Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 34. Suasana Bahagia.


__ADS_3

Daris terdiam dengan apa yang Rolize katakan, otak pintarnya sedang mencoba untuk memikirkan apa yang baru saja tuannya itu ucapkan.


Rolize tersenyum tipis saat melihat raut wajah Daris, dia lalu berjalan ke arah sofa yang ada di tempat itu.


"Apa saya perlu memanggil Dokter, Tuan?" tanya Daris setelah selesai memikirkan semuanya.


Rolize menatap Daris dengan mengernyitkan kening bingung. Kenapa pula laki-laki itu memanggil Dokter? Untuk apa? Pikirnya keheranan.


"Tuan?" Daris kembali bertanya.


"Aku tidak butuh Dokter, Daris. Aku butuhnya obat k*uat supaya bisa terus menghabiskan malam panjang bersama dengan Megan," ucap Rolize dengan gampangnya. Sepertinya dia lupa jika sang istri saat ini masih terkapar tidak berdaya di atas ranjang.


Daris kembali diam. Tentu saja dia paham dengan apa yang Rolize katakan, hanya saja kenapa harus pakai obat tersebut? Dan bukannya obat itu berasal dari Dokter?


"Sudahlah, lupakan tentang itu." Rolize memilih untuk menghentikan lamunan Daris, dia merasa lucu sekaligus kasihan dengan raut wajah lelaki itu.


Setelah kebingungan yang terjadi, akhirnya Daris mengatakan jika sarapan sudah selesai membuat Rolize beranjak bangun dari sofa.


"Bawa sarapannya ke kamar, aku ingin makan di sana bersama dengan Megan,"


"Baik, Tuan." Daris menganggukkan kepalanya lalu beranjak pergi dari tempat itu untuk mengambil sarapan sang tuan.


Rolize kembali masuk ke dalam kamar dan tersenyum saat melihat Megan masih terlelap, dengan cepat dia naik ke atas ranjang dan duduk di samping wanita itu.


"Bangunlah, Megan. Mau sampai kapan kau tidur seperti ini?"


Rolize menggoyang-goyangkan tubuh Megan sampai wanita itu mengerjapkan kedua matanya, dan terkejut dengan apa yang dia lakukan.


"Kau sudah bangun?"


Megan melirik ke arah Rolize dengan kesal karena laki-laki itu sudah mengganggu tidurnya, apalagi tubuhnya masih terasa sangat pegal akibat gempuran malam sampai pagi tadi.


"Kenapa kau membangunkanku?" tanya Megan dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Tentu saja untuk sarapan. Bisa-bisanya kau tidur terus dan tidak mengurus makananku."


Megan semakin menajamkan pandangannya. Ingin sekali dia mencakar wajah Rolize saat mengatakan hal seperti itu, padahal laki-laki itu sendirilah yang telah membuatnya tidak berdaya.


Tanpa membalas ucapan Rolize, Megan segera beranjak turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi dengan menahan lelah di sekujur tubuh.


Tidak berselang lama, terdengar suara Daris yang meminta untuk masuk ke dalam kamar karena sedang membawa menu sarapan untuk mereka.


Daris segera membuka pintu dan masuk ke dalam kamar setelah mendapat balasan dari Rolize. Dia lalu meletakkan makanan dan minuman yang di bawa ke atas meja.


Megan yang baru keluar dari kamar mandi menghentikan langkahnya saat mencium aroma yang sangat menggugah selera. Dengan cepat dia mencari sumber aroma tersebut yang berhasil membuat perutnya bergejolak.


"Wah, apa ini makanan untuk kita?" tanya Megan dengan antusias sambil beranjak duduk di atas sofa.


"Cih." Rolize mencebikkan bibirnya, tetapi kepalanya mengangguk untuk menjawab apa yang Megan tanyakan.


Kemudian mereka semua menikmati sarapan yang sudah sangat terlambat, tetapi tidak ada kata terlambat untuk makanan yang sangat nikmat dilidah.


Selesai menyantap sarapan, Megan lalu mengajak Rolize untuk jalan-jalan keluar. Dia ingin bermain di pantai dan melihat pemandangan sekitar, karena jika terus berada di dalam kamar. Sudan dipastikan dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Megan berjalan dengan bertelanjang kaki di atas pasir yang sangat putih, tentu saja ditemani dengan Rolize yang berjalan pelan di sampingnya.


"Bagaimana, apa kau menyukainya?"


Megan yang sedang melihat lautan beralih menoleh ke arah Rolize dengan senyum cerah. "Aku saangat menyukainya. Seumur hidup aku belum pernah melihat pemandangan seindah ini, dan betapa beruntungnya aku karena bisa datang ke tempat ini."


Senyum lebar terlihat jelas diwajah Megan. Untuk pertama kalinya dia benar-benar merasa sangat bebas tanpa beban, dan merasa jika hidup ini sangatlah berharga.


"Jika kau suka, maka berterima kasihlah."


Megan langsung tergelak saat mendengar apa yang Rolize katakan, dan dia sudah tidak heran lagi dengan semua tingkah absurd dari suaminya itu.


Dia lalu berdiri tepat di hadapan Rolize dan melingkarkan tangannya dipinggang laki-laki itu, lalu kakinya berjinjit untuk mengecup bibir sang suami.

__ADS_1


Cup.


"Terima kasih karena sudah mengajakku ke sini, Suamiku. Aku tidak bis- eemp."


Megan tidak dapat melanjutkan ucapannya saat bibirnya di lummat oleh Rolize. Dia yang awalnya kaget, kini sudah mulai membalas permainan lidah lelaki itu. Bahkan kini mereka berciuman dengan sangat dalam disertai dengan hasrat yang mulai menggebu-gebu.


"Aku sudah tidak tahan lagi, Megan."


Rolize melepaskan ciuman itu lalu meletakkan bibirnya tepat di leher Megan, helaan napasnya terasa menyapu leher wanita itu membuat bulu kuduk kian meremmang.


"Benarkah? Apa kau sudah tidak tahan ingin memakanku, hem?" tanya Megan dengan suara yang dibuat-buat serak dan seksi, membuat gairah Rolize kian melonjak.


"Megan!"


Rolize semakin mengeratkan pelukannya dengan napas yang kian berat, membuat Megan tersenyum simpul lalu dengan cepat mendorong tubuh Rolize hingga pelukan laki-laki itu terlepas.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Rolize dengan suara tertahan, wajahnya sudah memerah karena kabut gairah yang menguasai jiwa.


"Jika kau ingin memakanku, maka tangkaplah aku!" teriak Megan yang langsung berlari menjauh dari Rolize.


Rolize mengepalkan tangannya dengan geram. "Awas jika aku mendapatkanmu, Megan. Aku akan membuatmu merintih selama sehari semalam."


"Hahahaha."


Megan dan Rolize lalu berlarian di tempat itu seperti dua orang anak yang sangat bahagia karena bermain di pantai, sementara dari kejauhan Daris memperhatikan mereka dengan senyum tipis diwajahnya.


"Anda tampak sangat bahagia, Tuan. Maka tetaplah seperti itu, biar saya yang mengurus segala sesuatu yang ingin merusak kebahagiaan Anda."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2