
Mama Falesha dan juga Jean tercengang dan benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang Rolize lakukan. Bagaimana mungkin laki-laki itu tetap bersama dengan Megan padahal tau kalau wanita itu seorang j*a*l*a*ng?
"Ada apa denganmu, Rolize? Racun apa yang sudah j*a*l*a*ng itu berikan padamu sampai kau seperti ini?" teriak Jean, dia benar-benar tidak habis pikir kenapa adiknya menjadi seperti itu.
"Cukup, Kak. Aku tidak mau lagi membahas masalah ini. Siapa pun wanita yang aku nikahi, suka atau tidak, kalian harus menerimanya. Jika kalian memang tidak menyukainya, maka jangan mendekati atau pun mengganggunya!" ucap Rolize dengan penuh penekanan, seolah-olah sedang memberikan sebuah ancaman.
Jean tertawa miris sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Entah racun seperti apa yang sudah Megan berikan pada adiknya, sampai-sampai Rolize begitu keukeh mempertahankan wanita hina sepertinya. "Suatu saat nanti kau pasti akan menyesal, Rolize. Wanita itu pasti akan menghancurkan dan mempermalukan keluarga kita."
"Pokoknya sampai kapan pun mama tidak akan pernah menerimanya, Rolize. Mama tidak akan menerima seorang p*e*l*a*c*u*r menjadi menantu dikeluarga ini, tidak akan pernah!" ucap mama Falesha dengan penuh penekanan. Dia lalu beranjak keluar dari ruangan itu dengan diikuti oleh Jean.
"Hah." Rolize kembali menghempaskan tubuhnya ke sofa. Rasa lelah terus menggerogoti tubuhnya setiap hari, dan sekarang ditambah dengan masalah seperti ini yang sama sekali tidak penting menurutnya.
"Memang di mana salahnya? Toh aku menikahi seorang wanita, bukannya pria." Dessahnya frustasi.
Tidak berselang lama, masuklah Daris ke dalam ruangan itu sambil membawa makanan dan minuman. Dia yakin kalau saat ini Rolize pasti sangat emosi sekali, dan dia harus mendinginkan kepala sang tuan yang sudah mengepulkan asap tebal.
"Tuan!"
Rolize yang sedang menundukkan kepala langsung mendongak, dan menatap Daris dengan nanar.
"Minum dulu, Tuan." Daris memberikan segelas air yang langsung di terima oleh Rolize.
Rolize segera meminum air itu sampai habis tidak bersisa, tangannya lalu menggenggam gelas itu dengan sangat erat.
__ADS_1
"Memang apa masalahnya jika Megan menjadi istriku, Daris? Kenapa mereka tidak suka?" tanya Rolize dengan frustasi.
"Itu bukan suatu masalah, Tuan. Hanya saja ada beberapa orang yang tidak bisa menerima status nona Megan, atau bisa dibilang dengan pekerjaannya dulu,"
"Hah." Lagi-lagi Rolize menghela napas kasar yang entah sudah keberapa kalinya. "Kenapa mereka tidak bisa menerima? Aku yang jadi suaminya saja bisa, lalu apa masalahnya dengan mereka?"
"Sejujurnya saya pun masih belum bisa menerima semua ini, Tuan. Bukan hanya karena status nona Megan saja, tapi lebih kepada perasaan Anda. Kenapa Anda sampai sebegini keukehnya mempertahankan nona Megan?" Daris hanya bisa mengatakan semua itu di dalam hati.
"Tapi Tuan, kenapa Tuan sampai seperti ini? Maksud saya, kenapa Tuan sangat mempertahankan nona Megan?" tanya Daris. Apakah tuannya itu sudah jatuh cinta pada Megan?
"Aku berhutang padanya, Daris. Itu sebabnya aku melakukan semua ini."
Daris menatap Rolize dengan penuh tanda tanya. "Hutang? Hutang apa, Tuan?" Dia merasa kalau tuan mudanya tidak pernah berhutang pada siapa pun.
"Kau ingat hari di mana Eve mengkhianatiku, dan aku pergi ke klub malam seorang diri?" tanya Rolize yang langsung dijawab dengan anggukan kepala Daris.
Setahun yang lalu, Rolize merasakan patah hati karena pengkhianatan yang dilakukan oleh kekasihnya, yaitu Eve. Hubungan mereka sudah berjalan hampir 3 tahun lamanya, tetapi wanita itu malah memilih untuk bersama dengan lelaki lain ketimbang menikah dengannya.
Tentu saja saat itu hati Rolize langsung hancur berkeping-keping, dan dia memutuskan untuk pergi ke klub dan menggila di tempat itu.
Rolize melampiaskan seluruh rasa sakitnya dengan minuman, dia bahkan sampai mabuk berat dan tidak mengenali siapapun yang saat itu sedang bersamanya.
"Saat itu aku dibawa oleh beberapa orang kesebuah hotel. Aku sudah terlalu mabuk untuk mengenali siapa mereka, dan ada seseorang yang menolongku saat itu," ucap Rolize setelah mengingat kejadian setahun yang lalu.
__ADS_1
"Apa nona Megan yang telah menyelamatkan Anda, Tuan?" tanya Daris yang sepertinya tepat sasaran.
Rolize menganggukkan kepalanya. "Ya, malam itu dia yang telah menyelamatkanku sebelum kalian datang. Aku tidak tau dia datang dari mana, tapi aku ingat suaranya saat meneriaki orang-orang itu."
Daris tercengang dengan apa yang Rolize katakan. Pantas dia merasa aneh saat sampai di hotel tempat laki-laki itu berada, di mana keadaan hotel sangat kacau seperti baru saja terjadi perang. Dia berpikir mungkin Rolize yang melakukannya, tapi laki-laki itu saja tidak bisa membuka mata. Bagaimana mungkin melakukan semua itu?
"Tapi, bagaimana mungkin Anda bisa tau kalau orang itu adalah nona Megan, Tuan?"
"Aku sempat melihat wajahnya walaupun samar-samar. Lalu, pada saat dia akan pergi. Aku menarik tangannya sampai dia terjatuh tepat ke atas tubuhku. Di situlah aku benar-benar melihat wajahnya yang cantik dan juga manis itu." Rolize tersenyum saat mengingat tentang semua itu.
"Itu sebabnya Anda sering menyuruh seseorang untuk mencaritahu tentang nona Megan di belakang saya?"
Rolize langsung melihat ke arah Daris. "Kau mengetahuinya?"
"Tentu saja, Tuan. Saya pikir mungkin Anda ingin bersenang-senang dengan menyewa nona Megan, dan memastikan kalau dia tidak akan membuat masalah. Tapi ternyata Anda menawarkan sebuah pernikahan padanya," ucap Daris.
"Kau benar, Daris. Setelah kejadian itu, aku terus mencari tau tentang Megan, dan berpikir mungkin bisa bersenang-senang dengan wanita itu untuk melampiaskan rasa sakit hati ini. Tapi entah kenapa aku malah menawarkan pernikahan padanya saat tau kalau dia tertarik padaku, aneh sekali."
Daris tersenyum tipis mendengar apa yang Rolize katakan. "Mungkin Anda sudah jatuh cinta saat mencari tau tentang kehidupan nona Megan, Tuan."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.