Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 45. Sebuah Penyesalan.


__ADS_3

"A-apa?"


Rolize tersentak kaget saat mendengar ucapan Dokter, begitu juga dengan Daris yang saat ini ada di sampingnya.


"Istri Anda sedang hamil, Tuan. Dan kehamilannya baru memasuki usia 7 minggu. Diharapkan agar Tuan bisa menjaga istri Anda dengan baik, dan usahakan agar tetap menjaga emosinya."


Rolize langsung mengangguk paham. Kemudian Dokter segera memindahkan Megan ke ruang perawatan, dengan tetap diikuti oleh Rolize dan juga Daris.


"Rolize!"


Langkah Rolize dan Daris terhenti saat mendengar panggilan seseorang, sontak mereka berbalik dan melihat Jean sedang duduk di kursi roda ke arah mereka.


"Ba-bagaimana kabar Megan? Dia, dia baik-baik saja kan?"


Rolize dan Daris menatap Jean dengan tajam. Sejak kapan wanita itu mengkhawatirkan Megan? Ah, mungkin karena Megan sudah menyelamatkan nyawanya, itu sebabnya Jean menjadi merasa punya hutang budi.


"Tentu dia baik-baik saja," jawab Rolize sambil kembali berbalik.


"Dia tidak-"


Jean tidak bisa melanjutkan ucapannya saat Rolize sudah pergi dari tempat itu, sementara Daris masih berada di sana dengan menatap heran.


"Nona Megan baik-baik saja, jadi Anda tidak perlu khawatir."


Jean langsung mendongakkan kepalanya saat mendengar suara Daris. "Tidak terjadi sesuatu dengannya 'kan?" Dia menatap khawatir.


Daris menggelengkan kepalanya. "Dia baik, tapi saya harap Anda tidak lagi mengganggunya. Jika Anda memang tidak menyukai nona Megan, setidaknya berterima kasihlah dengan apa yang sudah dia lakukan ini dengan cara tidak mengganggunya lagi."

__ADS_1


Jean terdiam saat mendengar ucapan Daris. Kedua tangannya saling bertautan erat, dengan rasa sesal yang teramat besar.


Sejujurnya Jean sendiri tidak menyangka jika Megan akan membantunya, dia bahkan bingung kenapa wanita itu bisa berada di apartemennya. Namun, dibalik semua itu. Dia benar-benar merasa sangat berterima kasih dengan apa yang Megan lakukan. Mungkin jika itu orang lain, mereka pasti tidak akan mau membantunya apalagi dia sudah berbuat tidak baik.


"Maaf. Aku, aku benar-benar sangat jahat."


Air mata Jean jatuh membasahi wajah. Rasa sesak dan sesal menyeruak dalam hati, sungguh dia tidak menyangka jika wanita yang selalu disakiti itulah yang ternyata membantu nyawanya.


"Nona Megan di pindahkan ke ruang VIP nomor 3," ucap Daris sambil menganggukkan kepalanya, dia lalu beranjak pergi dari tempat itu setelah mengatakan nomor kamar Megan. Dia berpikir mungkin Jean akan meminta maaf secara langsung.


Kejadian yang menimpa Jean dan Megan tentu sudah sampai ke telinga keluarga besar Rolize, membuat oma Agni dan yang lainnya bergegas ke rumah sakit.


Tampak jelas kekhawatiran diwajah mereka semua, bahkan sepanjang perjalanan mereka terus berdo'a agar tidak ada hal buruk yang terjadi pada Megan dan juga Jean.


Tidak berselang lama, sampailah mereka ke tempat tujuan. Oma Agni, Falesha, dan juga Aura bergegas keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah sakit.


Mereka segera bertanya pada petugas rumah sakit itu di mana Jean dan Megan berada, lalu salah satu petugas medis mengantar mereka.


Mereka mengangguk lalu segera beranjak pergi dari tempat itu, menuju ruangan di mana semua orang berada.


Sementara itu, di ruangan Megan. Terlihat dia sudah sadar membuat Rolize langsung memeluknya dengan erat. Laki-laki itu benar-benar bahagia melihatnya sudah membuka mata.


Megan tersenyum saat melihat wajah tampan sang suami, dia lalu meminta maaf karena sudah membuat laki-laki itu khawatir.


"Sudah, jangan banyak bicara dulu. Kau masih harus banyak istirahat," ucap Rolize membuat Megan mengangguk paham. Dia yang akan memberitahu jika Megan sedang hamil, tidak jadi mengeluarkan suara saat mendengar seseorang masuk ke dalam ruangan itu.


Semua orang lalu melihat ke arah Jean yang baru saja masuk, terutama Megan yang menatap wanita itu dengan heran. Pasalnya wajah Jean terlihat sendu.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Jean, suaranya seketika memecah keheningan yang terjadi di ruangan itu.


"Aku baik, Kak," jawab Megan dengan senyum tipis.


Jean ikut tersenyum senang saat mendengarnya. "Terima kasih karena sudah menyelamatkan aku, Megan. Aku, aku tidak tau akan jadi seperti apa jika kau tidak ada di sana."


Untuk pertama kalinya, Jean menyebut nama Megan membuat wanita itu merasa terkejut dan senang disaat bersamaan. Sementara Rolize dan Daris hanya menjadi pendengar budiman di sana.


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya, Kak. Dan orang lain juga akan melakukannya," ucap Megan membuat hati Jean kian sesak.


"Maaf, maafkan aku."


Kepala Jean tertunduk dengan mata berkaca-kaca, tentu saja ucapannya itu membuat Megan terkesiap.


"Maaf karna selama ini aku sudah memperlakukanmu dengan buruk. Aku, aku hanya merasa takut jika nama baik keluargaku menjadi rusak, dan malah bertindak diluat batas," sambung Jean dengan penuh penyesalan.


"Apa kakak meminta maaf hanya karena Megan sudah menyelamatkanmu?" tanya Rolize dengan tajam, membuat Jean langsung melihat ke arahnya.


Jean menggelengkan kepalanya. "Aku memang sangat berterima kasih atas apa yang sudah Megan lakukan, tapi aku meminta maaf dengan tulus. Aku sadar jika tidak seharusnya aku melakukan hal seperti itu."


Hati Megan sangat terharu saat mendengar ucapan Jean, begitu juga dengan Rolize yang menatap kakaknya dengan senyum tipis.


"Apa kami boleh masuk?"



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2