
Rolize terlonjak kaget dengan apa yang oma Agni katakan, bahkan Daris yang masih berada di tempat itu terlihat memalingkan wajah.
"Kenapa kau kaget? Itu kan hal yang biasa dilakukan pasangan suami istri, apa kalian tidak melakukannya?" Oma Agni menyipitkan matanya melihat ke arah Rolize.
"Kenapa Oma membahas tentang hal pribadi seperti itu?" Rolize memilih untuk mengalihkan perhatian omanya karena tidak bisa menjawab apa yang oma Agni tanyakan.
"Ya, oma kan cuma ingin tahu saja."
Rolize lalu beranjak pergi dari tempat itu untuk segera berangkat ke kantor, sementara oma Agni hanya menghela napas kasar saja karena tidak ada jawaban dari cucunya itu.
Sepanjang jalan menuju perusahaan, Rolize terus memikirkan apa yang oma Agni katakan. Sampai sekarang, dia masih merasa malu dan juga gugup jika ingin lebih dekat lagi dengan Megan.
Daris memperhatikan Rolize dari kaca depan, terlihat jelas jika saat ini laki-laki itu sedang memikirkan sesuatu karena keningnya yang mengkerut dalam.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Daris segera membukakan pintu untuk Rolize, dan mereka lalu masuk ke dalam perusahaan.
Hari ini jadwal Rolize sangat padat, apalagi tadi pagi Daris terpaksa menunda pertemuan dengan klien penting karena sang tuan tidak juga keluar dari kamar.
Sementara itu, Megan yang masih berada di dalam kamar berniat untuk pergi keluar bersama dengan teman-temannya. Sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan mereka, sekaligus mengatakan jika dia sudah tidak bekerja diklub lagi.
Dengan menggunakan gaun berwarna biru tanpa lengan dengan motif bunga, Megan keluar dari kamar sambil menenteng tas berwarna putih. Dia berjalan dengan santai menuju tangga tanpa sadar jika saat ini ada sepasang yang sedang memperhatikan.
"Selamat pagi menjelang siang, Oma," sapa Megan saat melihat oma Agni.
"Duduklah, Megan." Oma Agni menepuk sofa yang ada di sampingnya membuat wanita itu segera beranjak duduk di tempat yang dia tepuk.
"Ada apa, Oma?" tanya Megan sambil menahan rasa laparnya. Wajar saja dia merasa lapar, karena saat ini sudah jam 10 dan dia sama sekali belum sarapan.
"Ada yang ingin oma tanyakan padamu," ucap oma Agni dengan ragu.
Mama Falesha yang sedang menuruni anak tangga menatap Megan dengan tajam. Dia merasa sangat tidak suka dengan kedekatan wanita itu dan ibu mertuanya, dia takut kalau Megan berniat jahat atau pun memanfaatkan oma Agni saja.
__ADS_1
Megan menganggukkan kepalanya untuk menanggapi ucapan oma Agni.
"Apa, apa kau dan Rolize sudah tidur bersama?" tanya oma Agni dengan pelan, karena dia tidak ingin ada orang lain yang mendengarnya.
Megan mengernyitkan kening bingung. "Tidur bersama dengan Rolize? Tentu saja sudah, bahkan kami juga saling memeluk walaupun aku tidak sadar saat melakukannya. Tapi, kenapa oma bertanya seperti itu? Jangan-jangan tidur yang dimaksud oma itu ...." dia lalu melirik ke arah oma yang sedang menunggu jawaban darinya.
"Ti-tidur bersama, maksudnya melakukan hubungan itu?" tanya Megan untuk memastikan apa yang ada dalam pikirannya.
"Benar. Ternyata kau jauh lebih mengerti tentang semua ini dari pada Rolize."
Glek.
Megan menelan salivenya dengan kasar. "Tentu saja aku lebih mengerti, oma. Karena itulah pekerjaan yang dulu aku lakukan." Dia menundukkan kepala dengan perasaan yang tidak menentu.
"Kenapa kau diam dan tidak menjawabnya, Megan?" tanya oma Agni kemudian membuat Megan menatap ke arahnya.
"Si*alan. Apa yang harus aku katakan sekarang?" Megan menjadi bingung sendiri. "Nanti kalau aku jawab udah, tau-tau Rolize mengatakan belum. Dan jika sebaliknya, maka akan menimbulkan keributan."
"Benarkah?" tanya oma Agni dengan tidak percaya, dan dibalas dengan anggukan kepala Megan.
"Baguslah jika memang seperti itu, oma sudah tidak sabar untuk melihat anak kalian," ucap oma Agni dengan riang gembira membuat Magen tersenyum getir.
"Habislah aku. Jika Rolize mengetahui apa yang aku katakan, maka dia pasti akan meneriakiku dan mengatakan kalau aku ini sudah gatal atau pun yang lainnya. Sedangkan di peluk saja ributnya bukan main, apa lagi jika ...." Megan menggelengkan kepalanya yang lagi-lagi dirasuki oleh setan mesum.
Mama Falesha yang mendengar semua ucapan oma Agni dan juga Megan tampak mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Tidak, itu tidak akan terjadi. Aku tidak akan membiarkan wanita itu mengandung anak Rolize, bahkan mengandung keturunan keluarga ini." Dia lalu berbalik dan kembali ke kamarnya.
Setelah selesai, Megan segera pergi ke dapur untuk menikmati sarapan sekaligus merangkap makan siang.
"Huh, kenyangnya." Megan segera beranjak pergi dari tempat itu untuk keluar dari rumah.
****
__ADS_1
Tidak terasa, siang sudah berganti dengan malam. Rolize yang baru saja menyelesaikan pertemuannya tampak menyandarkan tubuh ke sandaran sofa, karena hari ini dia benar-benar merasa lelah.
"Hah." Rolize menghela napas frustasi sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Seharian ini dia terus memikirkan Megan, juga kata-kata yang oma nya ucapkan pagi tadi.
"Apa aku harus melakukan itu dengannya? Tapi, aku tidak tau bagaimana persaanku padanya. Begitu juga dengan Megan."
Bagi Rolize, hubungan inti*m antara laki-laki dan wanita harus dilandasi dengan rasa cinta dan bukan hanya napsu semata. Itu sebabnya dia tidak melakukan apapun pada Megan, walaupun ada momen di mana dia benar-benar ingin sekali menerkam wanita itu.
"Mari kita pulang, Tuan," ajak Daris yang baru masuk ke dalam ruangan.
"Aku butuh bantuanmu, Daris," ucap Rolize membuat Daris menyernitkan keningnya.
"Katakan saja, Tuan."
Rolize kembali menghembuskan napas frustasi. "Aku ingin semakin dekat dengan Megan. Tapi, apa yang harus aku lakukan?"
Daris terdiam saat mendengar pertanyaan Rolize. Dia tidak tau harus mengatakan apa karena seumur hidupnya belum pernah berhubungan dengan seorang wanita pun.
"Kenapa diam? Apa kau tidak tau jawabannya?" tanya Rolize kembali.
"Mungkin Anda harus lebih banyak menghabiskan waktu bersama nona, Tuan. Contohnya seperti makan malam diluar, atau jalan-jalan seperti pasangan yang lain," ucap Daris seperti pakar cinta.
Rolize diam karena terpikirkan tentang sesuatu yang pasti akan membuat hubungannya dan Megan semakin lebih dekat.
"Persiapkan bulan madu untukku dan juga Megan dalam minggu ini."
•
•
•
__ADS_1
Tbc.