Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)

Simbiosis Mutualisme (Tameng Cinta)
Bab. 47. Kebahagiaan Berkali-kali Lipat.


__ADS_3

Semua orang tersentak kaget saat mendengar ucapan Felesha, terutama Megan dan juga Rolize yang menatap penuh tanda tanya.


Oma Agni tersenyum simpul. "Tentu saja Megan akan merawat dan menjagamu, bukankan selama ini dia melakukannya."


Falesha menganggukkan kepalanya. "Kalau gitu cepatlah sembuh supaya kita bisa kembali ke rumah, mama akan memasak makanan yang kau sukai."


Yah, seharusnya sikap seperti inilah yang diberikan oleh ibu mertua kepada menantunya. Apapun pilihan anak, jika memang itu yang terbaik maka orang tua juga harus menerimanya.


"Mama." Rolize menatap mamanya penuh haru, senyum tipis terlihat dibibirnya yang selalu terlihat sinis, apalagi akhir-akhir ini hubungannya dan sang mama sempat memanas.


Falesha ikut tersenyum sambil menatap sang putra. Matanya berkaca-kaca saat melihat raut kehabahagiaan diwajah laki-laki itu, kebahagiaan yang baru pertama kali dia lihat.


"Maaf, mama terlambat menyambut istrimu, Rolize," ucap Falesha dengan lirih. Suaranya yang berat dan serak, menandakan jika sebentar lagi dia akan menangis.


Rolize beranjak dari tempatnya untuk menghampiri sang mama, sementara Megan hanya diam memperhatikan dengan kebingungan yang luar biasa.


"Tidak apa-apa, walau butuh perjuangan besar supaya Mama mau menyambutnya dengan baik," balas Rolize dengan senyum hangatnya. Senyum yang sudah lama tidak terlihat di mata semua orang.


Falesha menganggukkan kepalanya dengan kepala menunduk. Dia terisak, rasa sedih hinggap direlung hatinya membuat Rolize langsung menariknya ke dalam pelukan.


"Maaf, maafkan mama." Akhrinya tangisan Falesha pecah dengan rasa penyesalan yang luar biasa. Teringat jelas bagaimana dia memperlakukan Megan hanya karena masa lalunya.


"Tidak apa-apa, Ma. Wajar Mama bersikap seperti itu, dan butuh waktu untuk memahaminya," ucap Rolize dengan sendu. Dia juga merasa sedih dan bahagia secara bersamaan.


Tidak ingat kapan terakhir kali dia memeluk tubuh sang mama, rasanya sudah sangat lama sekali sampai-sampai dia tidak ingat.


Jean dan Aura yang melihat keluarga kecil mereka berpelukan bergegas mendekat, dan ikut memeluk tubuh mereka dengan erat. Tentu saja dengan air mata yang tumpah membasahi wajah mereka semua.


Oma Agni yang melihatnya juga tidak kuasa untuk menahan tangis kesedihan dan kebahagiaannya. Sudah lama dia berdo'a agar keluarganya kembali akrab seperti dulu, dan sekarang saatnya Tuhan menjawab semua do'a-doanya itu.


"Mama." Falesha melihat ke arah sang mertua membuat oma Agni menatapnya. Dia lalu berlari dan memeluk tubuh mertuanya dengan erat. "Maafkan aku, Ma. Aku sudah banyak menyecewakan Mama. Aku tidak bisa menjadi ibu dan menantu yang baik." Dia terisak dengan lirih.

__ADS_1


"Sudahlah, semua sudah berlalu. Mama senang kau sudah menyadari semuanya," ucap oma Agni denhan tulus sambil mengusap punggung sang menantu, berusaha untuk menenangkannya.


Di tengah rasa haru dan bahagia itu, hanya Megan lah yang merasa sendiri. Dia menundukkan kepalanya karena merasa tercubit dengan apa yang terjadi. Bukan berarti dia merasa tidak suka, hanya saja seumur hidupnya dia tidak pernah punya keluarga seperti mereka.


"Angkat kepalamu, Megan. Kenapa kau menunduk sedih?"


Megan terkesiap dan langsung mengusap wajahnya yang basah. Dia lalu mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah sang suami.


"Ti-tidak, aku hanya, hanya-"


"Semua keluargaku meminta maaf atas apa yang telah mereka lakukan. Maukah kau memaafkannya?" ucap Rolize dengan pelan membuat Megan tersentak kaget.


Megan menatap mereka semua yang saat ini menatapnya dengan hangat dan tersenyum ramah, sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi selama ini.


"Kau pasti sangat terkejut, 'kan?" Oma Agni menghampiri Megan dan menggenggam kedua tangannya. "Oma minta maaf karena mereka terlambat meminta maaf padamu, jika kau tidak ingin memaafkan mereka. Maka jangan maafkan, biar oma yang akan memberikan hukuman."


Megan terkesiap saat mendengar ucapan wanita itu, sontak dia menggelengkan kepalanya. "Ti-tidak, Oma. Aku, aku hanya terkejut dan tidak menyangka kalau semua akan jadi seperti ini." Dia kembali menunduk, dengan perasaan campur aduk.


Megan menganggukkan kepalanya dengan tangis tertahan, sungguh dia sangat tidak menyangka jika keluarga Rolize akan menerimanya seperti ini.


Suasana dipenuhi dengan keharuan dan kebahagiaan. Setiap orang saling memeluk dan memaafkan, mencoba untuk membuka lembaran baru yang jauh lebih baik dari apa yang terjadi di masa lalu.


Daris yang berada di tempat itu ikut merasa bahagia. Dia juga berharap agar Rolize dan keluarganya bisa bersatu seperti ini, karena dengan bersatunya mereka, maka pekerjaannya akan jauh lebih mudah.


Setelah saling meminta maaf dan menyadari kesalahan masing-masing, mereka semua tampak suduk disofa dengan saling bersenda gurau.


Rolize menatap satu persatu wajah keluarganya yang memancarkan aura kebahagiaan. Tidak ada kepura-puraan, dan tidak ada lagi saling membenci. Mungkin inilah saatnya dia memberitahu mereka semua tentang keadaan Megan.


"Baiklah, ada sesuatu yang ingin aku beritahukan pada kalian semua. Yaitu tentang keadaan Megan saat ini."


Semua orang tersentak kaget dan langsung melihat Rolize dengan bertanya-tanya, begitu juga dengan Megan.

__ADS_1


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi dengannya?" tanya Falesha dengan panik, dan apa yang dia lakukan membuat Megan merasa senang.


Rolize menggelengkan kepalanya. "Sebentar lagi, kita akan kedatangan anggota keluarga baru."


Semua orang mengernyit bingung saat mendengar ucapan Rolize, tetapi tidak untuk Daris yang langsung paham dengan ucapan sang tuan.


"Selamat, Megan. Saat ini kau sedang mengandung anak kita,"


"A-apa?"


Semua orang memekik kaget saat mendengar ucapan Rolize, terutama Megan yang menatap dengan tatapan tidak percaya.


"Di dalam sini ada anak kita, usianya masih sekitar 7 minggu." Rolize mengusap perut Megan dengan lembut, membuat wanita itu langsung terisak.


Semua orang bersorak senang saat mendengar kabar kehamilan Megan, tidak disangka kebahagiaan akan datang berkali-kali lipat menghampiri mereka seperti ini.


"Selamat Sayang, oma merasa sangat bahagia sekali. Semoga janin ini tumbuh dengan sehat sampai bisa bertemu dengan kita semua," ucap oma Agni yang dipenuhi dengan kebahagiaan, dan langsung diaminkan oleh semua orang.


Falesha, Aura, dan juga Jean bergantian mengucapkan selamat dan memeluk Megan dengan erat. Luapan kebahagiaan semakin terpancar di wajah mereka semua.


Tidak tahu kebaikan seperti apa yang akan mengubah sikap seseorang terhadap kita, untuk itulah kita harus selalu berbuat baik walau keadaan terus menyerang secara membabi-buta.





Tamat.


Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah setia membaca kisah Megan dan Rolize sampai selesai 🥰🙏 maaf jika novel ini terlalu banyak hiatus, dikarenakan adanya kendala yang terjadi 🙏 Jangan lupa baca karya aku yang lainnya juga yah, peluk jauh dari aku 🤗

__ADS_1


__ADS_2