SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
Episode 33


__ADS_3

Reyna tak sadarkan diri.


pecahan beling berserakan di lantai dan mengenai kaki nya. saat ia jatuh betisnya juga terkena goresan beling dan mengeluarkan darah sangat banyak.


Bi imah Berlarian keatas setelah sesaat mendengar suara benda yang sangat nyaring di telinga. sesampai nya di atas Bi Imah berhenti sejenak untuk mengatur napas nya yang ngos ngosan karena menaiki anak tangga dengan berlari. panik bercampur khawatir.


Bi Imah melihat seseorang yang tergeletak dibawah pintu kamar. dengan tergesa gesa Bi imah mendekat.


di lihatnya tubuhnya Reyna yang sudah lemah . darah segar berserakan di lantai.


"Nyonya Reyna Bangun"


teriak Bi imah yang mengangkat Kepala Reyna kemudian di letakkan di pangkuannya.


Bi imah mencoba menggoyang goyang kan tubuh Reyna namun tidak ada respon sama sekali. Bi imah menangis histeris.


Afrizal dan Bella terburu buru keluar kamar dan menghampiri Bi imah.


"Bi ada apa ? siapa yang..... "


belum selesai berbicara . Afrizal syok melihat tubuh Reyna yang terbaring lemah di pangkuan Bi Imah. Afrizal kemudian menggendong tubuh Reyna dan membawanya kerumah sakit.


Bi imah dan Bella menyusul kepergian Afrizal setelah membawakan Reyna baju ganti saat dirumah sakit nanti.


"dok...saya mohon rahasiakanlah untuk saat ini,,, jangan beritahukan pada siapapun" wanita itu menggenggam tangan dokter meminta persetujuan.


"mau sampai kapan kamu Akan menyembunyikannya, mereka juga berhak tau,


dan ternyata kau juga belum memberitahu soal ini pada orang tuamu" ucap dokter kevin.


"untuk kali ini saja dok " pintanya lagi


"Baik lah Reyna "


dokter kevin mengambil ponsel yang ada di jaketnya lalu menghubungi seseorang.


"Hallo... apa kau lupa memberinya obat ? " (dokter kevin)


"memang nya ada apa dok ? apa terjadi sesuatu " (Reno) .


"iyah... dia hampir saja kehilangan nyawanya " ( Reno)


Dokter kevin mengakhiri Pembicaraanya di telpon.


"kau seharusnya jujur Reyna " dokter kevin menatap Reyna dengan penuhi iba.


"aku akan menunggu waktu yang tepat "


Reyna kemudian berbalik dan tidur menyamping.


Dokter kevin keluar dari ruangan. ia melihat Afrizal yang sangat Frustasi menunggu kabar dari Reyna. ia tidak menyadari keberadaan dokter kevin yang sudah berdiri di samping tempat duduk nya karena Afrizal duduk sambil menundukkan pandanganya kebawah dan kedua tangan memegang Kepala .


" zal temani dia" dekter kevin memegang pundak Afrizal.

__ADS_1


"bagaimana keadaan ya vin" Afrizal berdiri dan menatap kevin dengan penuhi pertanyaan.


"dia hanya ke lelahan saja, Reyna butuh waktu untuk Beristirahat " ucap Dokter kevin berbohong.


"Terima kasih yah vin "


Afrizal kemudian bergegas masuk kedalam ruangan .


______________


dokter kevin.


dia adalah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit milik keluarga Afrizal. rumah sakit Terbesar di Kota tersebut.


Kevin juga lulusan terbaik di universitas *****di luar negeri lebih tepat nya lagi di jerman.


kevin dan Afrizal bersahabat sejak mereka menempuh kuliah di jerman. bedanya Afrizal mengambil jurusan bisnis sedangkan Kevin kedokteran.


setelah itu kevin balik ke Indonesia dan Afrizal masih tinggal di jerman mengurus perusahaan dan mereka bertemu kembali di Indonesia.


________________


wajah Reyna begitu sangat pucat dan terbaring lemas . Afrizal menggenggam tangan Reyna dan sebelahnya lagi mengusap usap kepalanya.


Bi imah dan Bella sampai di rumah sakit . saat di lobi mereka berpas pasan dengan Reno. yang ingin menjenguk Reyna.


Bi Imah, Bella dan juga Reno sampai dikamar di mana Reyna di rawat.


" kata dokter kevin dia hanya ke lelahan saja " ucap Afrizal.


"Ren... kamu di sini juga...! " Afrizal menoleh kerah Reno berdiri di tepat belakang Bi imah.


" iyah ... dokter Kevin yang yang memberitahukan dan Saya langsung ke sini. "


"Tuan dan Nyonya Bella sebaiknya juga beristrahatlah. biar Nyonya Reyna Saya yang menemani " Bi Imah mendekat kearah Reyna.


"Baik lah Bi besok kami akan ke sini menggantikan Bibi "


Afrizal dan Bella berpamitan untuk kembali kerumah. Dia juga menyuruh Reno untuk menemani Bi Imah berjaga di rumah sakit.


Reno ber jalan mendekati Reyna.


"apa yang terjadi Reyna. mengapa kau sampai lupa meminum obatmu. bukannkah dokter Kevin sudah bilang jangan melewatkan walau hanya sehari saja "


itu lah kata pertama yang keluar dari mulut Reno. ia sangat kesal bagaimana Reyna bisa seceroboh ini.


"aku tau kamu bisa mendengarku "


mereka berdua memeng terlihat sangat dekat. itu lah yang ada di pikiran Bi imah saat ini . ia melihat Reno yang dengan santainya ber bicara dengan Nyonya nya.


mendengar per kataan Reno,


Reyna membuka mata nya. memang saat Afrizal dan Bella ada disitu dia hanya berpura pura tidur.

__ADS_1


"Ren... aku sakit " ucap Reyna lirih.


Bi imah yang berada di samping Reyna pun menggenggam tangan Reyna.


"terima kasih yah Bi sudah Menemani Ku"


"iyah Nyonya"


Bi imah mengusap Kepala Reyna.


" saat itu kamu hanya mengalami gejala ringan dan belum memasuki tahap yang serius. karena kamu sering tidak teratur meminum obat .


kata dokter Kevin?? "


Reno tak melanjutkan ucapannya. ia tak tega jika harus memberitahukan tentang keadaan nya yang sekarang.


"apa Ren... katakan " Reyna pasrah dengan apa yang akan dia dengarnya saat ini.


"sudah,,,,, sudah memasukiiii,,,," lama ia tak melanjutkan perkaataannya dan kemudian Reno menarik napas pelan dan membuangnya.


"stadium satu"


mendengar itu Reyna hanya bisa pasrah ia tak dapat lagi membendung air matanya dan menangis sejadi jadinya. suara tangis Reyna memecahkan kesunyian malam di rumah sakit tersebut.


Bi imah pun yang tak mengerti dengan apa yang keduanya maksudkan hanya bisa terbawa suasana. dan memeluk Reyna dengan Erat.


Bi Imah mencoba memberikan Reyna kekuatan untuk bisa bangkit kembali. seperti nya kalau sudah ada kata stadium satu berarti itu penyakit yang sangat Serius.


pikirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut ☺☺☺


di like yah dan komen 😍


di vote juga 🥰

__ADS_1


__ADS_2