SIAPA YANG PANTAS

SIAPA YANG PANTAS
44


__ADS_3

Setelah sampai dikantor, Afrizal tidak melihat Reno.


"Kemana dia pergi??? "


kemudian Afrizal mengambil benda pipih dari dalam sakunya dan mengeluarkan nya. Dia mencari nama Reno kemudian langsung menelponnya.


telepon tersambung dan tidak ada jawaban.


begitupun dengan panggilan kedua.


sampai yang keempat kalinya baru ada jawaban dari seberang sana.


"Hallo Ren "


"I,,, iyaa Tuan " Jawab Reno dengan sedikit gugup.


"kamu tidak kekantor? "


"saya akan kekantor sebentar lagi Tuan "


"Baik Ren,, aku tunggu"


kemudian Afrizal menutup dan menarik napas dalam-dalam.


"inilah saatnya menanyakan semua pada Reno" batin Afrizal.


.


.


.


.


.


"Afrizal pov"


sejak menikah dengan Reyna , aku sangat menginginkan kebahagian hadir dalam rumah tangga ku. karena wanita yang aku cintai berhasil menjadi istriku, meskipun dia sangat cuek dan dingin padaku.


aku tetap mencintainya.


semakin hari, rumah tangga kami semakin jauh dari kata bahagia. Reyna selalu sibuk dengan urusannya bahkan dia semakin dingin padaku. apa yang harus aku lakukan. semakin aku memberinya kebebasan semakin dia tak terkendali.


cintaku yang begitu besar padanya, hingga tak mampu membuka mulutku ini untuk menegurnya, aku terlalu begitu mencintainya.


hingga suatu hari, tiba tiba muncul seorang wanita yang sangat kukagumi.


lebih tepatnya aku nyaman bersamanya, dia memberikan aku banyak pelajaran hidup.


dia sahabatku dan juga sahabat Reyna.


sudah lama aku mencarinya , ternyata dia bersama Reyna saat itu.


Tiba tiba saja Reyna menyuruhku untuk menikahi wanita itu. ini sungguh gila menurutku, istriku sendiri memintaku menikahi wanita lain apalagi itu sahabatnya sendiri. dan itu menurutku tidak akan mungkin kulakukan, aku sangat mengenalnya dan aku tidak mungkin menyakiti perasaanya untuk menikahinya.

__ADS_1


meski aku tau dia sudah menyukaiku sejak dulu. aku juga tau kepergiannya saat itu untuk menghindari aku dan Reyna. maafkan aku Bella aku sangat merasa bersalah padamu.


tanpa kuduga Bella menyetujuinya dan mau menikah dengan ku. entah apa yang Reyna katakan padanya Bella begitu yakin ingin menikah dengan suami sahabatnya. aku pikir ini begitu rumit sekali.


hari hari kulalui bersama Bella, aku yakin Bella adalah wanita yang baik. perlahan aku sudah mulai menerima keberadaanya, dia begitu perhatian padaku, memenuhi segala kebutuhanku.


meski aku sering mendahulukan Reyna dari pada dirinya.


malam itu Aku bersama Reyna. entah mengapa aku sangat merindukannya . setelah sekian lama aku berhasil mendapatkan hak aku sebagai suami atas diri Reyna.


walaupun Bella terus saja menelpon ku aku tidak memperdulikannya.


kalau bukan Reyna yang menyuruhku mungkin aku akan mengabaikannya.


aku langsung bergegas pulang menemui Bella, aku khawatir terjadi sesuatu padanya, meskipun aku tidak tega meninggalkan Reyna Sendirian. aku menghubungi Reno untuk menemaninya.


aku sangat bahagia mendengar Bella hamil dan ingin berbagi kebahagian bersama Reyna saat itu. tapi aku kecewa setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. mereka kira aku tidak melihatnya sehingga menutupinya dari ku.


orang yang ku percayai saat ini telah menghinatiku. aku tau Reno bersamanya malam itu.


seiring berjalannya waktu , aku sudah mulai melepaskan Reyna bukan berarti aku akan menceraikannya. aku hanya membiarkan waktu yang akan menjawab semuanya. biarkan Reyna mencari kebahagiaan nya sendiri. aku tau di sering ke apartemen Reno dan aku membiarkannya. Reno orang baik, aku sangat mengenalnya, namun rasa kecewa ini padanya belum bisa hilang begitu saja. sampai aku harus memberanikan diri untuk menanyakannya sendiri pada Reno. apa alasannya di balik semua ini.


saya Rasa ini waktu yang tepat.


.


.


.


.


Reyna Sadar....


Dia mulai membuka matanya perlahan. dan melihat dokter kevin dan juga Reno sedang menatapnya. sekejap Reyna langsung memalingkan wajahnya kesamping dan tak mau menatap kedua wajah lelaki yang berdiri di hadapan nya.


"syukurlah Reyna kamu sudah sadar "


ucap Reno sambil mendekat dan mengusap lembut kepala Reyna.


Reno melakukan itu karena sudah terbiasa melakukannya, dan Reyna pun tak ada penolakan ketika Reno menyentuhnya.


Reno juga tak seharusnya seperti itu mengingat Reyna adalah istri bosnya sekaligus sahabatnya. namun karena sering merawat Reyna akhirnya dia terbiasa dengan perlakuan seperti itu.


"Kenapa aku ada disini Dok ?? "


tanya Reyna pada dokter kevin dan tak menghiraukan perhatian Reno.


"Kamu pingsan Na, dan Reno yang membawamu kemari"


"aku mau pulang dok"


Reyna buru buru bangun dari pembaringannya dan langsung turun dari ranjang.


"aku akan mengantarmu ke apartemen "

__ADS_1


seru Reno.


"tidak, aku tidak mau balik kesana"


"terus kamu mau kemana Reyna, kamu masih sakit"


dengan sedikit nada penekan. Reno cukup menghentikan Reyna yang memberontak.


"apa pedulimu" Reyna mulai menangis


"Sudahlah Reyna,,, nanti baru aku jelaskan, untuk sekarang aku akan mengantarmu ke apartemen dan beristirahat disana. aku akan kekantor menemui Afrizal katanya ada hal penting yang ingin dia bicarakan denganku.


Reyna menurut apa yang dikatakan Reno. meski dia hanya diam seribu bahasa menurutinya.


Setelah mengantarkan Reyna ke apartemen Reno melajukan mobilnya ke perusahaan. ada sedikit kegelisahan di hati Reno. tidak biasanya dia seperti ini kalau akan bertemu Afrizal,


Setelah sampai Reno memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju lif dengan menekan tombol untuk bisa membawanya keruangan Afrizal dan ruangannya berada di lantai paling atas.


Pintu ruangan Afrizal terbuka. dan Reno mencoba menetralkan kegugupan nya.


" ada apa denganku?? tidak biasanya aku seperti ini saat akan menghadap Afrizal"


batin Reno.


"Pagi Tuan " sapa Reno..


"Duduk Ren" balas Afrizal.


Afrizal menarik napas dalama dan mengeluarkan nya pelan. sebelum memulai pembicaraannya..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


tinggalkan jejak yah dengan....


like


komen


vote

__ADS_1


dan tambahkan ke favorit kalian...


__ADS_2