Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 40. Wanita Simpanan.


__ADS_3

Rolize menatap Aura dengan curiga membuat adiknya itu menunduk dengan kedua tangan yang saling bertautan. "Katakan, Aura. Kenapa kau-"


"Sayang!"


Rolize tidak dapat melanjutkan ucapannya saat mendengar suara Megan, sontak dia berbalik dan terkejut melihat wanita itu sedang berdiri di ujung tangga.


"Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Rolize dengan heran.


"Aku ... aku sedang mencarimu."


Rolize mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan Megan, tetapi mulutnya membentuk senyum tipis dan beranjak menghampiri istrinya itu.


Aura yang melihat kedatangan kakak iparnya menghela napas lega. Dia lalu melihat ke arah Megan yang mengedipkan sebelah mata padanya.


"Tunggu, apa kakak ipar sengaja memanggil kak Rolize supaya aku selamat?"


Aura lalu kembali melihat ke arah Megan yang sudah tidak ada di tempat itu, kemudian dia beranjak naik ke lantai 2 menuju kamar.


Rolize dan Megan yang sudah kembali ke kamar tampak sedang duduk di atas ranjang. Tampak aura kebahagiaan diwajah laki-laki itu saat ini.


"Kenapa kau mencariku? Apa yang tadi masih kurang?"


Megan langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar apa yang Rolize katakan. "A-aku mencarimu karena, karena ingin minum." Dia tersenyum dengan canggung.


"Minum? Kenapa ingin minum harus mencariku?"


Rolize merasa bingung. Apa Megan ingin menyuruhnya untuk mengambilkan minum atau bagaimana? Kenapa ingin minum malah memanggilnya?


Megan sendiri tetap tersenyum tipis. Niat hati ingin mengambil minum karena tenggorokannya sangat kering, malah harus pura-pura memangil Rolize saat melihat laki-laki itu sedang bersama Aura.


Awalnya Megan tidak ingin ikut campur, tetapi saat melihat ketakutan diwajah Aura. Dia merasa kasihan dan yakin jika adik iparnya itu sedang membuat kesalahan. Jadilah dia terpaksa berbohong untuk melindungi gadis itu.


"Mau ke mana kau?"


Rolize menahan tangan Megan yang sudah beranjak turun dari ranjang. Dia menatap wanita itu dengan tajam, seolah tidak suka jika Megan pergi.


"Aku ingin memgambil minum," jawab Megan dengan jujur.


Kemudian Rolize melepaskan pegangan tangannya dan membiarkan Megan keluar, setelah itu dia membaringkan tubuhnya yang terasa lelah. Hingga tidak sadar kalau kedua matanya terpejam.

__ADS_1


Setelah selesai minum, Megan kembali ke kamar sambil membawa minum untuk Rolize. Dia tersenyum saat melihat suamiya sudah terlelap di atas ranjang.


Cup.


"Selamat malam, suamiku."


Megan mengecup kening Rolize, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh laki-laki itu dari hawa dingin. Dia sendiri segera berbaring di samping Rolize dan ikut memejamkan kedua matanya.


Pada saat yang sama, di tempat lain terlihat seorang wanita sedang bertengkar dengan suaminya. Barang-barang yang ada di tempat itu tampak berserakan di atas lantai, yang tentu saja di hancurkan oleh mereka.


"Apa kau kembali bohong, hah?"


Suara teriakan menggema di dalam kamar saat sang istri merasa benar-benar emosi, sementara suaminya hanya diam sambil menatapnya tajam.


"Sekarang katakan padaku, sudah berapa lama kau berhubungan dengan p*e*l*a*c*u*r itu!" ucap wanita itu dengan tajam membuat sang lelaki semakin murka.


Dengan cepat lelaki itu mencengkram wajah sang istri membuat wanita itu memekik kesakitan. "Diam atau aku akan mematahkan rahangmu."


"Ah!"


Wanita itu memekik sakit saat sang suami menghempaskan wajahnya dengan kasar. "Kenapa kau tega melakukan ini padaku, Rangga? Kenapa kau mengkhianatiku?"


Jean langsung menutup mulutnya saat mendengar bentakan Rangga. Sungguh dia tidak percaya jika selama ini sang suami menduakan cintanya, bahkan laki-laki itu membawa simpanannya saat sedang melakukan perjalanan bisnis.


Rangga yang sudah merasa kesal beranjak keluar dari kamar dan pergi ke rumah simpanannya. Tentu saja sudah lama dia berhubungan dengan wanita lain, bahkan saat masih berpacaran dengan Jean.


Melihat kepergian Rangga, Jean langsung melempar barang-barang yang tersisa di dalam kamar itu hingga akhirnya terjatuh di atas lantai.


"Lihat saja, aku pasti akan menghancurkan p*e*l*a*c*u*r itu."


Jean mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Kemarahan dan kebencian terpancar jelas di wajahnya membuat darahnya seakan mendidih.


*


*


*


Keesokan harinya, seperti biasa Megan mengantar Rolize yang akan berangkat kerja sampai ke halaman depan. Dia melambaikan tangannya saat sang suami sudah masuk ke dalam mobil, lalu berbalik ketika mobil itu sudah melaju pergi.

__ADS_1


"Astaga."


Megan terlonjak kaget saat melihat Aura berdiri di belakangnya, sementara Aura sendiri terkikik geli saat melihat wajah kakak iparnya yang tampak lucu.


"Kau hampir membuatku terkena serangan jantung, Aura."


Megan mengusap dadanya yang berdebar kencang, tetapi adik iparnya itu malah tertawa membuatnya kian kesal.


"Maafkan aku, Kakak ipar. Abisnya wajah Kakak lucu sekali sih."


Megan mencebikkan bibirnya saat mendengar ucapan Aura, dia lalu beranjak pergi dari tempat itu.


"Kakak ipar, tunggu!"


Aura menahan tangan Megan membuat wanita itu menatapnya dengan bingung.


"Aku ingin mengucapkan terima kasih untuk yang tadi malam, Kak. Kalau enggak ada Kakak, aku pasti sudah habis diamuk oleh kak Rolize."


Megan menganggukkan kepalanya. "Memangnya kau melakukan apa sampai takut seperti itu?" Dia merasa penasaran.


"Em ... aku, aku tadi malam pergi ke klub bersama dengan teman-temanku. Tapi jangan bilang sama kak Rolize ya, Kakak ipar," pinta Aura dengan memelas, tentu saja dia takut jika kakaknya mengetahui semua itu.


"Aku tidak akan mengatakannya, Aura. Tapi sangat bahaya jika kau pergi ke klub dengan sembarangan orang, dan kakakmu pasti khawatir."


Aura menganggukkan kepalanya. "Aku hanya merasa penasaran, sejak dulu aku tidak pernah pergi ke tempat seperti itu."


Megan paham betul apa yang Aura rasakan, tetapi sangat berbahaya jika seorang gadis pergi sendiri tanpa pengawasan.


"Jika kau memang ingin pergi ke sana, setidaknya ajak kakakmu atau Daris. Jika mereka sibuk, aku juga bisa menemanimu,"


"Untuk apa? Apa kau mau menjadikan adikku seorang p*e*l*a*c*u*r sepertimu?"





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2