
hari semakin larut yang di tunggu tunggu belum juga menampakkan diri, rasa gelisah mulai menghantui perasaannya. seperti nya baru kali ini ia menunggu kedatangannya .
tidak seperti hari hari sebelum nya. seperti nya ia sudah mantap dengan apa yang akan di sampai kan.
melihat ekpresi mereka saat di butik tadi sungguh kebahagiaan yang tidak di buat buat.
detik menuju menit berlalu .
sekarang sudah menuunjukakan pukul sepuluh malam. Reyna keluar sebentar menuju ke balkon kamar ia duduk di sebuah kursi santai yang ada di Sana dan menyandarkan kepalanya.
udara malam ini sangat sejuk angin bertiup pelan perlahan Reyna memejamkan mata dan menikmati indahnya malam.
terdengar suara mobil yang masuk pekarangan rumah seperti nya yang di tunggu telah datang. setelah beberapa saat terdengar suara pintu terbuka.
Reyna masih duduk sambil menyandarkan kepalanya seolah olah ia tidak tahu kedatangannya Afrizal.
Ina ternyata kamu disini, aku sudah mencarimu ke mana mana? Afrizal kemudian mendekati Reyna dan duduk bersama nya.
"bersihkan dulu dirimu.
setelah itu kamu kesini lagi, ada yang ingin aku bicarakan " ucap Reyna.
Afrizal kemudian bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
banyak pertanyaan yang muncul di benaknya. tidak seperti bisa nya Reyna menunggu nya Seperti ini.
tanpa berlama lama akhirnya Afrizal selesai mandi dan menghampiri Reyna. ia takut jika Reyna akan marah setelah lama menunggu nya.
ada apa Ina? tanya Afrizal.
Reyna menoleh sebentar dan memperbaiki tempat duduk nya.
"Zal, maafkan sikapku yang selama ini sudah mengabaikanmu, seperti nya aku tidak pantas untukmu.
kamu terlalu baik memperlakukan aku. dan bahkan aku selalu kasar padamu"
Reyna berdiri dari kursi dan melangkah pelan kemudian melipat tangan ke depan.
"Ina,,,, aku tidak mempermasalahkan itu, aku akan menunggu sampai kamu benar benar menerimaku sebagai suamimu " Afrizal maju dan memeluk Reyna dari belakang.
mendapat pelukan dari Afrizal ,,,
Reyna hanya diam dan membiarkannya. sambil memejamkan mata. merasa kan sentuhan Afrizal.
merasa tidak mendapat penolakan dari Reyna,
Afrizal malah mempererat pelukan nya.
aku mencintaimu Reyna, bisik Afrizal.
__ADS_1
dan Reyna hanya diam.
"Zal... boleh aku meminta sesuatu darimu? "
"iyah boleh, katakan" sambil menempelkan dagu nya di pundak Reyna.
setelah hening beberapa saat Reyna menarik napas panjang dan menghembusaknnya pelan.
"menikah lah Dengan Bella " ucap Reyna.
tangan yang masih melingkar dipinggang Reyna kini terlepas tiba tiba. senyum kebahagiaan yang terpancar kini mulai memudar di wajah Afrizal.
ia mundur beberapa langkah kebelakang. bagai tersambar petir Afrizal duduk di kursi dengan membanting tubuh nya hingga suara hentakan sangat jelas terdengar.
"bagai mana bisa kamu menyuruhku menikahi Bella"
dengan nada meninggi.
"menikah lah Dengan nya zal
Bella wanita baik baik ". sambung Reyna.
"justru dia wanita baik , apa kamu mau menghancurkan masa depan nya? "Afrizal mengacak acak rambut nya.
"tidak Zal... dia menyukaimu... dia akan bahagia jika bersamamu.
kasihan dia,
dia sendiri an zal.
dan aku tidak pantas untukmu.
aku juga merasa kasihan padamu tidak ada yang mengurus kebutuhanmu .
aku tidak bisa melakukan itu,
aku terlalu sibuk".
masih tetap membelakangi Afrizal.
"Ina kamu tidak boleh egois".ucap Afrizal.
"bukan nya kamu nyaman saat bersama Bella? "
pertanyaan itu seakan akan bisa membungkam mulut Afrizal.
Afrizal terdiam sekejab.
memang selama ini saat bersama Bella ia merasa sangat nyaman. dan rasa nyaman itu bukan saja saat saat ini dia rasakan. bahkan dulupun saat masih di masa sma jika merasa gundah dia datang dan bercerita pada Bella.
__ADS_1
"tidak Ina aku tidak mencintai Bella, aku hanya peduli padanya . aku hanya mencintaimu. "
Afrizal berjalan mendekati Reyna.
"tapi dia menyukaimu Zal. Nikahi dia, aku tidak apa apa. "
"dia bisa kita ajak kesini, tinggal bersama kita " dengan nada penuh harap.
"apa kamu akan menyakiti perasaannya dengan membawanya kemari tinggal bersama kita . dia menyukaimu" ucap Reyna lagi.
"apa kamu tidak memahami perasaanku Reyna. aku mencintaimu" dengan nada lemahnya. "
Reyna mencoba terlihat biasa dan tegar di hadapan Afrizal.
"apa tidak ada sedikitpun rasa cintamu padaku Reyna?
apa yang membuatmu belum bisa mencintaiku, katakan lah !
aku akan memperbaiki nya. "Afrizal kembali memeluk Reyna.
Sekilas Reyna memejamkan matanya. ia tidak dapat mengendalikan cairan bening yang keluar begitu saja meluncur kepipinya.
"maafkan aku Zal. hingga waktu nya tiba kamu akan mengetahuinya. aku tidak mau kamu menderita terus menerus memikirkan aku. setidaknya setelah aku pergi akan ada seseorang yang bisa mengisi kekosongan hatimu. dan yang pantas bersamamu adalah Bella " batin Reyna.
Reyna dengan cepat menghapus air matanya yang hendak akan jatuh.
"aku menunggu jawabanmu besok , aku harap kamu menerimanya "
dan soal Bella aku akan mengurus nya dan aku yakin dia akan menerimanya.
kemudian Reyna berlalu pergi meninggalkan Afrizal sendiri an Di balkon. "
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut ☺☺☺
__ADS_1