
Rolize menelan salivenya dengan kasar saat mendengar apa yang Megan ucapkan. "Apa, apa maksudmu?" Mendadak dia jadi merasa gugup.
Megan tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan Rolize. "Aku ingin mandi. Apa kau ingin mandi bersamaku, Sayang?" Dia beranjak bangun dan mendekati laki-laki itu.
Tubuh Rolize menegang saat tiba-tiba tangan Megan menyentuh tepat dibagian dada bidangnya yang putih bersih, bahkan kini wanita itu mengusap dadanya membuat sesuatu yang ada di bawah sana menegak dengan sempurna.
Rolize menahan tangan Magen yang semakin turun ke arah perut. "Hentikan, Megan."
"Kenapa? Bukankah kau mengajakku bulan madu untuk melakukan ini?" Megan semakin memajukan tubuhnya hingga menempel tepat di tubuh Rolize. "Sayang. Aku sedang tidak menggoda orang lain, tapi suamiku sendiri. Apakah aku masih terlihat seperti seorang j*a*l*a*ng?"
Rolize langsung menatap Megan dengan tajam. "Aku tidak pernah mengatakan itu, Megan. Dan aku tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan."
"Tapi aku memang seorang j*a*l*a*n*g, Sayang. Pekerjaanku adalah memberi kenikmatan dan kepuasan pada setiap lelaki yang membayarku."
Rahang Rolize mengeras dengan gigi yang saling bergesekan karena merasa emosi mendengar ucapan Megan. "Jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi, Megan. Siapa pun kau, dan bagaimana masa lalumu itu tidak ada hubungannya denganku. Aku menerimamu sekarang dan sampai di masa depan, itulah yang berhubungan denganku."
Megan cukup tersentuh dengan apa yang Rolize katakan, tetapi dia kembali teringat dengan ucapan keluarga laki-laki itu.
"Tapi tidak untuk orang lain, Sayang. Mereka tidak akan-"
"Aku tidak peduli. Aku tidak peduli apa yang orang lain pikirkan,"
"Kau harus peduli, Rolize!" teriak Megan membuat Rolize tersentak kaget. Untuk pertama kalinya wanita itu berteriak padanya, bahkan Megan adalah wanita pertama yang berani meneriakinya.
__ADS_1
"Kau harus peduli, Sayang. Gara-gara aku, banyak sekali orang yang menghinamu. Mereka yang mengetahui status dan juga pekerjaanku tidak akan tinggal diam untuk mencibirmu, bahkan mereka juga akan merendahkan seluruh keluargamu. Aku, aku tidak ingin semua itu terjadi."
Rolize tercengang dengan apa yang Megan ucapkan, dia tidak menyangka ternyata wanita itu sedang mengkhawatirkannya dan juga keluarganya.
"Aku tidak mau merusak nama baikmu dan juga keluarga, Sayang. Selama ini aku sudah merasa senang karena kau memperlakukanku dengan baik, kau bahkan tidak pernah menghina dan menjatuhkan martabatku. Semua itu sudah lebih dari cukup, dan aku tidak mau merusak kehidupan orang-orang yang sudah memperlakukanku dengan baik." Megan menarik napas dalam sebelum melanjutkan apa yang ingin dia katakan.
"Baiklah, Sayang. Ayo, kita sudahi saja perjanjian kontrak ini. Aku tidak mau kau terluka karena aku," ucap Megan dengan lirih, sekuat tenaga dia menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipi.
"Apa kau lupa, hanya aku yang bisa membatalkan kontrak perjanjian di antara kita?" Rolize menatap Megan dengan tajam membuat wanita itu menggelengkan kepalanya. "Sampai kapan pun, aku tidak akan membatalkan semua itu. Dan kau, juga tidak bisa membatalkannya."
"Tapi Sayang, tolong pikirkan-"
Rolize mengangkat tangannya membuat ucapan Megan terpaksa berhenti. "Cukup, aku tidak ingin membahasnya lagi, Megan. Jika kau mengkhawatirku nama baikku, maka aku tidak peduli. Sejak dulu, aku sendirilah yang bekerja keras untuk melambungkan namaku. Aku tidak butuh penilaian dan bantuan dari seseorang. Dan aku menjadi sukses seperti ini karena kerja kerasku sendiri, jadi terserah aku ingin melakukan apa."
"Hentikan sampai di sini, Megan. Jika kau tetap membahasnya, maka kau akan merasakan kemarahanku!" ucap Rolize dengan penuh penekanan.
Megan langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan tidak berani lagi mengeluarkan suaranya. Untuk beberapa saat keadaan menjadi hening, sampai akhirnya Rolize mengeluarkan suaranya.
"Baiklah. Ayo, kita mandi bersama!"
"Hah?" Megan tersentak kaget dengan apa yang Rolize katakan.
"Kenapa? Bukannya tadi kau, yang memaksaku untuk mandi bersamamu? Bahkan, kau juga memaksaku untuk tidur denganmu,"
__ADS_1
"Apa? Ka-kapan aku memaksamu? Aku kan, cuma mengatakannya saja dan tidak ada unsur pemaksaan di sana," bantah Megan dengan tidak terima.
Rolize tersenyum miring saat melihat bibir Megan yang maju beberapa senti ke depan. "Jadi, kau tidak mau melayaniku? Apa seperti ini, istri yang baik?"
"Apa? Kenapa dia jadi bawa-bawa istri yang baik segala sih, dasar." Megan menggertakkan giginya menahan kekesalan.
"Kau benar-benar tidak mau?" Suara Rolize sudah naik menandakan jika saat ini dia mulai marah.
"Ba-baiklah. Ayo, kita mandi bersama." Megan lalu membuka pakaiannya di hadapan Rolize sampai hanya menyisakan bra dan segitiga bermuda saja, membuat laki-laki itu tersentak kaget.
"Kenapa kau membuka pakaian di sini?" Wajah Rolize langsung memerah seketika.
"Kan kita mau mandi, masa iya aku mandi pakai pakaian." Megan kembali berjalan ke arah Rolize yang tidak memalingkan wajahnya. "Bagaimana, apa Anda suka?"
"Kau yang menggodaku, Megan. Jadi jangan salahkan aku jika aku hilang kendali."
•
•
•
Tbc.
__ADS_1