
Malam harinya, tepat pukul 8 malam Megan pergi ke pesta temannya dengan di antar oleh Rolize yang juga akan pergi ke suatu tempat. Laki-laki itu lalu berpesan jika nanti dia akan kembali ke tempat ini untuk menjemputnya.
Megan mengangguk paham, dia lalu bergabung ke pesta setelah Rolize pergi dari tempat itu. Dia menyapa semua orang yang dikenal, tidak lupa saling bercanda tawa dengan akrab.
Namun, tidak sedikit orang yang penasaran dengan apa yang Megan lakukan saat ini karena dia sangat jarang sekali terlihat.
"Kami dengar kau sudah menikah, Megan. Perkenalkan kami dengan suamimu dong."
Megan hanya bisa tersenyum simpul saat mendengar permintaan temannya. Tentu dia sama sekali tidak keberatan memperkenalkan Rolize pada mereka, karena mereka bukan teman-teman yang biasa bekerja dengannya sebagai wanita malam.
Namun, mereka pasti akan sangat terkejut jika mengetahui siapa suami Megan. Jelas mereka semua mengenal Rolize dan juga keluarga laki-laki itu.
Pada saat sedang berbincang dengan yang lainnya, tidak sengaja mata Megan menatap ke arah seseorang yang berdiri bersama seorang wanita di sudut pesta. Dia semakin menajamkan pandangan saat mengenali lelaki tersebut.
"Loh, bukannya itu kakak iparnya Rolize?"
Mendadak Megan jadi panik, jangan-jangan Jean juga ada di tempat ini dan nantinya akan kembali mencari gara-gara dengan dia?
"Ada apa, Megan? Kenapa kau terus melihat ke arah sana?"
Megan tersentak kaget saat salah satu temannya bertanya. "Tidak, aku hanya sedang melihat laki-laki itu." Dia menunjuk ke arah Rangga dengan menggunakan mulutnya.
"Siapa, Tuan Rangga?"
"Kau mengenalnya?"
Megan langsung memalingkan wajah ke arah temannya, kemudian wanita itu menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan darinya.
"Dia kan calon suaminya Senna, mana mungkin aku gak kenal,"
"Ooh, dia ca- tunggu, kau bilang apa?"
Megan baru sadar dengan apa yang temannya itu katakan, kemudian wanita itu menjelaskan jika Rangga adalah calon suami dari Senna sang pemilik pesta malam ini.
"Kau, kau tidak salah?"
Wanita itu menggelengkan kepalanya. "Memang sih, selama ini hubungan mereka tidak di publikasikan. Tapi Senna langsung mengatakannya padaku, bahkan aku juga berkenalan dengan laki-laki itu."
__ADS_1
Megan tercengang saat mendengar semua ucapan temannya itu. Bagaimana mungkin Rangga bisa menjadi kekasih Senna sementara laki-laki itu adalah suaminya Jean? Apa Jean mengetahui hal ini?
Tiba-tiba Megan tersentak kaget saat mendengat MC acara memberi kata sambutan sekaligus membuka acara malam ini.
Pikiran Megan terus terpusat pada Rangga. Jika laki-laki itu benar-benar calon suami Senna, apakah dia harus memberitahukannya pada Jean? atau pada Rolize?
Megan menjadi bingung sendiri. Dia bahkan sama sekali tidak menikmati pesta, padahal dia berniat untuk bersenang-senang. Namun, bersenang-senang bukan dalam artian buruk. Melainkan menghabiskan waktu bersama teman dan saling bersenda gurau.
Acara pesta itu pun di mulai dengan pemotongan kue dan juga suap-menyuap, sama dengan acara ulang tahun di tempat-tempat lain. Megan terus memperhatikan Rangga dari kejauhan, lalu dia membulatkan mata saat melihat Senna menyuapi laki-laki itu.
Bukan hanya itu saja, Senna bahkan mengecup bibir Rangga membuat semua orang menjadi heboh.
"Tidak, ini tidak benar."
Megan sudah memegang ponselnya untuk menghubungi Rolize, tetapi pantaskah dia ikut campur dalam rumah tangga orang lain?
Pyar!
Semua orang terlonjak kaget saat mendengar suara nyaring dari pecahan kaca, termasuk Megan yang langsung menoleh ke arah sumber suara.
Megan tidak salah liat. Itu benar-benar Jean yang sedang berdiri di depan pintu selamat datang. Kemungkinan wanita itu jugalah yang sudah memecahkan sebuah guci mewah yang diletakkan di samping pintu tersebut.
"Kau!"
Jean mengepalkan kedua tangannya sambil menatap sang suami dengan tajam, sementara orang-orang sedang bertanya-tanya apa yang baru saja dia lakukan.
Rangga yang melihat keberadaan Jean langsung berdecak kesal, begitu juga dengan Senna yang menatap wanita itu dengan sinis.
"Dasar brengs*ek. Beraninya kau melakukan ini padaku."
Jean menatap Rangga dengan tajam, dengan cepat dia melangkahkan kakinya menuju laki-laki itu.
Semua orang melihat ke arah Jean dan Rangga secara bergantian. Setelah dekat, mereka baru sadar jika wanita itu adalah Jeana Allesya. Putri sulung dari pemilik Shine Group, sekaligus Direktur utama.
Jean berdiri tepat di hadapan Rangga dengan emosi dengan meledak-ledak, sementara laki-laki itu menatapnya dengan tajam.
Plak.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?"
Senna langsung mendorong tubuh Jean saat wanita itu melayangkan tamparan ke pipi Rangga, sementara Jean sendiri tersenyum miris.
"Hebar, hebat sekali. Ternyata ini alasan kenapa suamiku tidak mau jika pernikahan kami dipublikasikan, ternyata dia punya seorang simpanan."
Semua orang tersentak kaget saat mendengar ucapan Jean, sementara Rangga menatap wanita itu dengan berapi-api.
"Sudah berapa lama kalian berhubungan, hah? Sebulan, dua bulan. Atau sudah sangat lama tidur bersama,"
"Tutup mulutmu," bentak Senna dengan kuat. "Aku bukan simpanannya, tapi aku adalah calon istrinya."
"Apa, calon istri? Hahahaha."
Jean langsung tergelak saat mendengar ucapan wanita itu, tetapi suara tawanya itu terdengar sangat menyeramkan sekali.
"Jika kau adalah calon istrinya, lalu aku ini apa, hah?"
Senna mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Kau yang telah merebutnya dariku, Jean. Aku sudah lama berhubungan dengan Rangga, tapi kau datang dan menghancurkan semuanya."
Jean tercengang dengan apa yang Senna katakan, mungkinkah wanita itu kekasih Rangga sebelum menikah dengannya? Apa selama menikah Rangga tetap berhubungan dengan wanita itu?
"Sekarang berhenti membuat keributan dan pergi dari sini," usir Senna membuat orang-orang mulai bisik-bisik tetangga.
"Tidak peduli kau ini kekasih atau siapanya, yang jelas aku dan Rangga sudah menikah secara sah menurut agama dan negara setahun yang lalu. Jadi siapa pun kau tidak berhak lagi dengannya, dasar p*e*l*a*c*u*r!"
"Kau-"
Senna tidak dapat melanjutkan ucapannya saat tiba-tiba Rangga beranjak pergi dari tempat itu sambil menarik tangan Jean.
•
•
•
Tbc.
__ADS_1