
tiba tiba Reno asisten Afrizal mendekat Ialu berbisik....
"
tuan dia datang"
Reyna memasuki ruangan yang riuh dengan canda tawa di dalamnya.
dan menoleh kearah beberapa orang yang ada di meja itu.
dia melihat ada Bella di Sana dengan senyum manis nya dan di samping Bella terlihat sosok lelaki yang begitu familiar di mata Reyna.
"siapa yah? ahh bodoh amat gak penting juga".... batin Reyna...
dan tiba tiba saja lelaki itu melambaikan tangan ke Reyna dan mendekatinya...
Reyna kaget...
ternyata dia Afrizal?
"dia terlihat begitu sangat tampan...
gak seperti Afrizal yang dulu...
tapi masih tetap menyebabkan..
pantas saja Bella ada bersamanya...
mereka berdua masih saja seperti dulu sangat menyebalkan"
batin Reyna...
entah apa yang Afrizal dan Bella lakukan sehingga Reyna tidak suka melihat saat mereka bersama.
kemudian Reyna meninggalkan Afrizal.
"sikapnya masih tetap saja tidak ada yang berubah tapi dia terlihat begitu cantik"...batin Afrizal...
Lalu dia menyusul Reyna dan duduk di sampingnya.
"ina ,,,bagaiman kabarmu?
lama tak jumpa kamu semakin cantik yah"
__ADS_1
Afrizal tak memperdulikan sikap angkuh Reyna Ia tetap tersenyum ramah...
"aku baik, terima kasih atas pujiannya"
Jawab Reyna singkat...
Afrizal tersenyum puas mendengar jawaban Reyna...
rasanya Ia sangat bahagia..
"bisa aku minta nomor ponselmu ina, kalau gak bleh juga gak apa kok "
pinta Afrizal dengan penuh harap...
Reyna masih tak mau memperdulikan Afrizal...
Bella menghampiri mereka dan menyapa Reyna.
"aku kira kamu gak akan datang ina, ternyata kamu masih memperdulikan kita semua disini "
ucap Bella yang mengambil kursi dan duduk di samping Afrizal..
melihat Itu Reyna merasa malam saja dan tidak nyaman dengan adanya Bella.
Afrizal dan Bella hanya menggelengkan Kepala tak tau apa yang terjadi pada Reyna.
"Bella apa kamu punya nomor ponselnu Reyna?
aku sudah memintannya tapi dia hanya diam saja dan tak memberikannya"
Afrizal menatap Bella penuh harap....
"Baiklah,
tapi kamu janji jangan bilang kedia kalau aku yang memberikannya .
Bella dan Reyna saat ini memang dekat mereka be kerja di kantor yang sama setiap, hari mereka pasti bertemu dan sesekali makan bersama di luar jam kerja..
"Baik lah. terima kasih Bella". kemudian Afrizal pamit pulang.
Bella melihat ada senyum yang berbeda di wajah Afrizal Saat ini ,ada sesuatu yang membuat nya bahagia sekali dan Bella menyadari ituu.
"ah sudah lah buat apa aku memikirkan itu "
__ADS_1
Ia pun segera pamit untuk pulang sementara yang lainnya masih terlihat melepaskaskan kerinduan selama bertahun tahun tidak bertemu.
Di rumah Afrizal terus mimikirkan Reyna.
"dia begitu berbeda..
mengapa aku sangat menyukainya..
dan mengapa pikiran ku tidak berhenti memikirkanya.meskipun dia selalu mengabaikanku mengacuhkanku dan menatap sinis padaku.itupun bukan jadi penghalang untuk berhenti memikirkannya.
ada apa denganku ,padahal Bella jauh lebih ramah dari Reyna"
apa aku telepon aja yah?
serentak Afrizal sadar dari lamunananya dan mengambil ponsel yang ada di saku celananya.
setelah menemukan nomor Reyna Ia ragu mau menelpon nya.
"itu percuma saja,
Reyna tidak akan mengangkatnya dan kalaupun dia tahu aku yang menelpon pasti dia tidak mau bicara padaku "
batin Afrizal.
"ahh lebih baik aku mandi sekarang dan beristirahat"
dia terlihat sangat kacau.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut 😊😊😊
__ADS_1