
hari berganti minggu dan kini pernikahan itu masih tetap seperti biasanya terasa dingin dan tidak ada kehangatan diantara dua insan tersebut.
pernikahan yang di dasari cinta sepihak itu seakan tak mampu membuat luluh cinta yang lainya bahkan membuat mereka terasa begitu jauh dan jarang bertemu .hanya di tempat tidur saja mereka bertemu dan tetap seperti biasanya.
Afrizal sudah terbiasa dengan sifat Reyna . ia tidak mau terlalu memaksakan kehendak pada istri kesanyangannya, mengingat janji yang harus ia tepati sebelum pernikahan. berada di dekatnya pun Afrizal sudah sangat bahagia.
Apa lagi beberapa hari ini Reyna sangat sibuk dengan toko bunga yang sedang dia kelola. yah sejak sebelum menikah ia sudah mengundurkan diri dari kantor dan lebih memilih membuka toko bunga berhubung ia sangat suka dengan bunga mawar merah.
*******
Reyna terlihat sangat terburu buru sekali pagi ini. ia terlambat ke toko karena tadi agak sedikit kesiangan.
sial... mengapa dia tidak membangunkan aku...
batin Reyna.
sambil berlari pelan menuruni tangga. saat ia melewati ruangan makan ia melihat suaminya sedang sarapan dan hanya melirik sebentar saja kemudian berlalu pergi.
sudah pasti lirikkan itu sangat tajam. Afrizal pun hanya tersenyum melihat tingkah istri nya itu .
ia sudah sangat terbiasa.
sesampainya Reyna di toko ia segera menuju ke ruangan nya dan di Sana Asisten Reyna yaitu sifa sedang menunggunya.
Bu... ini ada beberapa surat lamaran . Ibu bisa memeriksanya. sahut sifa.
aduhh sifa biarkan aku istrahat sebentar, tolong ambilkan saya air putih, saya haus sekali. sambil duduk di kursi kebesarannya itu.
setelah perasaanya benar benar tenang Reyna meminta surat lamaran yang di berikan sifa.
ia melihat lihat biodata para pelamar itu tiba tiba ia membaca satu nama yang tidak asing baginya. dan cepat melihat foto wanita itu.
sifa... besok beritahu dia datang ke toko dan dia diterima disini. sambil menyodorkan surat lamaran itu.
Reyna tersenyum sendiri.
tok tok tok...
Bu Reyna apa mau saya pesankan makan siang buat Ibu. sifa yang membuat Reyna berhenti sebentar meng utak atik leptonya.
gak usah sifa,,,sekali an aku mau ke kafe dekat sini aja. sahut Reyna.
Reyna keluar dari toko . saat ia hendak membuka pintu mobil ada yang menarik tangan nya.
siapa sih.. ucap Reyna dengan nada kesal.
saat ia berbalik dan melihat sosok itu tiba tiba saja tangan nya gemetar dengan wajah yang sangat memerah . terlihat ada kemarahan yang sangat memuncak.
__ADS_1
lepaskan aku... bentak Reyna sambil mendorong badan lelaki itu dan hampir saja terjatuh.
maafkan aku Reyna,,,
maafkan aku.
aku memang bersalah bahkan kesalahanku sangat fatal ...
tolong beri aku satu kesempatan lagi,,,
aku akan memperbaikinya.
ucap lelaki itu dengan penuh penyesalan.
cukup ! teriak Reyna.
bahkan kesalahanmu sudah sangat Fatal.
aku kira kamu lelaki yang bertanggung jawab ,
dan karena kau , aku bahkan membeci semua orang.
Reyna berusaha menahan air matanya yang akan dengan mudah bisa lolos saat itu juga.
aku bisa jelaskan semuanya,
*******
di kantor Afrizal.
Reno masuk kedalam ruangan Bosnya dan memperlihatkan sesuatu yang ada di ponselnya.
kapan dia bebas? tanya Afrizal menghentikan pekerjaannya dan bangkit dari duduk nya . ia melangkah ke jendela dan menatap keluar.
seminggu yang lalu Tuan. jawab Reno.
mendengar itu Afrizal sangat cemas dan menarik napas panjang dan membuangnya begitu kasar.
terlintas di pikiran nya dengan kejadian beberapa tahun silam saat ia masih sma.
******
flashback on
saat itu Reyna terlihat sangat gelisah menunggu seseorang di gerbang. Afrizal mengajak Reyna pulang bersama namun Reyna menolaknya.
lalu ia pergi dan melaju kan motor nya. merasa tidak enak dengan perasaanya pada Reyna,
__ADS_1
Afrizal membelokkan motor nya kembali lagi kesekolah itu.
dari kejauhan ia melihat Reyna di bonceng oleh seseorang dan dia mengikutinya secara diam diam.
apa???
mengapa lelaki itu membawa Reyna ke hotel?
apa yang di lakukan lelaki itu?
banyak pertanyaan yang muncul di otak Afrizal saat itu.
ia memutuskan mengikutinya hingga masuk kedalam hotel. terlihat mereka menuju kesuatu kamar yang berada di bagian atas. perasaan Afrizal menjadi tidak karuan.
Lelaki itu masuk dan meninggalkan Reyna di depan pintu tanpa membawanya masuk kedalam kamar hotel itu. lama ia Perhatikan Reyna dengan sangat gelisah kemudian Reyna masuk juga kedalam.
Afrizal hanya melihat dari kejauhan. dan tiba tiba saja ia melihat Reyna berlari keluar dengan tangisannya ia begitu sangat frustasi.
ada apa sebenarnya? rasa penasaan Afrizal semakin memuncak. untung saja Reyna tidak melihat Afrizal.
setelah Reyna berlalu Afrizal kembali masuk kedalam kamar itu dan melihat lelaki itu sedang bercumbu dengan kekasihnya namun naas lelaki itu menikam perut si wanita nya dan mengeluarkan darah.
untung saja lelaki itu tidak menyadari keberadaan Afrizal.
setelah melihat kejadian itu ia terburu buru melaporkan kepihak hotel tersebut bahwa terjadi pembunuhan dikamar *** .
Afrizal kembali mencari Reyna dan menemukannya di lobi hotel lalu mengantarnya pulang.
sejak kejadian itu Afrizal menjadi saksi pembunuhan yang di lakukan Brian dan di hukum sesuai perbuatannya.
yah Brian kekasih Reyna Saat itu.
dan ia bebas sekarang.
flashback off
.
.
.
.
.
lanjut 😊😊😊
__ADS_1