
masih dengan ciuman Panasnya. malam ini Afrizal ingin menghabiskan waktu nya bersama Reyna.
mungkin saat di rumah Reyna memikirkan Bella yang sedang menunggu Afrizal dan akan membuat untuk menjauhinya, namun kali ini berbeda, hanya mereka berdua tanpa ada si apapun lagi.
Di tatapnya wajah Reyna dari dekat. wajah yang ia rindukan selama ini dan ingin selalu di belainya.
"Ina... sungguh aku sangat merindukanmu " Afrizal kembali memeluk Reyna.
"Boleh aku melakukan nya sekarang? " namun yang diminta hanya diam mematung. sesaat lidahnya menjadi keluh tak mampu menjawabnya.
tak ada reaksi apapun. Afrizal memeluk nya dengan sangat erat. tangan nya mulai masuk kedalam baju Reyna dan mulai melepaskan sesuatu. setelah berhasil giliran baju Reyna hingga semua tak satu pun ada tersisa.
Afrizal kagum dan terpesona melihat tubuh Reyna yang putih mulus tak ada cela sedikit pun. tangan nya mulai menyentuh sesuatu yang menonjol yang ada di depan nya saat ini. di belainya dengan sangat lembut. hingga mulut nya tak dapat lagi ia dikontrol.
Reyna yang mabuk kepayang dengan sentuhan Afrizal sesekali ia mengeluarkan desahan kecil. kini ia tak dapat lagi menolak Afrizal.
di tengah tengah pergulatan itu. Handphon Afrizal tak henti henti nya berdering. membuat Afrizal dengan cepat memacu kegiatannya.
dan selesai.
keduanya sangat kelelahan.
Bunyi handphon kembali berdering, entah itu sudah panggilan yang ke sekian kali nya.
"Hallo Zal,,, kamu di mana? "
"di toko Bersama Reyna,,, ada apa? "
"syukurlah , aku hanya menghawatirkan kalian "
"aku tidak pulang malam ini, dan kami akan menginap di toko"
"Baik lah... tapi ada kabar gembira yang mau aku sampaikan . pulang lah aku menunggumu, ini sangat penting ". ucap Bella yang sangat ber semangat.
Afrizal kembali menemui Reyna yang masih berbaring. ia mendekat lalu mencium pipi Reyna dengan lembut.
" Ina... aku akan kembali ke rumah. baru saja Bella menelponku. katanya ada hal penting yang mau dia bicarakan"
"maafkan aku Reyna"
"hm... pulang lah" ucap Reyna yang enggan membuka matanya.
__ADS_1
"aku akan meminta Reno kemari untuk menemanimu "
"hm "
"Ina apa kau baik baik saja? "tanya Afrizal memastikan.
"iyah" jawab Reyna singkat.
"Baik lah aku akan menghubungi Reno"
"aku tidak boleh egois. bagaimana pun juga Bella adalah istrinya . aku tidak berhak mengaturnya sekarang, dia punya tanggung jawab lain. aku lah yang me mulai semuai ini. maka aku harus siap menerima nya" batin Reyna.
air matanya mengalir begitu saja.
"aku pergi dulu " Afrizal mencium pipi Reyna kemudian pergi.
sebenarnya Reyna ingin kembali pulang namun ia belum sanggup berjalan. masih terasa sakit di bagian inti***nya.
Reyna mengambil henponya yang terletak di nakas tak jauh dari tempat tidur nya dan langsung menghubungi Reno . perutnya sangat lapar saat ini.
"Hallo... Ren , udah di mana? "
"di depan toko"
"ini udah larut malam Reyna. yang ada semua udah pada tutup "
"ya sudah " Reyna memutuskan telepon nya secara tiba tiba.
Reno menatap layar ponselnya dan mengeryitkan keningnya .
kemudian ia masuk ketoko dan naik keatas menuju ruangan Reyna. Ruangan kerja yang terhubung dengan kamar .
Sampai di depan pintu Reno mengetuknya . bebera kali di ketuknya lagi namun tak ada jawab an dari dalam.
"Reyna,,, apa aku boleh masuk " teriak Reno.
"Reyna "
"yah masuk lah "
setelah mendapat ijin Reno masuk dan melihat Reyna berbaring di tempat tidur dan bersembunyi di bawah selimutnya. senyum terukir di wajah Reno. ia pasti tau Reyna sedang merajuk saat ini.
__ADS_1
sifat Reyna selalu terbuka dan berani ke Reno ketimbang Afrizal suaminya. sejak saat itu keduanya menjadi dekat. dan Reno lebih tau kelakuan Reyna saat merajuk, itu lah yang sedang dia lakukan sekarang ini.
Reno mendekat dan menatap Reyna yang masih di balik selimutnya. di bukanya selimut hingga nampak wajah Reyna.
"apa yang di lakukan Afrizal,,, apa dia menyakitinya? atau sesuatu telah terjadi ? " batin Reno yang masih menatap wajah gadis itu.
"Reyna apa kamu lapar? " tanya Reno yang duduk di pinggiran ranjang sambil mengusap kepala Reyna.
tanpa membuka mata Reyna menjawab dengan suara lemahnya.
"iyah"
"aku akan masak untukmu"
mendengar itu Reyna langsung membuka mata menatap Reno. ada senyum tulus terpancar di wajah nya saat ini.
"terima kasih Ren... kamu selalu ada untukku ".batin Reyna.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut 😊😊😊
__ADS_1
di like dan komen juga yah 😍
dan di vote 🥰