Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 26. Drama Pagi tentang Pelukan.


__ADS_3

Setelah selesai memijat, Megan segera membaringkan tubuhnya di samping Rolize. Baru sekali ini dia memijat tubuh seseorang, dan rasanya sangat melelahkan sekali.


"Huh. Pantes bayaran tukang pijat itu mahal, gak taunya sampai secapek ini," keluh Megan sambil melirik ke arah Rolize yang sedang terlelap. "Apa pijatanku seenak itu, sampai membuatnya tidur nyenyak seperti ini?" Tangannya terulur mengusap wajah laki-laki itu yang terasa sangat lembut.


Rolize menggeliatkan tubuhnya karena merasa terusik dengan tangan Megan, membuat wanita itu menarik tangannya karena tidak mau kalau sampai dia terbangun.


Megan tertawa kecil melihat Rolize kembali tidur. Kemudian dia menarik selimut untuk menutupi tubuh laki-laki itu yang sejak tadi terus menggodanya, dia lalu mematikan lampu kamar dan kembali berbaring di samping Rolize.


"Malam ini aku tidur di sampingmu ya, Sayang. Selamat malam."


Cup.


Satu kecupan berhasil mendarat dikening Rolize membuat laki-laki itu tersentak bangun, tetapi Megan tidak mengetahuinya dan berlalu tidur sambil menghadap ke arah laki-laki itu.


Rolize mengerjapkan kedua matanya, dan begitu mata itu terbuka. Dia langsung melihat wajah Megan yang sudah terlelap ke alam mimpi.


Sebuah senyuman terbit diwajah Rolize, dia lalu mengusap pipi Megan yang tampak lebih bulat ketimbang pertama kali mereka bertemu dulu. "Apa berat badanmu bertambah?" Dia merasa gemas sendiri, sampai tanpa sadar bibirnya mengecup pipi itu.


"Selamat malam, istriku." Rolize memeluk tubuh Megan dengan erat, membuat kepala wanita itu berada tepat di dada bidangnya yang tidak tertutup dengan pakaian.


****


Keesokan harinya, Megan terbangun saat terik matahari menerpa wajahnya. Dia mulai menggeliatkan tubuh dan berusaha untuk membuka kedua matanya.


"Kau sudah bangun?"


Megan terlonjak kaget saat tiba-tiba melihat wajah Rolize tepat berada di depan wajahnya sendiri, apalagi mendengar suaranya yang berada tepat di dekat telinga. "Tu-tunggu, jam berapa ini?" Dia memperhatikan sekitar yang sudah terang benderang terkena sinar matahari.


"Jam 9,"


"Apa?" Megan langsung melompat turun dari ranjang saat mendengar kalau sekarang sudah pukul 9 pagi. "Ma-maaf, Sayang. Saya bangun kesiangan." Dia menundukkan kepala saat melihat tampilan Rolize yang sudah rapi dan siap berangkat bekerja.


"Sepertinya berada dalam pelukanku sangat nyaman ya, sampai-sampai kau bangun kesiangan,"


"Hah?" Megan mendongakkan kepalanya menatap Rolize dengan tatapan tidak mengerti.

__ADS_1


"Sepanjang malam kau terus memelukku, aku bahkan tidak bisa bangun untuk buang air," ucap Rolize sambil bersedekap dada.


Megan tercengang dengan apa yang Rolize katakan. "A-apa yang dia katakan benar? Si*al. Sepertinya aku terlalu bernapsu dengan tubuhnya, sehingga tidak sadar kalau memeluknya sepanjang malam. Untung aku tidak kebeblasan sampai memperk*osanya." Dia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran kotor itu.


"Kenapa diam? Apa kau sedang mengingat dosa-dosamu?"


"Apa? Dosa?" Megan terlonjak kaget. "Ba-bagaimana mungkin memeluk suami sendiri disebut dosa?" Dia merasa tidak terima.


Rolize menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyum tipis. "Jadi, kau sudah ingat kalau sepanjang malam memelukku?"


"Sh*it. Dia pintar sekali sih memutar-mutar kata." Megan sampai tidak bisa berkata apa-apa karena terjebak dengan ucapan Rolize.


"Ma-maafkan saya, Sayang. Saya janji tidak akan lagi membuat kesalahan," ucap Megan dengan takut-takut.


"Jadi, kau tidak akan lagi memelukku?"


Megan menganggukkan kepalanya. "Ya, saya tidak akan lagi memeluk Anda."


"Jadi maksudmu, kau akan memeluk laki-laki lain? Dan bukannya aku, begitu?"


"Kenapa diam? Kau benar-benar mau memeluk laki-laki lain?" Raut wajah Rolize sudah terlihat sangat menyeramkan.


"Saya tidak akan memeluk Anda, juga tidak akan memeluk laki-laki lain. Pokoknya tidak akan memeluk siapa pun," jawab Megan dengan menggebu-gebu.


"Cih. Kasihan sekali kau tidak bisa memeluk siapa pun." Rolize menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Boleh tidak sih, aku memukul kepalanya agar dia bisa berpikir benar satu hari saja?" Megan sudah menggulung tangan bajunya sampai ke siku.


"Baiklah. Karena aku merasa kasihan denganmu, maka kau aku perbolehkan untuk memeluk tubuhku sepuasnya. Bagaimana, apa kau senang?"


Megan ingin sekali menceburkan diri ke dalam laut sekalian melihat ulah Rolize yang setiap hari selalu membuatnya emosi.


"Ya, saya senang sekali. Terima kasih, Sayang," jawab Megan dengan cepat tanpa adanya ketulusan sama sekali.


"Berterima kasih lah yang benar!" tegur Rolize membuat Megan menghela napas kasar. Kemudian dia kembali mengulang ucapan terima kasihnya yang penuh dengan cinta dan ketulusan.

__ADS_1


Setelah drama pelukan itu selesai, Megan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Rolize berlalu keluar untuk menemui sekretarisnya.


"Apa Rolize belum keluar juga?" tanya oma Agni pada Daris yang duduk tenang di ruang tamu.


Daris segera beranjak dari duduknya dan menundukkan kepala. "Belum, Nyonya."


Oma Agni tersenyum simpul sambil melihat ke lantai 2. Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi lewat 15 menit, tetapi Rolize belum juga keluar dari kamar. Mungkinkah tengah terjadi suatu adegan di dalam kamar Rolize?


"Apa kau sudah sarapan, Daris?" Oma Agni lalu duduk di sofa itu sambil tetap tersenyum memikirkan Rolize.


"Sudah, Nyonya," jawab Daris sambil menganggukkan kepalanya.


Tidak berselang lama, datanglah Rolize ke ruangan itu membuat oma Agni dan juga Daris melihat ke arahnya.


"Selamat pagi, Oma," sapa Rolize sambil mengecup pipi oma Agni.


"Selamat pagi juga, Rolize. Apa kau bangun kesiangan?" tanya oma Agni sambil menatap Rolize dengan tatapan penuh makna.


"Tidak, Oma. Aku hanya sedang menunggu Megan tadi," jawab Rolize.


"Apa telah terjadi sesuatu di antara kalian?" tanya oma lagi sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh Rolize.


"Sesuatu apa?" tanya Rolize yang tidak mengerti ke mana arah pembicaraan oma Agni.


"Sesuatu seperti ... membuat anak contohnya?"


"Apa?"





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2