
Kedua pupil mata Megan melebar saat melihat seorang wanita sedang memeluk tubuh sang suami, bahkan di hadapan banyak orang seperti ini.
"Aku sangat merindukanmu, Roli," ucap wanita itu sambil tetap memeluk tubuh Rolize tanpa memperdulikan tatapan semua orang.
"Jaga sopan santun Anda, Nona." Daris menepuk bahu Rolize membuat laki-laki itu tersadar dari lamunan.
Rolize segera mendorong tubuh wanita itu membuat pelukannya terlepas. "Kau masih seenaknya saja ya, Eve."
Wanita bernama Eve itu tergelak tanpa merasa malu sedikit pun. "Aku terlalu senang saat melihatmu, Roli. Jadi aku tidak bisa mengendalikan diri."
Rolize tersenyum sinis sambil menggenggam tangan Megan membuat wanita itu tersentak kaget. "Seharusnya kau punya malu sedikit saja, Eve."
Deg.
Kata-kata yang Rolize ucapkan terdengar sangat pedas sampai Megan melihat ke arah laki-laki itu dengan bingung, sementara Eve terdiam dengan sedih.
"Maaf, aku-"
"Aku ingin mengenalkan seseorang padamu," potong Rolize dengan cepat, dia tidak mau kalau sampai wanita itu membuat drama.
Eve lalu mengalihkan pandangannya ke arah seorang wanita yang sedang berdiri di samping Rolize, bahkan tangan mereka terlihat saling bertautan. "Apa dia istrimu?"
Rolize langsung menganggukkan kepalanya. "Benar. Sayang, bisa tolong perkenalkan dirimu padanya?"
Megan tercengang saat mendengar panggilan yang Rolize sematkan padanya, untuk beberapa saat dia hanya diam sambil memandang laki-laki itu. Sampai akhirnya dia tersadar saat merasakan genggaman Rolize yang semakin menguat.
__ADS_1
Megan segera mengalihkan pandangan ke arah wanita yang ada di hadapannya. "Perkenalkan, nama saya Megan, Nona." Dia mengulurkan tangannya ke arah wanita itu.
Eve segera menerima uluran tangan wanita itu. "Aku Eve, tolong jangan bicara formal padaku."
Megan lalu melepaskan jabatan tangan itu dengan tersenyum canggung, sementara Eve terus memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah.
"Siapa sebenarnya wanita ini, kenapa Roli bisa sampai menikahinya?" Eve merasa kalau Rolize tidak pernah berhubungan dengan wanita yang saat ini menjadi istri laki-laki itu.
"Aku adalah teman Roli. Jadi, bisakah kita berteman juga?" tawar Eve membuat Rolize tersenyum sinis.
Mendengar ucapan wanita itu, Megan langsung melirik ke arah Rolize seakan meminta jawaban dari laki-laki itu.
"Istriku sangat sibuk, Eve. Mungkin dia tidak akan sempat berteman denganmu."
Eve langsung tergelak saat mendengarnya. "Wah, benarkah?" Dia menatap Megan yang saat ini hanya tersenyum saja. "Memang sih, mengurus bayi besar dan manja sepertimu pasti sangat menyita waktu. Aku masih ingat betul bagaimana manjanya dirimu saat sedang bersamaku."
"Kau masih mengingatnya? Wah, aku sangat terkejut." Rolize menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan apa yang wanita itu katakan. "Aku bahkan tidak ingat lagi tentang dirimu."
Eve langsung menutup mulutnya saat mendengar apa yang Rolize katakan, hatinya berdenyut sakit mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut laki-laki itu.
"Ka-kalau gitu nikmatilah pestanya, aku akan segera kembali." Eve lalu beranjak pergi dari tempat itu untuk menenangkan diri sejenak. Dia merasa sangat terkejut dengan reaksi yang Rolize berikan, padahal selama ini laki-laki itu tidak pernah berkata kasar.
"Apa yang terjadi denganmu, Roli? Apa kau berubah seperti ini karena wanita itu?" Eve mulai penasaran dengan identitas Megan yang sebenarnya, dan dia juga harus tau sejak kapan Rolize mengenal wanita itu.
Setelah kepergian Eve, Rolize langsung mendudukkan tubuhnya di atas kursi. Padahal sudah setahun berlalu, tetapi jantungnya masih saja berdebar kencang saat berada di samping wanita itu. "Dasar kau laki-laki lemah, Rolize."
__ADS_1
Megan yang masih berdiri di samping Rolize ikut mendudukkan tubuhnya di atas kursi, tetapi matanya tetap menatap ke arah laki-laki itu. "Ternyata dugaanku benar ya, Tuan. Anda pasti punya hubungan spesial dengan Eve, tapi kenapa sorot mata Anda penuh luka seperti itu? Apa karena wanita itu, Anda sampai menikahiku dengan alasan menjadi Tameng?"
Ya, tanpa dijelaskan pun Megan sudah mulai paham dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Terlihat jelas bagaimana sorot mata Rolize saat menatap Eve. Ada tatapan rindu dan juga kecewa. Namun, jangan tanya kenapa dia bisa tau semua itu. Ya namanya juga wanita, wanita adalah makhluk serba tau dimuka bumi ini.
Setelah menghabiskan beberapa waktu di tempat itu, Rolize memutuskan untuk pulang karena apa yang ingin dia lakukan sudah selesai. Tanpa menemui Eve terlebih dahulu, mereka langsung saja beranjak pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan, suasana terasa sangat sunyi karena tidak ada yang bersuara. Semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing, sampai membuat Megan terlelap di kursinya.
"Kita sudah sampai, Tuan."
Lamunan Rolize terhenti saat mendengar suara Daris, dia lalu beranjak turun tanpa melihat kondisi tetangga sebelah.
"Tuan!"
Rolize yang sudah melangkahkan kakinya terpaksa berhenti. "Ada apa?" Dia menatap Daris dengan bingung.
"Nona sedang tidur, Tuan,"
"Apa?" Rolize langsung memutar tubuhnya dan kembali masuk ke dalam mobil. "Astaga, bisa-bisanya dia tidur di sini. Pantas kayak ada yang kurang." Dia baru sadar dengan keberadaan Megan.
•
•
•
__ADS_1
Tbc.