiarkan Afrizal melakukan nya.


maafkan aku Afrizal ,maafkan aku." dalam hati".


aku terpaksa bersikap seperti ini, agar nanti aku pergi kamu tidak akan merasakan sakit yang begitu dalam.


aku memang tidak pantas mendapatkan cintamu.

__ADS_1


tak terasa air mata itu mata begitu saja.


ada sesuatu yang di sembunyikan Reyna dari dulu bahkan orang tuanya pun tidak mengetahuinya.


melihat Afrizal telah keluar dari kamar mandi Reyna kembali memejamkan matanya dan berpura pura tidur.


******


di tempat lain seseorang sedang tersenyum bahagia, ia berhasil memprofokasi Reyna.


Brian kembali ingin membalaskan dendamnya pada Afrizal yang sudah memasukkan nya ke penjara. dia juga menjadi saksi mata saat di persidangan.


hahahahah, Brian tertawaa dengan suara menggelegar memenuhi ruangan kamar itu.


aku akan menjadikan Reyna sebagai alat untuk menghancurkanmu. dia juga telah menghancurkan masa depanku.


lelaki itu sangat mencintaimu Reyna jadi aku bisa dengan mudah menjalankan rencanaku dan aku tidak menginginkan mu lagi Reyna.


aku bisa melihat dimatamu cinta untukku masih ada. ucap Brian sambil menatap foto Reyna dan Afrizal di layar HP nya.


lelaki itu penuh dengan kebencian yang sudah menyelimuti hati nya.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2