Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 28. Tinggalkan Dia!


__ADS_3

Daris tersentak kaget dengan apa yang Rolize katakan, dia bahkan kehilangan fokus hingga membuat berkas yang ada di tangannya jatuh ke atas lantai.


"Kenapa kau terkejut? Apa aneh, kalau aku bulan madu dengannya?" tanya Rolize dengan kesal.


"Maaf, Tuan. Saya hanya tidak memyangka jika Anda akan mengatakan tentang bulan madu, padahal waktu itu Anda sendiri yang mengatakan tidak tertarik dengan nona." Daris lalu berjongkok untuk mengambil berkas yang tadi terjatuh.


"Aku berubah pikiran." Rolize beranjak bangun dan berjalan ke arah meja kerjanya. "Aku ingin dia mengandung anakku."


"Apa?" Kali ini Daris benar-benar terkejut dengan apa yang tuannya katakan, membuat Rolize menatapnya dengan tajam. "Maafkan saya, Tuan."


"Kenapa kau terus terkejut sih, itu kan hal yang wajar!" ucapnya dengan ketus dan penuh penekanan.


"Memang hal yang wajar untuk orang lain, tapi bukan untuk Anda, Tuan."


"Segera urus semuanya dalam minggu ini, dan buat janji dengan Dokter juga. Aku dan Megan harus periksa sebelum punya anak."


Daris menganggukkan kepalanya. "Baik, Tuan." Walaupun merasa kaget dan juga heran, dia tetap mengiyakan apa yang Rolize perintahkan sebelum laki-laki itu murka.


Pada saat yang sama, Megan sedang duduk di balkon kamarnya sambil menikmati suasana malam yang cerah karena sinar rembulan. Angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat hati kian tenang, apalagi tadi dia baru saja bertemu dengan teman-teman.


"Aku senang karna mereka tidak banyak bertanya tentang pernikahanku, walaupun mereka sangat penasaran siapa suamiku yang sebenarnya." Megan terkikik geli saat kembali mengingat reaksi teman-temannya saat dia mengatakan bahwa sudah menikah.


Megan memang tidak mengatakan siapa laki-laki yang sudah menikah dengannya, jika dikatakan pun mereka pasti tidak akan percaya. Rolize memang tidak pernah melarangnya jika ingin mengatakan pada orang lain tentang pernikahan mereka, hanya saja Megan masih tahu diri dan tidak ingin mempermalukan suaminya.


Tok, tok, tok.


Lamunan Megan kemudian terhenti saat mendengar suara ketukan di pintu, dia lalu beranjak masuk ke dalam kamar untuk melihat siapakah yang sedang mengetuk pintu kamarnya.

__ADS_1


"Apa itu Rolize? Tidak, dia pasti akan langsung membuka pintu jika ingin masuk."


Megan berjalan terus sampai tiba di pintu dan langsung membukanya. "Ma-Mama?" Dia tersentak kaget saat melihat mama Falesha ada di hadapannya.


"Apa Mama boleh masuk?"


Megan langsung kembali sadar dari keterkejutannya. "Si-silahkan, Ma." Dia membuka pintunya dengan lebar.


Mama Falesha masuk ke dalam kamar dan langsung duduk disofa yang ada di kamar tersebut. "Tutup pintunya."


Megan yang sudah berjalan masuk kembali ke pintu dan menutupnya. Dia merasa ada sesuatu yang akan wanita paruh baya itu lakukan, apalagi sampai menyuruhnya untuk menutup pintu.


"Apa dia ingin berbuat macam-macam? Aku rasa tidak." Dia yang bertanya, dia juga yang menjawabnya.


Megan lalu ikut duduk di samping mama Falesha dengan sofa yang berbeda, lalu memperhatikan apa yang akan wanita paruh baya itu lakukan.


Sebenarnya mama Falesha masih bisa menerima jika Rolize menikah dengan gadis miskin yang tidak setara dengan mereka, itu jauh lebih bisa diterima dari pada menikah dengan seorang wanita malam dan menjadi penghinaan bagi keluarga mereka.


"Siapa pun wanita yang bisa menikah dengan tuan Rolize pasti merasa sangat senang, Ma. Begitu juga denganku." Megan mengatakan yang sejujurnya. Walaupun tidak ada cinta di antara mereka dan apa yang Rolize lakukan selalu menguras emosi, tetapi dia senang karena apa yang dirasakan saat ini jauh lebih baik dari masa lalunya.


"Apa kau merasa pantas, untuk bersanding dengan putraku? Kau tidak merasa malu?"


Megan tahu benar ke mana arah pembicaraan mama Falesha saat ini. Dia lalu menarik napas panjang sebelum menjawabnya.


"Sebenarnya aku merasa malu dan sangat tidak pantas untuk bersama dengannya, Ma. Tapi, dia sendiri yang sudah memilihku untuk menjadi istrinya," jawab Megan kemudian, dan semua itu adalah benar.


Mama Falesha berdecih saat mendengar apa yang Megan katakan. "Walau putraku yang memilihmu, seharusnya kau sadar diri dan merasa malu, Megan. Ingatlah statusmu apa, dan kau benar-benar tidak layak untuk bersamanya."

__ADS_1


Megan hanya bisa diam mendengar semua ucapan mama Falesha walaupun hatinya terasa sakit, dan apa yang wanita paruh baya itu katakan adalah benar.


"Aku sadar, Ma. Itu sebabnya aku tidak pernah melakukan apapun yang akan membuat tuan Rolize merasa malu,"


"Tanpa melakukan apapun, kau sudah membuat dia malu dengan statusmu itu, Megan. Bukan hanya kau, bahkan semua keluarganya juga merasa malu. Bagaimana mungkin putra kebanggaan kami menikah dengan seorang wanita malam, hah?"


Ya, inilah yang saat itu tidak terpikirkan oleh Megan. Dia langsung menerima tawaran Rolize tanpa berpikir jika keluarga laki-laki itu mungkin tidak bisa menerimanya yang memang bekerja sebagai wanita malam.


"Jika kau memang masih sadar diri dan punya rasa malu, maka tingalkan putraku. Aku akan memberikan uang sesuai dengan berapa yang kau minta, juga apapun permintaanmu pasti akan aku turuti."


Megan terdiam dengan apa yang mama Falesha ucapkan. Sebenarnya dia tahu jika wanita paruh baya itu pasti akan memintanya untuk berpisah dari Rolize, tetapi dia tidak bisa melakukannya.


"Maaf, Ma. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku, dan jika Mama mau. Mama bisa katakan padanya untuk meninggalkanku."


Mama Falesha mengepalkan tangannya dengan geram. Tentu saja dia sudah mengatakannya pada Rolize, tetapi putranya itu menolaknya mentah-mentah.


"Walau kau seorang wanita malam, setidaknya kau harus punya sedikit saja rasa malu dan harga diri. Cepat tinggalkan Rolize, karena kami tidak akan pernah menerimamu di sini." Mama Falesha meletakkan 3 lembar cek di atas meja. "Kau bisa tulis berapa pun yang yang kau inginkan, setelah itu pergi dari kehidupan putraku untuk selama-lamanya."


Megan menatap cek itu dengan nanar, begitu juga dengan Rolize yang ternyata sudah pulang dan berdiri tepat di pintu kamar.





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2