
sampailah di sebuah apartemen , disitulah tempat tinggal Reno.
*******
dulu Reno adalah anak dari panti asuhan dan tidak sengaja bertemu dengan pak Bambang.
saat itu pak Bambang menyelamatkan Reno yang di kejar kejar preman hingga ia masuk di sebuah mobil yang di tumpangi pak Bambang dan juga anak nya Afrizal.
saat itu usianya masih tiga belas tahun yang seumuran dengan Afrizal .
Reno pun tinggal bersama keluaga pak Bambang karena Reno saat itu tidak mempunyai tempat tinggal dan dia diangkat anak oleh Pak Bambang.
Dia tumbuh dengan mendapatkan kasih sanyang dan hidup yang sangat layak. hingga akhirnya dia ikut bersama Afrizal di jerman dan berkuliah di Sana.
ia pun tau bagaimana caranya harus berterima kasih pada keluarga pak Bambang yang ia anggap sudah seperti keluarga nya sendiri.
dan menyerahkan seluruh hidup nya untuk mengabdi di
keluarga tersebut dan menjadi Asisten pribadi Afrizal.
meskipun Afrizal sudah melarangnya tapi ia bersikeras dengan tekadnya karena hanya dengan cara itu ia bisa membalas budi kebaikan pak Bambang dan keluarga yang memperlakukan dia dengan sangat baik.
"begitu lah sekilas tentang Reno Asisten Afrizal"
******
saat turun dari mobil Reyna merasa kepalanya agak sedikit pusing dan susah berjalan. Reno sedikit ragu , sebenarnya ia tidak tega dan bingung .
heh bodoh,,,
apa kah kamu akan terus menatapku seperti itu?
bantu aku?
panggil Reyna yang mengagetkan Reno yang sedikit kebingungan.
mendengar itu Reno berlari dan memapah Reyna.
namun karena Reyna lambat dalam berjalan dan sedikit kesusahan ia pun langsung menggendongnya.
Reyna merasa kaget namun itu juga untuk kebaikannya.
berani juga ternyata dia ini "batin Reyna "
sesampainya di lantai lima belas Reno langsung masuk kedalam apartemen nya dan membaringkan Reyna di tempat tidur nya dan mengambil kotak obat untuk mengobati luka Reyna , terdapat luka lebam di bibir dan bagian tubuh lain nya.
maaf Nyo nya,,, dengan nada gugup Reno.
yang mengobati luka Reyna.
__ADS_1
"sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku Nyonya...
kamu sama denganku dan juga Afrizal.
kamu adalah teman kami.
jadi jangan bersikap seakan kami adalah majikanmu.
"bentak Reyna"
jadi kalau seperti ini bersikap biasalah saja,
jangan sampai aku ikut ikut an bodoh kayak kalian semua. "bentak Reyna lagi"
kringg kringg kringg. nada dering hand phone Reno.
menghentikan ocehan Reyna.
bagaimana ini ,
aku harus bilang apa?
batin Reno. dan terlihat tangan nya mulai gemetar memegang handpon.
siapa "tanya Reyna "
aku harus bilang apa? lanjut nya lagi.
terserah kamu saja,
yang penting jangan kamu beri tau aku disini.
ucap Reyna kemudian berbaring.
tanpa berpikir panjang akhirnya Reno mengangkatnya dengan sedikit keraguan.
"Hallo tuan "
"Kamu dimana Reno"
"Di apartemen Tuan , apa tuan membutuhkan sesuatu"
"ahh tidak Ren, beristirahatlah , aku di toko sekarang.
apa meeting nya sudah selesai? "
"iyah Tuan "
"oke baiklah , cari tau Reyna dimana sekarang?
__ADS_1
aku juga mendapatkan informasi dari Bella katanya Reyna bersama Brian , pastikan dia baik baik saja.
"Baik tuan"
"dan bilang ke Reyna aku bersama Bella sekarang di toko, kami menunggunya"
Afrizal langsung menutup telepon nya.
Reno menarik napas panjang dan membuangnya kasar, membuat dia merasa kesulitan seakan akan ada yang mencoba mencekik lehernya saat ini.
dia bilang apa?
tanya Reyna dengan ketusnya.
Tuan bersama nona Bella di toko,
katanya mereka akan menunggu nyonya Reyna di Sana.
mendengar itu Reyna tersenyum .
"aku sudah menunggu ini dari jauh jauh hari. ternyata mereka bersama sekarang " gumam Reyna.
Reno mendengar nya.
"apa maksud anda"
bukan nya men jawab pertanyaan Reno.
Reyna malah berbaring dan membaringkan tubuh nya kembali menarik selimut seolah olah ia akan tidur.
.
.
.
.
.
.lanjut 😊
jangan lupa
like
vote
komen yah.
__ADS_1