Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 37. Permintaan Eve.


__ADS_3

Selesai makan, Megan lalu beranjak keluar untuk menemui Eve. Terlihat wanita itu duduk di kursi yang ada di taman samping rumah, lalu dia bergegas mendekatinya.


"Maaf sudah membuatmu menunggu."


Eve mendonggakkan kepalanya lalu tersenyum manis. "Tidak apa-apa, duduklah."


Megan lalu duduk di samping Eve sambil melihat lurus ke depan, sementara wanita itu terus menatapnya dari samping.


"Apa aku mengganggumu, Megan?"


Eve mencoba untuk membuka percakapan mencoba untuk akrab agar bisa melancarkan aksinya, dia yakin jika Megan pasti akan tergiur dengan apa yang dia tawarkan.


"Tidak. Aku ini seorang pengangguran, jadi kau sama sekali tidak menganggu."


Entah kenapa jawaban Megan terasa menusuk hati Eve. Wanita itu seperti sedang berkata bahwa dia tidak suka diganggu, walaupun tidak sedang melakukan apa-apa.


"Tapi, apa yang ingin kau katakan?"


Megan lalu memalingkan wajahnya ke arah Eve yang memandangnya dengan sayu. Dia memandang takjub dengan kecantikan yang terpancar di wajah wanita itu. Jangankan laki-laki, bahkan dia yang sesama wanita saja merasa terpesona.


"Aku ingin bicara tentang Rolize, Megan," ucap Eve dengan lirih membuat Megan menghela napas kasar.


"Sebelumnya maaf, aku sama sekali tidak berniat jahat padamu. Hanya saja aku merasa kau harus mengetahui masalahku dengannya."


Megan mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan Eve. "Masalah? Apa suamiku sedang bermasalah dengannya?" Dia merasa penasaran sekaligus gelisah.


"Megan, sebenarnya aku masih sangat mencintai Rolize. Aku, aku ingin kembali padanya."


Megan menghela napas kasar saat mendengar apa yang wanita itu ucapkan. Dia pikir Rolize punya masalah besar dengan Eve, tapi rupanya hanya sekedar keinginan wanita itu saja.


"Terus, apa yang kau inginkan dariku?"

__ADS_1


Megan langsung bertanya dan tidak ingin lagi bertele-tele, karena sepertinya dia mulai mengerti ke mana arah pembicaraan wanita itu.


"Kami masih saling mencintai, Megan. Bisakah, bisakah kau mengembalikannya padaku?"


Deg.


Dada Megan berdenyut sakit saat mendengar ucapan Eve. Memangnya dia sedang meminjam Rolize dari wanita itu, sehingga harus mengembalikannya? Dan apa tadi katanya, saling mencintai?


"Apa kau tidak salah, Eve?" tanya Megan dengan tajam.


Eve menggelengkan kepalanya. "Dulu aku membuat kesalahan sehingga dia marah lalu memutuskan untuk menikah denganmu. Tapi sekarang aku sudah sadar, dan meminta maaf padanya."


"Apa dia memaafkanmu?"


Eve terdiam. Dia tidak menyangka jika Megan akan menanyakan hal itu padanya.


"Dia pasti akan memaafkanku, karena dia masih sangat mencintaku."


Megan mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tangan yang saling bertautan. Sekuat tenaga dia menahan hatinya yang mulai bergejolak, memangnya istri mana yang tidak sakit hati jika ada wanita lain yang ingin bersama suaminya? Mungkin hanya orang gila yang akan merasa tenang-tenang saja.


Eve menatap Megan dengan tajam dan menunggu apa lagi yang akan wanita itu katakan, sementara Megan sendiri bersiap untuk memberi penegasan pada wanita itu.


"Jika memang Rolize memaafkanmu, maka tanpa kau minta dariku pun, dia pasti akan kembali padamu. Jadi semua ini tidak ada hubungannya denganku, dan saat dia kembali padamu pun. Dia pasti akan menceraikanku,"


"Tapi bisa saja jika kau membantuku untuk bicara dengannya," balas Eve membuat Megan tersenyum miring.


"Aku tidak ingin ikut campur, Eve. Karena aku tidak tahu bagaimana permasalahan di antara kalian berdua, dan berhentilah memintaku untuk ikut campur karena Rolize tidak akan menyukainya."


Eve tersenyum sinis saat mendengar ucapan Megan. Dia merasa jika wanita itu pasti sudah jatuh hati pada Rolize, dan siapa juga yang bisa menolak laki-laki sepertinya?


"Baiklah. Kalau gitu aku akan memberi tawaran padamu, Megan."

__ADS_1


Megan mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan Eve, dia merasa dejavu dengan kejadian yang dilakukan oleh mertuanya waktu itu.


"Aku akan menuruti semua permintaanmu asal kau mau meninggalkan Rolize, apapun itu aku pasti akan mengambulkannya."


Megan langsung tergelak saat mendengar apa yang Eve katakan. Ternyata wanita itu sama saja dengan mertuanya, yang menganggap Rolize hanya sebuah barang.


"Kau tertawa?"


"Ah, maaf. Aku hanya merasa lucu saja." Megan menutup mulutnya dan mencoba untuk menahan rasa yang menggelitik hati. "Sudah aku katakan jika semua itu terserah Rolize, Eve. Walau aku pergi pun, jika dia tidak mau bersamamu juga percuma bukan?"


Eve merasa tersinggung dengan apa yang Megan ucapkan. "Jadi kau pikir dia lebih memilih kau dari pada aku?"


"Tentu saja tidak, Eve. Mana mungkin dia melakukan itu, karena kau jauh lebih baik dari aku." Megan menggelengkan kepalanya membuat Eve menatapnya dengan senyum tipis.


"Sekarang berjuanglah untuk mendapatkannya kembali, aku tidak akan ikut campur. Dan jika dia kembali padamu, maka aku akan menghilang dari hidupnya,"


"Benarkah?" tanya Eve dengan tidak percaya.


Megan menganggukkan kepalanya. "Aku tidak akan bersama dengan seorang lelaki yang mencintai wanita lain, dan pasti dia juga tidak ingin lagi bersamaku."


Eve mengangguk-anggukkan kepalanya. "Baiklah, Megan. Aku pasti akan kembali merebutnya, dan membuat Rolize kembali padaku."


"Semangat!"


Eve tersenyum miring lalu beranjak pergi dari tempat itu, sementara Megan masih duduk di sana sambil menatap punggung wanita itu yang sudah mulai menjauh.


"Ah si*al." Megan mengusap air mata yang berhasil lolos dari sudut matanya. "Tenanglah, Megan. Memangnya apa yang kau takutkan, toh sejak awal pernikahan ini hanyalah pernikahan kontrak. Itu artinya Rolize bisa kapan saja membuangku, baik dia kembali pada Eve atau pun tidak."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2